
๐น๐น๐น
#part 106#
"sayang..." bisik Alberto dengan lembut sembari mengusap pelan rambut Ariana yang basah karna air itu.
"aku melakukan ini untuk mu, agar mereka berhati hati saat melakukan tindakan kejahatan, tidakkah aku sangat hebat dan berkuasa? ini juga sebagai bukti untukmu agar kau tau sebenarnya sejauh apa perbuatan yang bisa aku lakukan"
Alberto semakin memeluk tubuh istrinya dengan posesif, enggan melepaskan wanita itu tak perduli ia akan kesiangan pergi bekerja.
toh, ia tidak akan miskin sebab hartanya bisa untuk tujuh turunan.
"Deddy aku mohon lepaskan mereka saja, aku telah memaafkan mereka" ujar Ariana tak ingin sesuatu yang lebih mengerikan lagi terjadi.
Alberto menggosok punggung istrinya, hingga kini mereka berdua selesai membersihkan diri.
__ADS_1
Alberto memilih tak menjawab perkataan sang istri, sebab ia takut perkataannya akan melukai istrinya.
setalah mengenakan pakaian, mereka turun namun bukan menuju meja makan. Ariana yang tangannya di gandeng oleh Alberto merasa heran sebab suaminya itu malah mengajaknya ke ruang bawah tanah.
"Deddy, apa yang akan kita lakukan di sana"
"tentu saja ingin memberi mereka pelajaran yang setimpal"
Ariana lelah membujuk suaminya, sebenarnya ia juga marah karna rencana pembunuhan terhadap ia dan juga anaknya, akan tetapi ia memiliki hati nurani dan hati nuraninya mengatakan jika sebaiknya ia maafkan saja.
Lucas dan anggota yang lain memberi hormat, alberto duduk di kursi kebesarannya dan menarik Ariana agar duduk di pangkuannya.
Lucas membuka kain penutup jeruji besi, melihat kakak tirinya bela yang diikat dengan keadaan yang mengenaskan.
sekujur tubuh nya di penuhi dengan darah, dan di lantai terdapat rambut bela yang sepertinya sehabis di tarik dengan keji oleh para bawahan suaminya.
__ADS_1
Ariana melihat Alfian yang di ikat dengan rantai dan di sampingnya terdapat kandang clever, macan hitam yang siap menerkam nya.
Alfian menatap wajah Ariana dengan permohonan. agar wanita itu meminta suaminya untuk melepaskannya dan mengampuninya.
"bagaimana sayang, apa kau ingin melepaskan mereka? atau kau ingin aku melenyapkan mereka? kau tau aku bisa melenyapkan mereka sekarang, hanya tinggal memintanya saja padaku aku akan membereskannya sekarang" bisik Alberto pelan membuat Ariana yakin, jika suaminya itu merupakan komplotan kriminal.
dengan tangan yang bergetar dan ketakutan yang hebat,akhirnya Ariana membuka suara. "Deddy...apa kau mencintaiku?" sungguh! pertanyaan Ariana ini sungguh aneh bagi Alberto.
"apa maksudmu sayang? aku sangat mencintaimu dan juga anakku, mengapa kau bertanya seperti itu?"
"kalau begitu, aku yakin seseorang akan menuruti permintaan seorang yang ia cintai bukan? jadi aku mohon padamu Deddy, aku sudah memaafkan mereka dan aku mohon jangan siksa mereka seperti ini, kau bisa membalasnya menggunakan cara lain, aku tidak ingin suaminya menjadi seorang pembunuh"
Ariana berusaha meyakinkan pria itu, Ariana tidak ingin anaknya akan seperti ayahnya yang tega menyiksa sesama manusia.
perasaan ini lagi lagi di rasakan oleh Alberto, istrinya itu terlalu lemah dan membuatnya semakin ingin melindunginya dari orang orang jahat tak berguna, dan ini semakin menarik perhatian Alberto.
__ADS_1
"aku tidak akan pernah mencari penggantimu, kau hanya milikku tidak ada yang boleh memiliki mu selain aku" ujar Alberto menunjukkan pada semua orang jika Ariana miliknya.