
๐น๐น๐น
#part 98#
keesokan harinya.
Alberto menyuruh beberapa pengawal untuk membereskan barang barang milik istrinya yang akan di bawa ke negara Indonesia saat ini juga.
mereka kini melakukan perjalanan ke bandara gold pesawat pribadi milik Alberto.
sesampainya di sana, para pengawal memberi hormat dan mengikuti Alberto dari belakang, sebelum pergi tampak Ariana berpamitan dengan Lisa yang baru saja datang semenit yang lalu.
"semoga kau baik baik saja Ariana, jika ada apa apa Katakan saja padaku, aku tidak akan membiarkan tuan aneh itu menyakiti mu" ujar Lisa dengan bersungguh sungguh dan menatap tajam alberto.
namun, Alberto enggan untuk menyahuti ataupun meladeni, baginya wanita seperti Lisa terlihat aneh di matanya.
setelah puas berpelukan kini Ariana pun memasuki pesawat bersama Alberto, tampak Lisa meneteskan air matanya membuat Ariana menjadi tak tega.
"Alberto bisa tidak Lisa ikut denganku saja?" ujar Ariana dari dalam pesawat menatap sahabatnya dari jendela pesawat.
"biarkan saja sayang, dia menangis bahagia, jika kita membawanya bagaimana bibinya sekarang?"
"kan Lisa ada pamannya, tentu saja bibinya Lisa bersama suaminya"
"walaupun begitu, tidak mungkin Lisa mau"
__ADS_1
Ariana pun akhirnya memilih bungkam, tatapannya masih pada Lisa yang melambaikan tangannya dan menangis sungguh itu sedikit menyayat hati Ariana.
"aku berjanji akan sering menghubunginya, dia sahabat terbaikku" lirih Ariana.
Alberto dapat melihat dengan jelas kesedihan yang terpancar di wajah istrinya, pria itu memeluk tubuh kecil itu dan menenangkan nya.
"sayang, jangan pikirkan dia, dia akan baik baik saja, aku akan memberikan keluarga nya hotel milikku itu"
"benarkah?" tanya Ariana dan di balas anggukan oleh suaminya, ariana tersenyum tulus menatap wajah toan suaminya.
"ternyata kau baik juga"
"tentu saja, aku adalah Alberto tuan penguasa sekaligus anak tuan penguasa pertama" ucap Alberto dengan bangga memperkenalkan dirinya.
"ck, dasar arrogant man"
Lisa menatap kepergian sahabatnya, sahabat yang selalu menghiburnya dan mendukungnya.
"sampai jumpa Ariana aku akan segera menyusulmu" ujar Lisa melambaikan tangannya.
Lisa pun kembali ke kediamannya, ia berharap semoga besok adalah hari yang indah baginya, ia akan memulai hidup barunya di negara ini, dan akan kembali menjadi kebanggaan sahabatnya.
di dalam pesawat.
tampak Alberto masih memeluk Ariana dengan posesif, Alvaro yang melihatnya tersenyum tipis.
__ADS_1
"saya menang tuan, anda akan menjadi bucin akut pada nona muda" batin Alvaro menatap kemesraan tuanya.
"Alvaro, aku dengar nyonya Luna mencarimu" ucap Maxim pada Alvaro.
"mom mencariku? ada apa" ujar Alvaro merasa heran tidak biasanya ibunya itu mencarinya, palingan wanita itu hanya bertanya tentang keadaannya.
"apa ded sky baik baik saja, aku merindukan mereka semua"
"tampaknya Alexa terlihat lebih rajin ke kampus, apa jangan jangan Alexa telah memiliki kekasih"
"tidak mungkin, jika memang benar aku tidak merestui hubungan mereka"
"kenapa?"
"aku tidak ingin adekku di rusak laki laki yang suka memanfaatkan seorang wanita"
"kau benar, tenang saja aku akan mengirim mata mata untuk Alexa"
"terimakasih Maxim"
"kau tidak perlu berterimakasih padaku, sebab aku sudah menganggap Alexa sebagai adikku"
"aku akan ke ruangan pilot sebentar" ucap Maxim dan di balas anggukan oleh pria itu.
sementara....
__ADS_1
tampak Ariana tertidur pulas di pelukan Alberto, pria itu tersenyum menatap wajah cantik yang selama ini ia rindukan.
ia menyingkirkan rambut panjang yang menutupi wajah Ariana itu.