
🌹🌹🌹
#part 138#
setalah pernikahan adik iparnya.
kini Ariana dan suaminya kembali ke mension. pria itu enggan berbicara dengannya, namun Ariana mencoba untuk tidak perduli, karna ia lelah jika harus berdebat dengan alberto.
seolah olah tak akan ada habis nya jika membuka bendera perang dengan pria itu.
setalah membersihkan diri, Ariana pun menyiapkan pakaian Alberto. pria itu melengos begitu saja.
setalah 20 menit, barulah Alberto keluar dari kamar mandi dengan handuk sepinggang menunjukkan tubuh atletisnya.
"Deddy apa kau masih marah padaku??" tanya Ariana yang tak kunjung mendapat respon dari suaminya.
"baik jika itu mau mu, aku tidak akan berbicara denganmu" ujar Ariana, namun sia sia, pria itu tampak cuek dan tak perduli.
"aku tidur di kamar sebelah, aku tidak ingin mengganggumu" ujar Ariana sma segera meninggalkan kamar pribadi mereka berdua.
Ariana memilih untuk tidur di kamar anaknya.
lagi pula, Ariana juga sekalian ingin menjaga anaknya.
hari sudah larut malam.
__ADS_1
jam sudah menunjukkan pukul 8:00 wib. Ariana tak bisa tidur karna biasanya akan mendapatkan pelukan hangat dari Alberto.
anak anak Ariana sudha tertidur pulas,namun kini Ariana malah gelisah. Ariana merasa ada yang membuka handel pintu, dengan segera ia berpura pura tidur.
langkah kaki terdengar mendekat kearahnya. ia merasakan seseorang naik ke atas ranjang.
wangi tubuh yang Ariana kenal, seseorang itu mendekap tubuh Ariana dengan erat, dan membuat Ariana menjadi nyaman, dan kantuknya mulai datang.
"mengapa kau membuat ku cemburu? milikku tidak boleh menyebut nama pria lain di hadapan ku, aku tidak suka milikku di ambil oleh orang lain" bisik nya mengecup lembut telinga Ariana.
membuat wanita itu sedikit menggeliat karna merasa geli di tengkuknya.
Ariana membalikkan tubuhnya hingga menghadap suaminya. dengan sengaja ia memeluk alberto.
"jadi kau marah karna cemburu hmm???" ucap Ariana tersenyum.
"eungh..." desisnya kala sang suami bermain di area sensitifnya.
Ariana mencengkram rambut Alberto dan menggigit bibir bawahnya, berusaha untuk tidak mengeluarkan suara suara aneh.
namun pertahanan nya runtuh begitu saja saat Alberto menyatukan tubuhnya.
"Deddy...."
hingga sampai pada pelepasan mereka mengeram bersama sama.
__ADS_1
Alberto kembali mengenakan jubahnya, dan ia juga mengenakan Ariana jubah. Alberto menggendong istrinya membawanya menuju kamar pribadi mereka.
alberto membaringkan tubuh istrinya dengan perlahan di ranjang. suasana kamar bertambah romantis dengan cahaya bulan yang menerangi kamar mereka. ditambah angin berhembus kencang melalui kaca jendela besar yang sengaja di biarkan terbuka.
"sayang, kini kita akan hidup dengan bahagia"
"kau benar Deddy, aku berharap bisa menua bersama mu, hingga Mateo dan Zanetta memiliki seorang anak"
"kau benar sayang, aku ingin menua bersama mu bahkan sampai mau memisahkan kita"
"i love you all my soul"
"I too will love you forever" balas Ariana dan mengecup pelan bibir tebal milik suaminya itu.
Alberto semakin mengeratkan pelukannya. ia menempelkan keningnya pada kening istrinya dan wanita itu pun hanya tersenyum lembut.
"moglie birichina, mi fai sempre ingelosire"
"ha? Deddy aku tidak bisa bahasa Italia"
Ariana menatap kesal kearah suaminya yang tersenyum licik, Ariana yakin jika suaminya itu mengatainya dengan menggunakan bahasa Itali yang sulit ia mengerti.
"aku mencintaimu"
"aku juga Deddy"
__ADS_1
...❤️~ i love you untuk kalian semua yang dukung Mimin sejauh ini~❤️...
...★ TAMAT ★...