
๐น๐น๐น
#part 13#
Alberto meninggalkan meja makan diikuti asisten Alvaro di belakang.
Ariana yang menatap kepergian suaminya merasa lega, seolah olah ia mendapatkan kebebasan di dunia.
Ia memakan sarapannya dan hendak keluar mension untuk mencari pekerjaan. Dengan buru buru ia makan dan segera bersiap siap.
Ia keluar memesan taksi online, sebab ia tak berani menaiki mobil suaminya takut suaminya akan marah padanya.
"Bantu saya mencari pekerjaan pak, nanti saya akan membayar double"
"Baik nona"
Pak sopir itu kemudian mengantar Ariana berkeliling mencari pekerjaan, hingga sejam lebih mereka tak menemukan tempat untuk Ariana bekerja.
"Apa kita harus mencari lagi nona"
"Aku rasa tidak pak, sebaiknya antar saya pulang saja"
Ariana menyerah karna lelah mencari kesana kemari dengan membawa berkas di tangannya.
Namun pandangannya tertuju pada restoran besar yang membutuhkan karyawan wanita.
"Pak coba berhenti di restoran itu" ujar Ariana menunjuk restoran mewah
Mobil menepi dipinggir jalan, hari sudah siang namun cuaca yang mendung itu menampakkan seolah olah masih pagi.
Ariana masuk kedalam menemui meja kasir untuk bertanya.
"Permisi nona bolehkah saya bertanya"
__ADS_1
"Boleh silahkan saja nona"
"Apakah disini membutuhkan karyawan"
"Iya, disini butuh karyawan baru untuk menggantikan karyawan yang keluar dari restoran ini"
"Kalau begitu bolehkah saya melamar pekerjaan disini, saya mohon saya butuh pekerjaan ini"
"Baiklah, anda bisa ikut saya keruangan bos saya"
Wanita itu membawa Ariana keruangan pemilik restoran, hati Ariana berbunga bunga karna mendapatkan pekerjaan yang baru.
"Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan, terimakasih ya tuhan" gumamnya.
Ariana masuk kedalam ruangan yang berdesain cukup mewah, ia melihat seorang pria yang duduk di kursi kebesarannya.
"Permisi tuan" ujar wanita itu menunduk dengan hormat
"Tuan, ada seseorang yang ingin melamar pekerjaan"
Pria itu menatap Ariana, gadis berkulit putih berwajah cina itu membuatnya terpesona melihat Ariana.
Ariana merasa gugup di tatap seperti itu oleh pria tersebut.
Pria itu tersenyum manis dan mempersilahkan Ariana duduk.
Wanita yang mengantar Ariana tadi pamit untuk pergi, dan kini tinggalah Ariana dengan pria itu.
"Siapa namamu"
"Nama saya Ariana Delania tuan" ujar Ariana dengan kikuk
"Nama yang bagus, dan apa alasanmu ingin bekerja disini"
__ADS_1
"Karna saya tidak menemukan satupun pekerjaan tuan, hanya ini yang tersisa"
"Baiklah, boleh saya lihat berkas yang kau pegang"
Ariana mengangguk dan memberikan ijasah miliknya, ia lulusan S1.
"Kau cukup pintar, mengapa kau mau bekerja disini karna disini hanya ada lowongan untuk para karyawan yang melayani pelanggan" ujar pria itu pada Ariana.
"Tak apa tuan, yang penting itu bisa memenuhi kebutuhan saya sehari hari" ujar Ariana tersenyum manis.
Pria itu tertegun mendengar penjelasan Ariana, baru kali ini ada wanita yang berkata apa adanya tanpa merasa malu untuk menutupinya.
"Baik, kau diterima disini dan kau bisa bekerja sekarang"
Ariana yang mendengarnya sangat merasa senang, ia berterimakasih pada pria itu akhirnya ia bisa bekerja.
"Ohh iya saya belum memperkenalkan diri saya, nama saya arka"
"Baiklah tuan arka"
"Panggil aja aku arka"
"Tapi kan anda atasan saya tuan"
"Baiklah, jika di depan orang kau boleh memanggilku tuan arka tetapi jika kita hanya berdua kau panggil namaku saja"
"Baiklah"
"Ok kau boleh bekerja, aku akan menyuruh Haruka untuk memberikan seragam untukmu"
Ariana tersenyum dsn kemudian ia pamit untuk keluar dari ruangan arka. Sementara pria itu tersenyum menatap kepergian Ariana.
"Sepertinya aku telah jatuh hati kepadanya"
__ADS_1