
๐น๐น๐น
#part 95#
Alfian yang melihat istrinya bersiap siap tengah malam, membuatnya merasa heran. "kau ingin kemana?"
"aku di jemput oleh mama"
"ingin kemana?"
"aku tidak tahu, jika ingin tahu bertanyalah pada mama" ketus bela kemudian meninggalkan suaminya.
"Ariana sikapnya tidak seperti ini padaku, andai aku tidak mengkhianatinya" ucap Alfian menatap kepergian istrinya.
ada rasa penyesalan di hatinya, ia menyesal telah melukai seorang wanita yang begitu tulus mencintainya demi sebuah harta.
di mobil.
kini bela dan Laura menuju bandara.
"haha, sebentar lagi kita akan menang sayang"
"mama benar, aku tidak tahan wanita itu terus menerus hidup, bisa bisa hidupku hancur karna nya" ucap bela tertawa sinis.
tak lama mereka sampai di bandara, meski tengah malam banyak juga penumpang di sana.
pesawat lepas landas, mungkin esok hari mereka akan sampai ke Amerika
__ADS_1
*
*
*
*
*
*
keesokan harinya.
Ariana terbangun dari tidurnya, ia mengerjapkan matanya seperti sepi dan tidak ada kehidupan Alberto pergi dari kostnya. tapi tak apa, ia tidak ingin terus menerus berada di dekat pria itu, akan sangat sulit melupakan pria itu.
sementara di hotel.
kini alberto masih tertidur pulas, setalah semalam ia menghabiskan begitu banyak wine bahkan Alvaro sulit melarang nya.
tampak kamar hotel itu begitu berantakan untung saja dia pelanggan VIP sekaligus pemilik hotel itu.
jadi tidak ada yg berani mengusik ketenangan nya.
alarm yang di sediakan hotel berbunyi, membuat Alberto terbangun karna merasa terganggu, ia kemudian duduk mengumpulkan nyawanya.
ia meregangkan kedua otot tangannya dan memijit keningnya yang sedikit terasa pusing.
__ADS_1
"selamat pagi tuan, saya sudah menyuruh beberapa staf untuk membersihkan kamar anda dan menyiapkan sarapan anda" ucap Alvaro membungkukkan badannya.
Alberto tidak menjawab, ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
tak lama beberapa staf pun datang dan mulai membersihkan kamar Alberto yang sangat berantakan itu.
setelah semua selesai, dan sarapan alberto telah di susun di atas meja depan sofa, Alvaro menyuruh para staf itu keluar.
Alberto pun keluar dengan handuk sepinggang menunjukkan otot sitpacx nya.
"ini pakaian anda tuan, setelah itu saya sarapan saya akan menyampaikan informasi penting"
Alberto menaikkan satu alisnya. namun ia diam saja malas untuk menjawab, ia memakan sarapannya karna setelah ini ia akan menemui istri dan anaknya.
namun, sesendok pun tidak selera di mulutnya, ia menaruhnya kembali.
Alvaro bingung menatap tuannya yg tidak memakan makanannya. "tuan, mengapa anda tidak memakan sarapan anda" ujar alvaro memberanikan dirinya untuk bertanya
"aku akan makan bersama istriku saja" ucap Alberto datar dan tak bisa di tentang oleh Alvaro.
"apa yang ingin kau katakan? disini saja" ujar Alberto to the point
"begini tuan, menurut hasil mata mata yg di kirim oleh Lucas, valentine dan nyonya Elina menjalankan rencana untuk membunuh nona muda, mereka bekerja sama dengan nyonya Laura ibu tiri nona Ariana dan juga kakak tirinya" jelas nya panjang lebar.
Alberto yang mendengarnya tentu saja naik pitam, namun seperkian detik ia menyeringai bak raja iblis yang siap memangsa siapa saja, Alvaro yg melihatnya sedikit ketakutan.
"not that easy vixen"
__ADS_1
"bawa beberapa anggota black Devils untuk menjalankan rencana, ini termasuk kesempatan untukku" ujar Alberto tersenyum senang, Alvaro yang merasa bingung itu memilih untuk mengikuti apa yang di perintahkan tuannya