
๐น๐น๐น
#part 16#
Seusai makan, Alberto meninggalkan Ariana menuju ruang kerja miliknya. Sementara Ariana membereskan sisa sisa makan Alberto itu.
Ia mencuci piring agar pelayan itu tidak mengadu kepada suaminya dan ia malah terkena amukan suaminya.
"Nona biar bibi saja" ucap bi asih padanya.
"Tak apa bi, Ariana bisa kok" ujar Ariana tersenyum manis dan kemudian melanjutkan cucian piringnya.
Meski kini ia tengah menahan rasa sakit di kepalanya, ia tetap berusaha kuat. Pandangannya menggelap ia mulai berjalan gontai namun suara bariton Alberto membuyarkan segalanya.
Ariana yang merasa dirinya dipanggil segera meninggalkan aktivitas nya dan menghampiri suami iblis nya.
"Iya tuan"
"Kemari kau" Alberto menarik paksa tangan Ariana dan menghempaskan wanita itu hingga tersungkur kelantai.
"Ini milik siapa..???" Tanya Alberto menunjukkan gelang berliontin huruf A
"Itu milik ibu saya tuan, beliau memberikannya kepada saya" ujar Ariana mendongak keatas menatap wajah tampan suaminya.
"Hooh, ini milik ibu mu? Apa ibumu juga sama seperti mu seorang wanita murahan"
__ADS_1
Deg.
Hati Ariana teriris mendengarnya, ia seperti dihantam batu besar di hatinya, kala mendengar perkataan sang suami yang sangat menyakitkan, ia meneteskan air matanya.
Dan perlahan berdiri dari duduknya.
"Anda boleh menghina saya habis habisan tuan, tapi tidak dengan ibu saya"
"Meski membayarnya dengan nyawa saya sekalipun, ibu saya adalah segala galanga bagi saya, dan anda tidak berhak menghina ibu saya" ujar Ariana menatap tajam suaminya.
Alberto tertawa sinis, ia meremas kalung tersebut hingga menjadi tak karu karuan dan terhambur dilantai, ia mendekati istrinya yang perlahan berjalan mundur menjauhinya.
"Kau ternyata punya amarah" ujar Alberto menatap sinis kearahnya.
Ariana meringis kesakitan sebab punggungnya terasa sangat sakit.
Alberto mengeluarkan pisau kecil dari laci membuat Ariana bergetar hebat, menatap takut kearah suaminya.
"Tuan apa yang ingin anda lakukan" Ariana ketakutan setengah mati, wajahnya berubah menjadi pucat pasi.
"Kau bilang kau akan menyerahkan nyawamu sekalipun bukan? Aku yakin ibumu murahan seperti mu" ujar Alberto menyeringai sinis dan menarik kasar pergelangan istrinya
Ia menyayat pergelangan tangan Ariana dengan pelan membuat Ariana berteriak, namun alberto tidak menyayat bagian urat nadi takut akan melenyapkan nyawa wanita itu.
Karna ia masih ingin menyiksanya Sampai puas
__ADS_1
"anda jahat tuan, kau tidak memiliki hati" uajr Ariana akhirnya mengungkap perasaannya.
"jahat? aku memang jahat dasar wanita bodoh!!! kau hanyalah Boneka tak berharga bagiku, dan kau hanya akan ku jadikan pelampiasan amarahku karna hanya istriku yg kau bunuh selamanya menempati hatiku, hanya Elina..!!!" teriak Alberto marah.
Ariana bergetar hebat, suaminya tampaknya sangat marah padanya, ia mengunci mulutnya agar tidak bersuara, namun tak henti hentinya ia meneteskan air mata menahan sakit di pergelangan tangannya.
darah segar bercucuran membasahi lantai, tercium bau anyir dari pergelangan tangan Ariana.
Alberto sama sekali tidak merasa kasihan dan terus membiarkan tangan itu mengeluarkan darah.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
setalah lama.
Ariana pun terpingsan ia di angkat Alberto menuju ranjang dan pria itu mengobati luka Ariana.
Alberto masih ingin melihat gadis itu menderita tidak akan membiarkannya mati lebih dulu.
bagi Alberto Ariana harus merasakan rasa sakit yg di rasakan istrinya karna ia menabraknya.
Alberto sangat membenci ketika mengingat hal itu
__ADS_1