
๐น๐น๐น
#part 8#
Bi asih mengamati Ariana yang mengepel lantai tanpa mengeluh. Hingga selesai melakukan tugasnya. "mari nona, bibi obati luka anda"
"Tidak bi, bibi tidak boleh melakukan itu karna nanti Tuan Alberto akan menghukum bibi jika merawatku" ujar Ariana menolak secara halus.
"Tidak akan nona, saya pelayan yang menjaga tuan alberto saat kecil bersama bi surti kepala pelayan di mension utama milik orang tua tuan alberto"
. "mari nona, bibi obati luka anda"
"Tidak apa ko bi, nanti juga sembuh" bi asih hanya mengalah tak ingin memaksa. Wanita pucat namun tidak menghilangkan kecantikannya membuat siapa pun iri dengan kecantikannya.
Jika dipikir pikir, Ariana lebih cantik dari Elina istri pertama tuan Alberto pikir bi asih.
"Saya permisi nona"
"Baik bi"
Bi asih menuju dapur meninggalkan Ariana sendirian. Ariana segera menyelesaikan pekerjaannya sebelum Alberto memanggilnya.
"Ariana...!!!" Teriak seorang pria menggelegar seluruh ruangan.
Ariana berlari menaiki tangga segera menghampiri suaminya. Karna ia berlari menunduk ia tak menatap jika suaminya berada di lantai atas hingga ia menabrak tubuh kekar itu.
Bugh..
__ADS_1
"Awww" ringisnya mengelus bokongnya yang kesakitan itu.
"APA KAU TIDAK BISA MELIHAT HA..!!!" bentak Alberto pada istrinya yang bodoh itu.
"Ma-maaf tuan...aku tidak sengaja" ujar Ariana menundukkan kepalanya
"cihh tidak usah banyak alasan, siapkan pakaianku dan awas saja kau salah memilihkan ku pakaian" ujar Alberto sembari meninggalkan Ariana.
Ariana yang tak mengerti pun menurut saja, baginya melawan suaminya adalah hal terburuk di dunia karna ia akan mendapatkan masalah besar nanti.
Ariana menyiapkan pakaian Alberto, sementara Alberto tampak tak perduli dengan keadaan istrinya.
Ia mengambil pakaian yang di siapkan Ariana dan memakainya.
Alberto enggan mengapa wajah istrinya kala melihat ada sedikit kemiripan di wajah Ariana dengan Elina yaitu alisnya yang yg tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis
Ia harus kuat agar orang lain tidak menindasnya.
"Jangan berbuat seperti ratu disini karna kau hanyalah seorang babu" ia punya dengan kata kata pedasnya
"Baik tuan, saya akan melakukan apa yang kau perintahkan" ujar Ariana tersenyum getir.
"Bagus, sadari posisi mu karna kau tidak akan menempati hatiku sampai kapan pun"
Alberto menyeringai tajam dan kemudian meninggalkan istrinya menuju ruang kerja.
Setelah kepergian Alberto Ariana pun langsung menangis menumpahkan segala isi hatinya.
__ADS_1
"Ya, aku tau dia bersikap seperti itu karna ulahku juga andai kata aku tidak menabrak istrinya mungkin sekarang dia bahagia bersama istrinya"
Ariana keluar dari kamar suaminya dan menuju dapur untuk menyiapkan makan siang.
Gadis itu melangkah menuruni tangga dengan sedikit terseok Seok karna ia merasa sakit di kedua lututnya efek saat suaminya menyeretnya bagaikan hewan
Di ruang kerja.
Tampak pria tampan itu duduk menyilangkan ke dua kakinya Daan menatap tajam sang asisten.
"Awasi markas dan suruh Lucas dengan anak buahnya untuk membunuh siapapun yang ingin merusak lingkungan kita, aku tidak ingin milikku di rusak orang lain" uajr Alberto dengan tatapan tajamnya kearah sang asisten
"Baik tuan"
Alvaro pergi meninggalkan ruangan kerja Alberto. Sementara pria itu kini menatap bangunan kota dari jendela besar itu.
Pikirannya teringat pada istrinya yang sudah meninggal karna sebuah kecelakaan yang menimpa mereka.
"Elina, andai kata aku ikut bersamamu mungkin aku tidak seperti ini" ujar Alberto dengan sedihnya.
Tiba tiba pintunya di ketuk seseorang dari luar,membuat Alberto menatap tajam kearah pintu.
"Masuk..!!!" Ujarnya dengan nada tinggi
"Tuan ini coklat panas anda" ujar Ariana tersenyum tulus
"Cihh merasa sok kuat dihadapan ku, kau pikir aku akan merasa kasihan padamu! Heh, tidak akan"
__ADS_1
Alberto menatap sinis kearah Ariana, namun gadis itu tetap tersenyum meski hatinya terasa sangat sakit menelan semua perkataan tajam dari sang suami, ia berharap semoga kehidupannya mendapat yang lebih baik kedepannya.