
🌹🌹🌹
#part 36#
Alberto masuk kedalam dengan langkah lebar.
tiba tiba seluruh pasukan Balck lion mengepungnya hingga tak bisa membuatnya kemana mana.
mereka menodongkan pistol kearahnya.
tiba tiba terdengar suara tepuk tangan menggemakan seluruh ruangan.
pria tampan dengan mata yg memicing tajam kearahnya, dengan sebuah pistol di tangannya yg siap mengantar Alberto keakhirat
"kau pikir kau bisa menyerangku" ujarnya tersenyum sinis.
Alberto tampak tenang tidak merasakan takut sedikitpun, tampaknya rencana nya berhasil.
"tangkap dia dan bawa ke ruang penyiksaan" teriaknya menggema dan seluruh pengawal itu membawa Alberto dan mengikatnya di ruang penyiksaan.
Araf, ketua mafia di situ, duduk dengan angkuh dihadapan Alberto dengan memegang pistol di arahnya.
"jika kau bergerak sedikit sudah ku pastikan kau akan menuju akhirat"
Alberto tertawa sinis berhasil memancing kemarahan Araf.
"kembalikan batu permata yg kau culik, sudah cukup kau menculik dan menjual para anak kecil untuk di ambil organnya"
"hahaha, itu sama sekali tidak ada urusannya denganmu"
__ADS_1
Alberto menggertakkan giginya, ia menatap nyalang kearah Araf, dengan sekuat tenaga ia melepaskan borgol yg berada ditangannya.
CTAK
borgol itu terlepas dan kini alberto bebas, seluruh pengawal langsung menyerang alberto dan pria itu dengan kekuatan yang ia punya mampu meluluhkan para anggota black lion.
dan terdengar suara tembakan dari luar, anggota black lion di kepung oleh anggota black Devils dan gangster.
"sialan..!!! kepar*at" teriak Araf karna kini ia berada di titik bahaya.
saat ia ingin melarikan diri, tiba tiba masimo datang menahannya.
"hai brother apa sudah puas memegang permata sepeninggalan ayahku" ujar Masimo menatap sinis kearahnya.
masimo memutar tubuh Araf dan menahan nya.
"serahkan permata itu atau aku akan membunuhmu" ujar masimo
kini satu Markas terdengar sangat ramai dengan Suara tembakan yang saling bersahut sahutan.
Araf menembak Alberto dan berhasil mengenai lengan pria itu.
"tuan" panggil Alvaro merasa khawatir pada tuannya.
"tidak usah pikirkan aku, Serang saja mereka"
Alberto kembali melakukan penyerangan terhadap anggota black lion, hingga banyak yg berhasil ia lumpuhkan
"hahaha kalian tidak akan bisa membunuhku" teriak Araf dari atas dengan memegang bom yg sebentar lagi akan meledak.
__ADS_1
"kau carilah permata itu di ruangannya, soal pria ini aku yg akan mengatasinya" usir alberto pada masimo.
"baiklah"
"heh! kalian pikir kalian punya waktu untuk mengambil permata itu? jangan harap brother permata itu sudah aku tangani dengan aman" ujarnya dengan sinis.
Alberto hanya tertawa sinis, tampaknya Araf tidak tau jika alberto dan asisten Han memiliki IQ yg tinggi dan mampu meretas sistem keamanan apapun.
Alberto menodongkan pistol kearah araf.
"jika aku mati, kau pun akan mati, karna bom ini telah aku aktifkan" ujar Araf tertawa keras.
"cihh pria bejat seperti mu tidak pantas untuk hidup"
"setalah kau memperkosa gadis² kau pun menjualnya" ujar alberto marah.
sebenci apapun Alberto pada wanita, namun tidak sampai hati merusak wanita tersebut.
"hahah, kau tidak tau apapun urusanku alberto, sebaiknya kau banyak berdoa karna kita akan sama sama keneraka" ujarnya dengan angkuh.
Araf tertawa dengan kencang, namun seperkian detik, kepalanya mendapatkan Timah panas yg kini bersarang di kepalanya.
Alberto menembaknya, karna ia sudah muak mendengar perkataan pria pengecut seperti araf.
"Alberto aku berhasil mendapatkannya" ujar masimo datang bersama asisten Alvaro.
"cepat suruh para anak buah kita untuk keluar, sementara biarkan para anak buah pria bajing*n ini mati bersama tuan mereka"
mereka mengangguk setuju, pada anggota alberto dan masimo keluar dan mengurung anggota black lion di dalam.
__ADS_1
mereka segera meninggalkan tempat yg sebentar lagi akan meledak itu