
🌹🌹🌹
#part 93#
kota X
Olivia mengetahui jika kini putranya sedang berada di negara Amerika untuk menyusul Ariana
sebenarnya Olivia dan Kenzo tahu tentang putranya, namun mereka tidak ingin ikut campur.
mereka yakin putranya itu bisa menyelesaikan permasalahannya.
seperti saat ini.
Aurel yg sedang madah² di dalam kamar Aurora membuat mom oliv akhirnya menemui kedua putrinya tersebut.
"ada apa sayang"
"mom, lihatlah Aurora meminjam lipstik milikku namun ia tidak meminta izin padaku, bahkan kini lipstik nya sudah patah" ucap Aurel dengan kesal.
"sudahlah Aurel kan kau bisa membelinya yang baru"
"bukan begitu mom, aku tidak mempermasalahkannya hanya saja bisa tidak ia meminta izin padaku"
__ADS_1
"jika aku meminta izin padamu, pasti kau tidak akan meminjamkannya bukan" ucap Aurora dengan santai semakin membuat Aurel kesal.
"sudahlah jangan bertengkar, Aurora lain kali jika ingin memakai milik kk mu, sebaiknya berbicara dulu"
"baik mom"
"dan kau Aurel, kau tidak perlu sampai Semarah itu"
Aurel yg sudah sangat kesal meninggalkan ibunya, entahlah jika ia sedang marah perutnya pasti ingin di isi.
Olivia mengehela nafasnya dengan berat, ia berniat memisahkan kedua putrinya, kepalanya seperti ingin pecah saat melihat pertengkaran twins A.
Aurel kini berada di meja makan dengan ponsel di tangannya, ia mengamati foto seorang pria tampan yg sebenarnya menempati hatinya, namun ia segera membuang jauh jauh, sebab Aurora juga menyukainya tidak mungkin ia berebutan seorang pria dengan adiknya.
anehnya Aurora tidak memiliki sopan padanya keluarganya tidak marah, namun jika ia tidak mengalah kakaknya Alberto pasti akan selalu marah padanya.
inilah yang membuat sifat Aurel begitu sombong dan angkuh, keluarganya selalu mengajarkan kekerasan padanya, dan sementara Aurora gadis itu selalu mendapatkan kasih sayang lebih dulu karna dia seorang putri kecil dari keluarga.
Aurel dan Aurora hanya beda 3 menit untuk keluar dari perut mom oliv, namun di mata mereka Aurora tetap yg paling kecil.
...☘️☘️☘️☘️...
hari sudah malam.
__ADS_1
setelah perdebatan tadi siang, Ariana tidak berbicara sama sekali pada alberto, bahkan secara terang terangan Ariana akan menolak jika pria itu memeluknya.
"sayang, aku mohon maafkan aku"
Ariana diam tidak menyahuti perkataan suaminya, ia menyumpal telinganya dengan kedua tangannya membuat alberto merasa lucu dengan sikapnya.
"sayang, aku tidak sengaja membentakmu, aku mohon maafkan aku"
Alberto berusaha untuk menghibur istrinya itu, namun usahanya lagi lagi gagal. istri kecilnya itu sangat susah untuk di bujuk.
"apa kau ingin sesuatu? aku akan mengajakmu kemanapun yang kau mau"
lagi lagi ia tidak dipedulikan oleh Ariana.
Alberto menghela nafasnya dengan berat, ia menggendong tubuh mungil itu membuat Ariana berteriak minta di turunkan.
"apa yang kau lakukan alberto! turunkan aku" pekiknya menendang nendangkan kakinya.
Alberto meletakkannya di ranjang dan memeluk nya tanpa melepaskan ya sedikitpun.
"Alberto ada apa denganmu" ujar Ariana melihat suaminya itu berjongkok di bawahnya dan memegang tangannya.
seorang mafia angkuh, kejam, bahkan tidak akan pernah menundukkan kepalanya sedikitpun kini musna, cintanya yang begitu besar membuat ia membuang rasa malunya.
__ADS_1
ia mengecup tangan Ariana dan mengelusnya dengan pelan. saat ini posisi Ariana duduk di ranjang, sementara ia berjongkok di bawah Ariana.