
๐น๐น๐น
#part 47#
Ariana menghela nafas nya dengan berat, ia pun menarik tangan Lisa agar duduk di sampingnya.
ariana menceritakan dari awal sampai akhir mengapa ia bisa menikahi Alberto.
"hah! serius? lalu mengapa kau takut saat suamimu datang ke restauran harusnya kau kan merasa senang kau bisa memamerkan nya pada semua orang jika tuan Alberto itu suamimu" cerocosnya panjang lebar.
"haah! Lisa kau tidak tau berada di posisiku seperti apa, menajdi pengantin pengganti yang tidak di anggap"
"tega ya kekasih Lo, gue ga nyangka Lo ternyata sangat menderita di balik senyuman Lo"
"kamu tidak tau apa apa Lisa, semua orang di takdirkan untuk merasakan hal menyakitkan dan menyenangkan"
"tapi menurut gue Lo ga pantes mendapatkan itu semua Ariana"
"sudahlah yang lalu biarlah berlalu, aku yakin di kehidupan berikutnya aku akan mendapatkan kebahagiaan juga" ujarnya tersenyum menahan pedih di hatinya.
"apa tuan alberto memperlakukan Lo dengan baik?"
"tidak juga"
"gue udah yakin, apalagi sebagai penebus kesalahan"
__ADS_1
Ariana mengiyakan perkataan sahabatnya, sementara Lisa sebisa mungkin menyemangati sahabatnya itu.
"kalau ga salah sih ri, gue dulu satu kelas sama nyonya Elina dan tuan alberto" Ariana membuatkan matanya merasa terkejut
"hah? beneran"
"iya, dan aku sih dulu selalu menjadi sasar bulian Elina sama teman temannya, aku juga heran deh kenapa tuan Alberto sangat mencintai wanita jahat seperti Elina"
"cinta itu tidak tau kemana arahnya ia harus kembali, mungkin tuan Alberto di takdirkan untuk mencintai nyonya Elina"
"Lo bener"
"ya sudah, kita kembali bekerja saja dari pada mengurusi hal yang tidak penting seperti ini" ucap Ariana dan di balas anggukan oleh wanita itu.
*
*
*
"apa wanita itu sudah kembali"
"nona masih berada di restauran tuan"
"kita kesana sekarang"
__ADS_1
"tapi tuan, saya baru saja mendapat laporan jika nyonya besar mengundang anda untuk makan malam di mension bersama nona muda"
"baiklah kita ke mension momy, tetapi tidak perlu membawa gadis itu karna hanya akan merepotkanku nanti"
"baik tuan"
Alberto dan Alvaro pun menuju mension Olivia, Alberto tidak jadi menemui istrinya sebenarnya ia tidak ingin membawa istrinya karna ia tidak suka saat melihat tatapan orang orang begitu menyakitkan terhadapnya.
mereka sangat membenci Ariana karna dianggap sebagai pembunuh Elina.
"apa kabarmu di sana sayang" lirihnya pelan dan menatap sendu ke arah bangunan bangunan kota.
Alvaro bisa melihat dengan jelas kesedihan Alberto melalui kaca spion, namun ia berpura pura untuk tidak terjadi apa apa.
hingga kini mobil yang ia kendarai Samapi di kota X begitu cepat.
Lamborghini mewah itu memasuki gerbang mension dengan di sambut hormat oleh pengawal pengawal pribadi Kenzo.
Alberto dan Alvaro pun masuk ke dalam dengan langkah elegan.
"kakak, akhirnya kau datang aku menunggumu sedari tadi" ujar Aurora memeluk alberto dengan erat. berbeda dengan Aurel gadis itu tampak cuek dan biasa biasa saja.
"loh mana menantu momy" tanya Olivia pada putranya saat tidak melihat Ariana
"dia tidak ingin ikut, karna ia sedang mengantuk" ujar Alberto berbohong, karna tidak mungkin ia mengatakan jika Ariana bekerja sebab ia tidak menafkahi bisa bisa ibunya akan menyuruh ayahnya untuk menyuruhnya menceraikan gadis itu.
__ADS_1