
๐น๐น๐น
#part 20#
Ariana keluar dari ruangan arka dengan kotak kue di tangannya.
tiba tiba Lisa muncul dihadapannya membuatnya terkejut.
"Lisa kau membuatku terkejut" ucap Ariana sembari mengelus pelan dadanya.
"apa yang tuan arka berikan padamu"
"kue, dia memberikanku kue"
"dia sangat romantis apa dia menyukaimu"
"aku rasa tidak mungkin dia hanya bersikap baik kepadaku" ujar ariana tersenyum.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
hari sudah sore.
Ariana kembali ke kediamannya sebelum Alberto pulang ke mension.
Ariana masuk kedalam kamar dan membersihkan diri, kemudian ia membantu pelayan untuk menyiapkan makan malam.
__ADS_1
tiba tiba pak Wisnu datang dan membungkuk hormat padanya membuat Ariana ikut membungkuk.
"permisi nona, tuan memberikan ini agar anda kenakan malam ini ia menyuruh anda agar segera bersiap siap karna tuan alberto tidak suka menunggu"
"baik pak, Ariana akan segera berganti" ujar Ariana membungkukkan badannya dan kemudian menuju kamar untuk mengganti pakaiannya.
ia sedikit memoles mek up ke wajahnya.
"ini pakaian apa, mengapa sangat pendek" ujar Ariana kebingungan.
namun ia terpaksa memakai nya takut suaminya akan marah padanya.
ia menatap dirinya di pantulan cermin, meski begitu ia tetap terlihat sangat anggun dan menawan.
"ya tuhan, masalah apa lagi yang akan datang" ujar Ariana mengapa cermin dengan menahan Air mata.
tiba tiba pintu kamar di ketuk seseorang membuat ia mau tidak mau menuju kearah pintu dan membukanya
"ada apa bi"
"baiklah"
Ariana menyusul pelayan tersebut, Ariana sedikit menarik ujung rok nya dan hig heels itu membuatnya kesusahan berjalan.
Ariana keluar dari mension menuju Lamborgini mewah itu.
"APA KAU TIDAK BISA BERJALAN DENGAN CEPAT HAH..!!!" teriak Alberto saat Ariana kini berada disampingnya.
"maaf tuan, hig heels dan pakaian ini membuatku risih" ujar Ariana pelan dan menundukkan kepalanya.
"banyak alasan, dasar gadis bodoh" ujar Alberto memaki istrinya.
Ariana hanya diam menerima setiap perkataan pedas dari suaminya, dari pada jika ia menjawab dan suaminya akan kembali melakukan kdrt padanya.
__ADS_1
Lamborghini mewah itu kini keluar dari gerbang mension membelah jalanan kota
Ariana hanya diam menatap bangunan kota yang berdiri megah, melihat orang orang yang bahagia di pinggir jalan bermesraan dengan kekasihnya.
ia juga melihat sepasang suami istri dengan anak perempuan yang kini sedang bermain dengan bahagia dan itu membuat nya sedikit iri.
selama ini ia hanya mengharapkan kasih sayang dari semua orang, namun semua orang justru menganggapnya sebagai gadis pembawa sial.
ia selalu membawa bencana bagi semua orang dan orang orang pun menjauhinya termasuk ayahnya.
ibu nya bahkan meninggalkannya sedari kecil, namun ibunya sangat menyayanginya.
tak lama Lamborgini itu memasuki gerbang mension besar. Ariana menatap sekeliling taman bunga yang begitu indah dan barisan pengawal menyambut mereka.
"selamat datang tuan muda, nyonya dan tuan muda besar menunggu anda di dalam" ujar pak Jang membungkukkan badan.
Alberto masuk kedalam, sementara Ariana mengikuti langkah suaminya dari belakang.
ia masih merasa bingung mereka kini berada dimana
"mom ded" ujar Alberto memanggil orang tuanya.
"kau sudah datang, dan itu siapa di belakang mu, apa itu wanita yang menabrak istrimu" ujar Olivia membuat Ariana tersenyum kecil.
"ia mom, aku menikahinya"
"apa kau sudah gila menikahi wanita yang menabrak istrimu kak" ujar Aurel menatap tak suka kearahnya.
"kak Aurel kau tidak boleh berbicara seperti itu" ujar Aurora mengingatkan kakak kembarnya
"bukankah aku berbicara dengan benar"
"sudah sudah kalian jangan berkelahi karna wanita itu" ujar Chelsea berusaha melerai mereka.
__ADS_1
"duduk lah apa kau tidak lelah berdiri terus" ketus Alberto pada Ariana lantaran kesal istrinya itu tidak duduk disampingnya
Kenzo dan David hanya diam, menatap Ariana dari atas sampai bawah Ariana terkesan seperti wanita murahan.