
๐น๐น๐น
#part 51#
di kamar.
Alberto mulai terbangun dari tidurnya.
ia meraba raba di samping tempat tidurnya, namun ia tidak merasa tanda tanda keberadaan istrinya.
ia langsung membuka matanya dan menoleh kesana kemari hendak mencari keberadaan istrinya.
ia turun dari ranjang dan membersihkan diri, ia segera mengenakan pakaian kerja yang disiapkan istrinya.
ia turun menggunakan lift agar cepat sampai di dapur, ia yakin saat ini istrinya sedang membuat sarapan untuknya.
ia berhenti sebentar, jantungnya berdegup kencang, ia memegangi dadanya sebentar.
pagi ini, istrinya tampil cantik di hadapannya, menggunakan celemek dan pita dirambutnya seperti Cinderell
Ariana melihat kedatangan suaminya dan menyambutnya dengan hormat.
__ADS_1
"selamat pagi tuan, ini sarapan anda" bukannya menjawab Alberto malah melamun membuat Ariana merasa heran.
Alberto menjadi salah tingkah, ia memalingkan wajahnya berusaha menutupi wajahnya yang kini merona merah.
"ekhem...apa kau berusaha menggodaku hah!!"
"maksud anda tuan"
"iya, kau sengaja kan menggodaku dengan mengenakan pakaian itu! dengar, jika sampai aku melihat kau mengenakan pakaian seperti ini di hadapan orang lain, maka aku akan mencincang tubuhmu, ingat itu" ujar Alberto tak jelas membuat Ariana merasa aneh dengan sikapnya.
"apa dia sakit? ck, menyebalkan! mengapa aku harus menikahi pria aneh sepertinya" batinnya merasa kesal pada suaminya.
"apa? mengapa kau menatapku seperti itu, apa kau Berani padaku hah!" ujarnya marah membuat Ariana semakin lesu.
"ohh ya tuhan, rasanya aku ingin menghilang dari muka bumi ini" geramnya
"sekali lagi kau tersenyum padaku, aku akan memakanmu pagi ini juga, tak perduli aku tidak berangkat bekerja" kesal Alberto membuat Ariana langsung menundukkan kepalanya sebab pipinya merona merah sekarang
Alberto duduk di kursinya, sementara Ariana berdiri di sampingnya dan menghidangkan makanannya.
jujur, Alberto masih merasa malu di dekat istrinya namun sebisa mungkin ia bersikap angkuh untuk menghilangkan rasa malunya
"ini makanan anda tuan"
__ADS_1
"tanganku sakit, suapi aku!" ucapnya membuat Ariana membulatkan matanya.
"apa? menyuapi nya, ck dasar bayi besar" Ariana ingin sekali memukul wajah suaminya itu, namun apalah dayanya ia merasa sangat takut pada suaminya.
ia pun hanya bisa menurut dari pada mendapat masalah
"baik tuan"
Ariana menyuapi suaminya dengan hari hati, sementara Alberto kini tampak hatinya tersenyum senang. rasanya pagi ini adalah pagi yang sangat bersejarah baginya
Alberto menarik tubuh Ariana membuat Ariana terkejut. kini wanita itu duduk dipangkuan suaminya, Ariana yang masih terkejut itu melamun hingga suaminya pun menyentil jidatnya.
"auww" ringisnya sebab mendapat jitakan di dahinya.
"mengapa melamun, apalagi yang kau pikirkan cepat suapi aku" ujarnya dengan santai tanpa merasa bersalah.
Ariana hanya diam dan segera menyuapi pria itu. lagi lagi Alberto tersenyum tipis namun tak terlihat oleh wanita itu.
"ck, dasar gadis bodoh!" batinnya merasa Ariana sangatlah lemah dan bodoh.
tiba tiba Alvaro datang membuat alberto dan Ariana terkejut. Alberto menatap tajam asistennya membuat Alvaro menelan salivanya dengan susah.
"ck, kau berani mengganggu ketenangan ku!" ucapnya marah.
__ADS_1
"ma-maag tuan, tuan tapi apa yang anda minta semalam sudah dilaksanakan dan mereka meminta untuk di lepaskan"
"ck, sudah bersikap seenaknya terhadap istriku dengan mudah nya Meraka minta dilepaskan" ujar Alberto marah pada ibu tirinya Ariana