
๐น๐น๐น
#part 68#
Alberto menunggu kedatangan sang istri pujaannya. kini hatinya kembali bersemi dan seolah olah ia telah lupa pada istri keduanya.
"buka gerbang jika kedatangan Elina dan biarkan ia masuk dengan leluasa"
"baik tuan"
"anda harus menyiapkan hati anda nona muda, tuan Alberto akan melukai anda" batin alvaro sembari menutup berkas dan membawanya kembali.
Alberto melangkahkan kaki nya menuju kamar, ia lelah karna belum tidur ia pun memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu.
*
*
*
*
Ariana kini sedang berdiri di dekat kolam renang.
__ADS_1
ingin rasanya ia keluar untuk menetralkan pikirannya, dengan sengaja ia menghubungi sahabatnya agar menjemputnya ke mension Alberto.
tampak jelas sekali, Lisa bertengkar Maxim pengawal pribadi Ariana.
"maaf nona, nona muda dilarang oleh tuan muda keluar dari mension"
"aku di beri izin oleh tuanmu Maxim, ku mohon biarkan aku keluar" ujar Ariana dengan senyuman ramahnya yang membuat pria yang melihatnya terpaku.
"ekhem..maaf nona, tuan melarang anda untuk keluar dan saya di beri perintah agar melarang anda untuk pergi"
"oh ya tuhan apa yang harus aku lakukan" batin Ariana dengan bingung.
sekilas muncul ide di otaknya dan membuatnya tersenyum licik pada Maxim. ia merogoh ponselnya dan berpura pura menghubungi Alberto.
"tuan, aku bolehkan keluar" ujar Ariana dengan senyum merekah.
Ariana kembali menaruh ponselnya di tas, dan ia menatap Maxim dengan tatapan penuh kemenangan. "aku di izinkan, sekarang biarkan aku pergi" ujar Ariana, Maxim yang seolah olah percaya mau tidak mau mempersilahkan Ariana keluar dan itu membuat Ariana tersenyum senang.
Ariana memakai helm nya dan menyuruh Lisa untuk segera berangkat ke tempat tujuan, ia takut Maxim akan berubah pikiran dan kembali mencegah mereka pergi.
Ariana dan Lisa tertawa lepas, mereka tertawa karna berhasil membohongi pengawal Alberto.
"kita akan kemana"
__ADS_1
"sebaiknya kita ke taman kota saja, dan membeli cemilan untuk kita makan disana"
"ok, lest go"
Lisa melajukan motornya dan akhirnya kini mereka sampai di taman kota, tak jauh banyak penjual di dipinggir jalan dan mereka pun membeli cemilan disana.
banyak yang belum tau jika Ariana istri seorang Alberto maka dari itu mereka bersikap biasa saja.
"terimakasih pak"
"sama sama nona"
mereka pun melangkah kan kakinya, mereka berteduh di bawah pohon besar yang terdapat danau.
danau yang tenang itu membuat suasana menjadi lebih tenang dan menyenangkan.
"Ariana, menurutmu jika istri tuan Alberto akan kembali apa kau tetap bertahan pada posisimu?"
Ariana menghela nafasnya sebentar dan menatap ke arah sahabatnya. sebenarnya ia merasa takut bercampur bingung, tidak mungkin ia akan bertahan pada pria yang tidak mencintainya, namun disisi lain ia mengaku kalah, ia tidak bisa melupakan cintanya yang begitu besar pada Alberto.
"jika nyonya Elina kembali, maka, tidak ada alasan bagiku untuk terus bertahan, cinta tau kemana dia harus kembali, dan aku yakin tuan Alberto akan kembali pada istri pertamanya dan di saat itu juga, aku akan pergi dan tidak akan menggangu kehidupan mereka" jelasnya tersenyum getir, berusaha untuk tetap tegar menghadapi segala rintangan yang di berikan oleh tuhan.
"apa kau akan kembali pada keluarga mu?"
__ADS_1
"aku tidak akan memberitahukan hal ini pada mereka, dan aku tidak akan kembali pada mereka, namun aku membutuhkan mereka untuk kehidupan ku, tidak mungkin aku hidup tanpa keluarga" jelasnya lagi.
Lisa ingin sekali menangis, melihat kehidupan sahabatnya yang permasalahan begitu panjang dan rumit, namun begitu sabar Ariana jalani kehidupan nya.