
๐น๐น๐น
#part 58#
masih di kantor Alberto
Ariana menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan suara suara aneh. Alberto, suami mesumnya itu kini sedang bermain main di atas tubuhnya. Ariana hanya menerimanya meski kini hatinya sedang menahan rasa sakit. setidaknya ia akan berperan sebagai layaknya istri yang berbakti.
ia hanya akan melakukan tugasnya.
melayani Alberto dengan baik dan akan dibuang setelah pria itu merasa bosan.
berbeda dengan perasaan Alberto saat ini.
hatinya berdegup kencang, dan merasakan kenikmatan tiada Tara. miliknya yang di jepit oleh istirnya itu membuatnya selalu ingin lagi dan lagi.
hingga puas menyalurkan hasrat birahinya.
Alberto turun dari tubuh istrinya dan memeluknya erat dari samping. "jangan dekat dengan pria lain selagi kau menjadi istriku, atau aku akan membunuhnya di depan matamu" baiknya dan mengecup bibir Ariana berkali kali.
bibir yang membuatnya menjadi candu dan ingn terus menempel. pada wanita itu. Ariana hanya menganggukan kepalanya.
__ADS_1
mereka heran dengan sikap suaminya yang terkesan posesif.
"tidurlah disini, nanti kau akan pulang bersama ku dan jangan kekar dari kamar aku akan melakukan meeting dengan para klien ku dan aku akan usahakan segera kembali" ucapnya mengenakan pakaiannya kembali dan menutup tubuh istrinya dengan selimut.
ia memunguti pakaian istrinya yang ia lempar sembarangan. ia tidak akan membiarkan OB masuk kedalam kamar pribadinya apalagi kini ada istrinya.
setelah itu alberto mengecup kening Ariana dan keluar dari ruangan tersebut.
Ariana menatap punggung kekar itu yang perlahan menghilang dari balik pintu. "apa aku pantas mencintai dan mendapatkan tuan Alberto" ujarnya pelan.
Riana langsung menggelengkan kepalanya segera sadar dari pergelutan batinnya. "sadar Ariana kau hanya istri pengganti nyonya Elina jik dia sudah bosan maka kau akan di buang." Arian segera turun dari ranjang menuju kamar mandi.
ia merasa tubuhnya tidak bertenaga dan sangat lengket, dan itu membuatnya sangat risih.
*Manisha Elina Valentina*
"jadi ini nama nyonya Elina? aku tidak terlalu akrab karna dia membenciku, ternyata namanya sangat indah" ujar Ariana tersenyum dan segera melangkahkan kakinya menuju kedalam kamar mandi.
*
*
__ADS_1
*
*
hari sudah sore.
Alberto dan Ariana kembali ke kediamannya.
di perjalanan hanya kediaman yang menyelimuti mereka bertiga. Ariana menatap bangunan pencakar langit memenuhi jalanan kota, pikirannya hanyut dalam kesepian meski Alberto berada di sampingnya namun Ariana hanya menganggapnya angin lalu.
Alberto menoleh kesamping, melihat Ariana yang sedang melamun ia tersenyum jahil. ia menarik tubuh Ariana hingga kini wanita itu jatuh kedalam pelukannya.
"ahk! tuan apa yang kau lakukan..!!!" ujar Ariana terkejut mendapati suaminya tersenyum nakal.
Alvaro melihat dari kaca spion, tergambar senyuman tipis diwajah tampannya. "anda menang nona muda, tuan jatuh cinta pada anda" batinnya tersenyum dan kembali mengapa jalanan kota.
"tuan, ada asisten alvaro" bisik Ariana saat suaminya mencium tengkuknya membuat Ariana merasa sangat risih.
sementara alberto, tampak pria itu tersenyum puas membuat pipi Ariana merona merah.
tak lama kemudian Lamborgini mewah itu memasuki pekarangan mension. para pengawal menyambut hormat saat melihat kedatangan tuannya.
__ADS_1
Alberto turun dari mobil diikuti Ariana di belakangnya, namun saat masuk mereka melihat seseorang berada di sofa.
"zoya!"