
๐น๐น๐น
#part 81#
Alberto sudah menyerah. ternyata mengambil kembali hari istrinya sangat sulit dari yang ia bayangkan.
"Ariana aku mohon kembalilah padaku, aku berjanji akan membahagiakan mu"
"bagiku, hidup denganmu adalah siksaan neraka yang saya dapatkan tuan, dan bagiku kebahagiaan ku akan ada jika aku menjauh darimu"
lagi lagi tenggorokan alberto tercekat mendengarnya. Alberto duduk melemah di lantai kamar mandi, tepat didepan pintu Ariana.
ia menekuk kedua lututnya, baru kali ini ia begitu terpuruk karna seorang wanita.
"sayang maafkan aku" kali ini ia tak dapat membendung Air matanya. penyesalan menghampirinya.
ia sadar jika ia begitu mencintai ariana, namun keegoisan di dalam hatinya membuat ia menjadi membenci wanita itu.
"apa kah aku sejahat itu terhadapmu? sampai sampai kau tidak ingin kembali kepadaku"
"setiap orang memiliki batas kesabaran tuan, dan kini batas kesabaran ku telah habis, aku tidak membutuhkan cintamu ataupun harta yang kau miliki, aku hanya ingin hidup bahagia tanpa mu" ucapan ariana kali ini sangat menusuk hatinya.
Sukir sekali untuk menyakiti ibu dari anaknya. "pergilah tuan, aku tidak ingin melihatmu"
"aku tidak akan pergi sebelum aku memelukmu meski hanya untuk sekali"
"maaf tuan, aku tidak membutuhkan kehangatan dari seseorang yang selalu menyakitiku, jika kau membutuhkan sebuah kehangatan bukankah ada nyonya Elina yang masih menjadi istri sahmu"
"dia bukan lagi orang yang aku cintai Ariana, aku hanya mencintaimu"
__ADS_1
"aku tidak ingin mendengar omong kosong mu tuan"
"Ariana aku-"
"ku mohon pergilah, atau aku akan membencimu selamanya" ujarnya kini berteriak lantaran kesal pada pria itu
"baik, aku akan pergi namun aku masih tetap memantau keberadaan mu"
"aku sangat tidak perduli" balas Arian kini lebih menyakitkan.
Alberto meninggalkan kamar mandi dengan langkah gontai. ia kini merasakan penyesalan yang sangat dalam.
ia kini sadar, cinta yang begitu tulus hilang begitu saja hanya karna sebuah wanita tak berharga.
Daniel yang melihat Alberto dari arah kamar mandi langsung mendekati pria itu.
Alberto memasuki mobilnya dengan perasaan kacau.
sementara.
tampak Ariana menangis dalam diam. ia begitu merasakan sakit yang teramat dalam, bahkan lebih sakit dari sebelumnya pria itu menyakiti nya.
"aku membenci kalian semua" isaknya menuangkan segala kesedihan nya di dalam kamar mandi.
...โ๏ธโ๏ธโ๏ธ...
hari telah sore.
Ariana kini Kembali kediamannya.
__ADS_1
"Ariana aku mencarimu kemanapun, namun mengapa kau sangat sulit di temukan" ucap Lisa sangat khawatir pada sahabatnya itu.
Ariana hanya diam, ia tampak terlihat murung biasanya ia selalu tertawa riang dan lebih aktif.
"aunty,ada apa dengan Ariana"
"aunty rasa tuan Alberto telah menemui nya"
"benarkah? sejak kapan tuan alberto kesini"
"tadi siang ia kesini dan mencari Ariana"
"ohh tidak, pria itu sungguh keterlaluan apa kurang puas ia menyiksa sahabatku"
"sudahlah Lisa, bagaimana pun tuan Alberto masih suami sah Ariana ia berhak melakukan itu"
dikamar.
Ariana kembali menangis.
"tidak Ariana kau harus meluapkan masa lalumu, kali ini kau tidak memiliki siapapun"
Ariana memilih untuk beristirahat sejenak. ia ingin menetralkan pikirannya, ia tidak ingin menjadi setres karna itu bisa membahagiakan calon buah hatinya.
sementara...
tampak alberto meminum wine di tangannya dan menatap sinis kearah jendela besar di hotel.
kali ini ia akan membalaskan dendam istrinya.
__ADS_1