
🌹🌹🌹
#part 45#
Ariana menundukkan kepalanya saat melihat suaminya menatapnya.
apalagi tatapannya itu seperti biasanya selalu tajam dan menusuk, namun itu sama sekali tidak menghilangkan ketampanan pria itu.
"mendekat lah" ujarnya
Ariana segera mendekati suaminya dengan langkah kecil, tubuhnya bergetar dan perasaannya menjadi gugup, pikirannya di isi dengan hak hal negatif yang membuatnya semakin ketakutan.
"ck dasar gadis bodoh! jalanmu sangat lambat" ketusnya dan berdiri menarik tangan istrinya membuat Ariana terduduk di pangkuannya.
"tu-tuan, apa yang kau lakukan" ujarnya dengan terkejut dan berusaha mendorong dada bidang kekar itu
"menurutmu? mana makanan yang aku minta, kau tau aku hampir mati kelaparan karna mu" ketusnya membuat Ariana mengernyitkan dahinya.
"apa? mengapa kau menatapku dengan seperti itu, apa kau berani padaku hah!" ujar Alberto dengan tinggi membuat Ariana segera menggelengkan kepalanya.
"tidak tuan, mana mungkin aku berani dengan anda"
"apa yang baru saja ia katakan? hampir mati kelaparan, ck badan seperti ini mana mungkin akan mati kelaparan" batinnya sembari menghidangkan makanan yang ia buat
kemudian Ariana memberikan piring berisi makanan itu pada suaminya, namun bukannya mengambilnya suaminya malah menatapnya dengan tatapan mematikan.
"apa kau tidak bisa melihat jika aku sedang sibuk"
__ADS_1
"lalu aku harus bagaimana tuan, tadi kau minta untuk segera di hidangkan karna kau kelaparan, namun sekarang kau malah mengatakan engkau sibuk" ujar ariana berusaha menahan kesal di dada.
"kau berani padaku ya, kau ingin melawanku" ujar Alberto malah marah terhadapnya.
"saya tidak melawan anda tuan, saya hanya merasa bingung"
"ck, dasar gadis bodoh kau kan bisa menyuapi ku" ujarnya membuat Ariana membulatkan matanya.
"apa? menyuapinya ck, dasar bagyi besar dia pikir aku ini Beby sisternya" batinnya dengan perasaan kesal.
"apa lagi yang kau tunggu, cepat suapi aku"
"baik tuan"
Ariana menyendok kan nasi itu dan kemudian menyuapkan kearah suaminya, tanpa ia sadari alberto tersenyum tipis namun tak terlihat. Alberto pun melanjutkan pekerjaannya sambil makan.
sementara asisten Alvaro hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Alberto yang mencari kesempatan dalam kesempitan.
di negara lain.
tampak wanita sedang terbaring lemah di atas brankar
ibunya selalu menangis karna putihnya itu sama sekali tidak bangun².
"bangun nak, ibu merindukanmu" tangisnya, sedari tadi suaminya sudah berusaha menenangkannya.
sementara dokter yang selesai memeriksakan wanita itu pun langsung menatap kearah wanita tua itu.
__ADS_1
"dok, kapan anak saya kembali pulih"
"maaf nyonya, nona sedang mengalami pendarahan di kepalanya cukup parah dan nona muda harus di operasi sebelum sangat bertambah parah"
"lakukan asalkan itu membuat putriku sembuh"
"baiklah nyonya dan tuan mohon untuk keluar, karna nona akan kami bawa ke ruang operasi"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
masih di kantor Alberto.
tampak Ariana selesai menyuapi suaminya, gadis itu membereskan sisa sisa makanan Alberto dan kembali memasukkannya ke dalam tas yg ia bawa.
"tu-tuan, bolehkah saya meminta izin untuk pulang agak malam" ujar Ariana dengan hati hati, takut suaminya akan marah.
"mengapa kau pulang malam"
"hari ini ada pesta di restauran dan akan banyak pelanggan yang datang , saya harus membantu karyawan lainnya, boleh ya tuan"
"apa yang bisa kau berikan padaku jika aku mengizinkanmu pergi" ujar alberto menyeringai licik membuat Ariana bingung.
__ADS_1
"apa yang anda inginkan tuan"
"aku ingin kau!" ucapnya membuat Ariana tersentak