
๐น๐น๐น
#part 130#
keesokan harinya.
seperti biasa Ariana turun menyiapkan keperluan suaminya, tak lupa Ariana akan menyiapkan air mandi untuk Beby twins.
Alberto juga nanti akan memesan Beby sister untuk membantu istrinya menjaga anaknya.
agar Ariana tidak terlalu kelelahan dalam mengurus anak anaknya.
setelah itu, Ariana keluar, ia sudah melihat Beby twins berada di ranjang bersama alberto.
Ariana melihat suaminya yang sedang bermain dengan Beby twins, Ariana tersenyum sebentar dan kemudian melangkahkan kakinya mendekati suaminya dan anaknya.
"Deddy, sebaiknya cepatlah mandi dan bersiap siap, nanti kau terlambat datang ke kantor"
"biarkan saja sayang, lagian siapa yang berani marah padaku" ucapnya dengan angkuh.
"ckck, dasar keras kepala" gelengnya.
Adian duduk di pinggir ranjang dekat suaminya, alberto memeluk pinggang Ariana dengan manja dan mendusel duselkan kepalanya di perut wanita itu. "Deddy itu geli, lepaskan" ujar Ariana tertawa geli.
Alberto kemudian berhenti melakukan kejahilannya, ia mencium kening Ariana dengan lembut.
"jangan pergi dariku" bisiknya dan menggigit leher Ariana membuat wanita itu berteriak kesakitan.
Alberto tertawa dan langsung berlari menuju kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi.
__ADS_1
"dasar kampret..!!!" teriak Ariana kesal.
Alberto yang di dalam kamar mandi tertawa. Alberto segera membersihkan dirinya dengan berendam air hangat di dalam bat up besar itu.
sementara Ariana, wanita itu menelfon pak Wisnu agar menyuruh pelayan membawakan sarapan suaminya.
tidak mungkin ia meninggalkan Beby twins didalam kamar.
Ariana bermain sebentar dengan anaknya, hingga tak lama ada yang mengetuk pintu dan membuatnya membuka pintu itu.
"ini makanan nya nyonya, saya permisi"
"terimakasih"
Ariana pun membawanya masuk kedalam.
ceklek.
"sayang, dimana pakaianku"
Ariana segera mendekati suaminya dan memberikan bajunya, Ariana pun membantu mengenakan setelan pakaian kantor itu agar lebih cepat.
"nanti maukah kau mengantarkan makan siangku? aku tidak terbiasa dengan makanan kantor"
"tapi Beby twins bagaimana Deddy, jika aku mengantarkan makan siangmu, siapa yang menjaga mereka?"
"bawa saja ke kantor ku, siapa yang ingin marah? perusahaan itu milikku"
"bagaimana bisa?"
__ADS_1
"apa yang tidak bisa sayang, perusahaan ku kan selalu tersedia lift, kalian bisa naik lift"
"apa tidak mengganggu mu saat bekerja?"
"tidak akan, kalian bertiga adalah pelepas rasa lelahku"
"eumm soswett deh" ucap Ariana mengedipkan sebelah matanya
alberto tertawa geli, ia menggendong tubuh Ariana membuat Ariana terkejut reflek memeluk leher suaminya.
"sayang tatap wajahku"
Ariana menunduk kebawa menatap wajah suaminya, alberto mendongak keatas dan tersenyum.
"jangan berani berani meninggalkan ku, atau aku akan mematahkan kakimu"
"apa kau berani melakukannya?"
"tentu saja aku berani, bahkan tak segan segan aku akan mengikatmu agar kau hanya bisa melihat aku dan Beby twins"
"ck, dasar suami posesif" Ariana menjawil hidung mancung Alberto dengan gemas. Alberto memutar tubuh Ariana hingga mereka tertawa bersama.
candaan mereka harus berhenti, saat Beby Mateo menangis dengan keras. Alberto hanya bisa menatap wajah putranya dengan kesal.
"son, kau mengganggu ded"
Alberto menggendong tubuh putranya dan menciuminya dengan gemas. sedangkan Ariana menggendong tubuh Zanetta yang hanya terdiam dan menatap wajahnya.
"Putri momy harus seperti momy, kuat dan rajin"
__ADS_1
"ya,dia harus sepertimu namun dia harus pandai bela diri agar tidak lemah dihadapan semua orang"
"deddy kau melanggar peraturan para kaum wanita"