
๐น๐น๐น
#part 125#
"minumlah, aku menyuruh pelayan membuatkan jus special untukmu" gumamnya tersenyum namun ia melirik istrinya yang tak perduli denganya.
Ariana malah bersenda gurau dengan asisten Alvaro, Alberto semakin marah dan tak sabar memberikan pelajaran pada asistennya itu.
"benarkah? terimakasih sayang aku semakin mencintaimu"
dengan penuh semangat jesslyn meminum jus yang disediakan pelayan, namun tak lama jesslyn langsung ambruk dan tertidur di lantai.
Ariana bergidik ngeri melihat kelakuan suaminya yang tak berperikemanusiaan itu.
segera para pengawal mengantar jesslyn ke apartemen nya, sementara sontak asisten Alvaro berdiri dan membungkukkan badan. "maaf kan saya tuan"
"saya tak bermaksud-" belum sempat melanjutkan bicaranya, alberto memberikan bogem mentah pada Alvaro, hingga pria itu tersungkur di lantai.
bugh!
bugh!
saya hendak melanjutkan amarahnya, dengan segera Ariana menahan tubuh suaminya yang marah dengan brutal itu.
__ADS_1
"Alberto, apa yang kau lakukan"
Ariana segera menolong asisten Alvaro, namun kemudian tangannya di tarik suaminya. alberto menggendong tubuh istrinya dan membawanya masuk kedalam kamarnya.
akhirnya asisten Alvaro di bantu pak Wisnu, dan dirawat oleh para pelayan.
dikamar.
Alberto membaringkan tubuh Ariana diranjang dan menahan tangan istrinya agar berhenti memukulinya.
"lepaskan..!!! kau sangat licik,kau boleh berdekatan dengan wanita lain mengapa aku tidak" teriak Ariana marah.
Alberto yang sudah tak bisa membendung rasa cemburu dihatinya, akhirnya melampiaskan kepada barang barang disekitarnya.
Brak..!!!
Ariana merasa sakit di bentak oleh suaminya, ia pun memilih diam dan melengos begitu saja tanpa mau menatap suaminya.
"sayang aku minta maaf" lirih alberto menarik tubuh Ariana hingga terduduk di ranjang.
Alberto berada dilantai, saat kini posisi Alberto seperti berjongkok dihadapan istrinya yang duduk di atas ranjang.
"maaf..aku tidak bermaksud membentakmu, maafkan aku, aku tidak sengaja...jangan marah padaku" lirihnya dan memeluk pinggang istrinya.
__ADS_1
Ariana berusaha melepaskan kepala suaminya yang dibenam di paha, namun Ariana terkejut saat melihat suaminya menangis.
"maafkan aku sayang, aku janji tidak akan mengulanginya lagi,kalau kau mau kau boleh menyiksa wanita itu, atau kau mau aku yang membunuhnya, tapi aku mohon...setelah aku mendapatkan milik uncle Xavier, aku berjanji akan membunuhnya jika kau mau" Alberto sedari tadi cerewet dan meminta maaf pada Ariana.
"aku tidak marah, hanya saja aku kesal padamu"
Alberto tau jika istrinya cemburu padanya, sama halnya dengan nya,ia akan marah jika istirnya berada di dekat pria lain, bahkan pria itu menatap istrinya lebih dari 5 detik ia sudah dipastikan akan habis di tangan alberto.
Ariana mengelus pelan rambut hitam tebal itu, membuat Alberto merasa semakin nyaman.
Ariana membawa suaminya agar tidur di ranjang, pinggangnya juga pegal karna sedari tadi duduk terus.
tiba tiba ia merasa keram di perutnya. Ariana pun secara reflek berteriak kesakitan.
"akhh..!!! Alberto...perutku sakit"
Alberto terkejut mendengar istrinya berteriak kesakitan.
"ada apa sayang"
"tidak tau, perutku sakit sekali" lirih ariana menangis sesegukan.
tanpa berpikir panjang,Alberto membawa Ariana kerumah sakit, ia menggendong tubuh istrinya dan menuruni tangga.
__ADS_1
"pak Wisnu,siapkan mobilku kita kerumah sakit sekarang" teriak Alberto menggelegar membuat seluruh pelayan mension panik di buatnya.
asisten Alvaro yang memang masih kesakitan didalam kamar tamu, mendengar Alberto berteriak sontak ia langsung keluar dari kamar dan hendak membantu Alberto.