ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 10


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#part 10#


Saat Ariana sedang menyiapkan pakaian, tiba tiba ponselnya berdering membuat ia menghentikan aktivitasnya.


Ia melihat siapa yang sedang menelfon dirinya tengah malam.


Tertera nama ayahnya di ponsel tersebut, membuat Ariana merasa tak percaya apakah ayahnya merindukan nya? Apakah ayahnya ingin meminta maaf padanya


Seketika Ariana memiliki semangat hidup, ia mengangkat ponselnya dengan perasaan gembira


"Halo ayah" ujar Ariana tersenyum lebar.


"Ariana Minggu depan kau harus datang ke acara pernikahan kakakmu bela dengan Alfian" ujar jaya dari sebrang telfon.


Deg


Seketika wajah Ariana berubah menampilkan wajah kesedihan dan kembali mengingat pengkhianatan yang di lakukan oleh kekasihnya, apa yang harus ia lakukan? Apakah ia harus datang dan menyaksikan pernikahan yang akan membuatnya sangat marah dan kecewa


Ariana bingung memikirkannya ia tidak bisa tidak datang ke acara pernikahan kakaknya karna itu bisa merusak popularitas keluarganya.


"Baik ayah, Ariana akan datang"


"Bagus ayah harap kau tidak mengecewakan ayah sudah cukup kau mengecewakan ayah dengan menabrak seorang istri tuan penguasa, dan sekarang kau pantas mendapatkan akibatnya"


Jaya langsung mematikan ponselnya tanpa memperdulikan perkataan nya yang membuat putrinya itu sakit mendengar nya.


Ariana menangis dalam diam, mengapa dunia begitu mempermainkannya tidak bisa kah ia merasakan kebahagiaan sedikitpun.

__ADS_1


Pintu kamar mandi terbuka, menandakan seorang pria tampan yg baru selesai mandi itu keluar menunjukan tubuh atletis nya membuat kaum hawa ingin merasakannya dan memeluknya.


Berbeda dengan Ariana, gadis itu memalingkan wajahnya merasa malu untuk melihatnya.


Mata tajam yang sebiru lautan itu mengedarkan pandangannya mencari mainannya, hingga ia menatap mainannya sedang berdiri dengan memegang pakaiannya.


Ariana, Alberto menganggap ariana sebuah permainan yang jika sudah rusak akan dibuang begitu saja seperti sebuah sampai yang tidak ada harganya


Pria itu melangkahkan kakinya mendekati gadis cantik yang bertubuh lemah, Ariana tersenyum tulus untuk menutupi rasa sakit di hatinya.


"Ini pakaian anda tuan, jika tidak ada apa apa lagi maka saya permisi" ujar Ariana membungkuk sopan dan hendak meninggalkan Alberto.


Namun tangannya di tarik sangat kasar hingga ia terpentok ke dinding. "Heh, aku hanya ingin mengatakan jika kau boleh keluar mencari pekerjaan karna aku tidak Sudi menafkahi wanita murahan seperti mu"


Ujar Alberto dengan menatap tajam ke arah istrinya.


"Terimakasih tuan setidaknya anda mengizinkan saya keluar" ujar Ariana dengan sopan dan kemudian meninggalkan kamar alberto


Setelah kepergian Ariana, Alberto memukul dinding kamarnya dengan emosi merasa. Kesal karna ariana tidak menangis didepan lelaki itu


*


*


*


Di ruang kelurga, tanpa sepengetahuan Alberto Ariana menangis di sana, melepaskan beban berat yang ia pikul di pundaknya. Merasa tertekan seolah olah dirinya tak pantas untuk hidup


"Mau sampai kapan ya tuhan aku seperti ini"

__ADS_1


Ariana di pecat Minggu lalu dari perusahaan karna ia tidak masuk selama beberapa hari belakangan.


Alhasil besok ia harus mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhannya.


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


Keesokan harinya


Ariana menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya dan ia membantu para pelayan membersihkan seluruh ruang makan.


"Kau boleh menaruhnya di situ" uajr salah satu pelayan yang iri dengan Ariana sementara Ariana tidak merasakan sakit hati maka dari itu ia menurut saja tanpa menjawab.


Dan hal itu di manfaatkan oleh para pelayan agar mengerjai Ariana yang berani merebut Alberto dari mereka.


"Ariana nanti kau cuci piring nya baru makan" ketus salah satu pelayan.


"Tetapi aku lapar dan aku sangat ingin makan jadi setelah makan aku akan mengerjakannya" ujar Ariana membantah perkataannya


"Heh kau itu kalau disuruh itu nurut, bukan melawan..!!!" Ucap teman nya dengan marah pada Ariana karna membantah perkataan temannya.


Ariana menghela nafasnya ia pun menuruti permintaan para pelayan itu dari oada ia harus mendapatkan amarah dari suaminya.


Tak lama, seorang pria tampan dengan setelan jas yang melekat di tubuhnya membuat pria itu terlihat sangat tampan dan membuat para wanita meleleh melihatnya


Ariana membungkuk dengan sopan, dan membiarkan suaminya duduk di kursi ia menyiapkan makanan suaminya dengan sangat hati hati.


Namun, tiba tiba tak sengaja ia menyenggol gelas berisi air hingga mengenai jas suaminya.


Ariana sangat terkejut begitu pula dengan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2