
๐น๐น๐น
#part 27#
"aku ingin makanan apa saja"
Ariana mengernyitkan dahinya, makanan apa yang apa saja? namun ia tetap melangkahkan kakinya menuju dapur bagian chef.
namun saat baru beberapa langkah, Alberto kembali berbicara.
"apa kau tau makan apa yang aku pesan?"
Ariana perlahan menggelengkan kepalanya. "tidak tuan, namun anda bilang makanan apa saja"
"cihh dasar anaknya bodoh"
Ariana menahan kesal dihatinya namun ia tetap sabar menghadapinya. "lalu anda memesan apa tuan"
"ck, apa tidak ada pelayan lain disini aku muak menatap wajah bodohmu ini, tidak dirumah disini Sama saja"
deg.
Ariana terpaku mendengarnya, ia mulai mengeluarkan keringat dingin apakah suaminya tau jika ia bekerja disini?
"Mak maksudnya tuan"
"cihh berpura pura polos, murahan tetap murahan kau pikir aku tidak mengenali mu Ariana Delania" ujar alberto dengan lantang.
Ariana mulai mengeluarkan keringat dingin, masker yang ia kenakan sia-sia karna kini suaminya mengetahuinya.
"Alberto dia siapa?"
__ADS_1
"hanya orang tak penting" ujar Alberto beranjak dari tempat duduk nya.
kini mood Alberto datang, ia tak berselera untuk makan. Zoya dan Alvaro mengikuti langkah Alberto.
Zoya sangat kesal karna rencana nya hancur sia sia karna Ariana.
"kau kembalilah"
"tapi...apakah kita tidak jadi makan siang bersama"
"lain kali aku akan mengajakmu"
"baiklah"
Zoya menurut saja dari pada ia harus mendapat amarah dari alberto.
Zoya memesan taksi, dan kini Alberto berada dalam mobil bersama asistennya.
"kita akan kemana tuan"
Alvaro mengangguk dan kemudian menjalankan Lamborgini nya menuju mension besar miliknya.
hanya ada keheningan, tatapan tajam dari mata sebiru lautan itu.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1
Ariana kembali dengan perasaan was was.
apalagi yang akan suaminya lakukan padanya.
apakah sebuah penyiksaan lagi? sudah lelah ia menerimanya.
"tu-tuan" ujarnya menatap pria yang sedang duduk menatapnya.
mata tajam yang seolah olah seperti ingin membelah dua tubuhnya, membaut Ariana bergetar ketakutan.
"heh! wanita rubah, kemari" ujar Alberto mengentikan jarinya
Ariana mendekati kearahnya, dengan langkah pelan ia mendekati suaminya. "A..ada apa tuan menyuruh saya pulang"
Alberto menarik tangan Ariana membaut gadis itu terkejut setengah mati, sebab ia duduk di pangkuan suaminya sekarang.
"tu-tuan...aku mohon jangan seperti ini tuan"
Alberto tertawa sinis, dan menatapnya dengan tatapan mengejek. "cihh wanita jal*ng yang berpura pura polos? menjijikkan..!!!!" bentaknya dengan marah.
"aku ingin menodai mu sama dengan jalanan yang indah dipenuhi darah istriku, dan ia akan aku lakukan padamu dan membuatmu menjadi wanita tak berguna." ujarnya dengan tatapan benci.
"ohh iya, aku lupa jika kau bukan wanita virgin" ujar alberto menyeringai sinis.
Ariana menangis menahan sesak di dadanya, Alberto merasa puas karna akhirnya wanita itu menangis di hadapannya.
"heh! ternyata kelemahanmu ini? menarik, apa ini Air mata palsu untuk menutupi kejelekan dirimu"
Alberto menatap sinis kearahnya dan tanpa hari pria itu mendorong hingga Ariana terjungkal kebelakang.
"jangan harap kau akan mendapatkan kebahagiaan karena kau! kau penghancur kehidupanku" ujar Alberto dengan marah.
__ADS_1
pria itu memilih untuk keruang kerja, seperti biasa ia akan meminum minuman alkohol untuk menenangkan pikiran.
Ariana menahan rasa sakit di punggungnya karna ia terjatuh hingga terlentang di lantai namun wanita itu masih kuat menahannya