
๐น๐น๐น
#part 44#
Alberto menuju balkon untuk menghubungi asistennya, ia ingin mencari tau asal usul Alfian kekasih Ariana.
"iya tuan"
"cari tahu asal usul pria yang menjadi menjadi kekasih istriku dulu"
"baik tuan"
Alberto mematikan telfonnya dan menuju ruang kerja. malam ini ia akan tidur di ruang kerja karna ia masih malu untuk menatap wajah istrinya.
sementara Ariana gadis itu memilih untuk tidur dari pada memikirkan kejadian memalukan seperti tadi.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
keesokan harinya.
__ADS_1
di restoran, tampak Ariana berada di dalam ruangan arka.
"Ariana apa kau hari ini bisa pulang agak sedikit malam, karna ada banyak tamu undangan yang datang karna ini adalah hari festival boyfriend dan sudha di pasti kan para pasangan akan datang untuk membahagiakan pasangannya"
"emmm...tapi aku harus izin dengan suamiku jika tidak ia akan menyeret ku pulang nanti" ujarnya dengan sendu.
"baiklah tapi kau harus ada disini ya"
"baiklah akan aku usaha kan"
setelah itu Ariana keluar dari ruangan arka, Ariana bergegas mengambil tasnya untuk kembali pulang.
ia memesan taksi agar cepat sampai.
ia menatap bangunan kota pencakar langit. "sungguh ternyata kehidupan orang orang besar sangat menakutkan, ya tuhan mengapa aku harus berada di antara orang orang besar, sangat menyakitkan" lirihnya pelan.
para pengawal menatap ke arah layar otomatis untuk melihat siapa yang datang.
"nona muda datang buka gerbangnya" teriak pengawal dan security pun memencet tombol agar gerbang itu terbuka secara otomatis.
Ariana masuk dan membungkukkan badannya bersikap sopan, namun pada pengawal itu hanya diam dan berbaris rapi.
"ck, mengapa mereka semua sangat sombong seperti tuannya" ujar Ariana dan segera berlari menuju mension yang jaraknya masih jauh dari gerbang.
"hah..hah" tampak nafasnya terengah engah saat sampai dalam mension. ia segera menuju tangga untuk menuju kamar suaminya. namun, tiba tiba seseorang memanggilnya membuat ia harus menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"asisten alvaro"
"maaf nona, tuan muda memerintahkan anda untuk mengantarkan makan siangnya dan saya di perintahkan untuk mengantar anda"
"tapi saya harus kembali bekerja karna akan ada acara penting"
"masalah itu saya tidak tau nona, dan ini bukan penawaran ini adalah perintah alami yang tuan katakan"
Ariana menghela nafasnya dengan berat, mau tidak mau ia harus mengantar makan siang suaminya.
ia pun menuju dapur untuk membuatkan makan siang suaminya.
asisten Alvaro pun mengantarnya menuju kantor pusat Alberto. dengan cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya mereka pun sampai di kantor Alberto.
para pengawal menyambut hormat Alvaro dan Ariana.
sama hal nya dengan pada karyawan, banyak tatapan menyakitkan yang Ariana dapatkan karna penampilannya yang pas Pasan dan tidak terlalu mencolok.
semakin nampak jika ia gadis dari kalangan biasa.
namun itu tidak membuatnya patah hati, ia terus berjalan mengikuti langkah asisten suaminya.
Alvaro dan Ariana memasuki lift. pria itu menekan lantai 30.
pintu lift terbuka, Alvaro mempersilahkan Ariana untuk berjalan duluan, pengawal yang berjaga di depan ruangan Alberto segera memberi hormat dan membuka kan pintu untuk Ariana.
__ADS_1
"tuan saya sampai" ucap Ariana membungkukkan badannya.
sementara kini alberto memutar kursi kebesarannya agar menghadap ke arah istrinya.