
๐น๐น๐น
#part 7#
Flashback on
Ariana terkejut saat suaminya kini tengah menatapnya dengan tajam
Pria itu mendekati istirnya dan kembali mencengkram kuat dagu tersebut.
"Puas tidurnya? Jika belum aku bisa membuatmu tertidur hingga puas" ujar Alberto kini berdiri di samping ranjang istrinya.
"Ma-maafkan saya tuan" Ariana menundukkan kepalanya. Bersiap menerima hukuman yang ia dapatkan setelah ini
Alberto menarik tangan Ariana menuruni tangga, ia tidak akan membiarkan Ariana menaiki lift. "Akh...tu-tuan...aku mohon lepaskan tangan saya" ujar Ariana berusaha melepaskan cengkraman Alberto di pergelangannya.
"Cihh jal*ng" lagi lagi kata hinaan ia lontarkan untuk Ariana.
"Kau anak pembawa sial! Kau tau? Keluargamu tidak membutuhkanmu karna kau pembawa sial. Dan kau! Pembunuh istriku..!!! Ingat! Kau pembunuh istriku!!" Teriak Alberto di depannya dan kemudian mendorong Ariana kuat hingga tersungkur di lantai.
"Kalian semua dengar! Jika kalian melayani wanita ini seperti ratu disini, tidak segan segan aku akan membuat kalian cacat satu persatu, PAHAM!!!"
__ADS_1
seluruh pelayan dan chef menunduk hormat dan patuh pada perintah Alberto. Mereka tak berani membantah sedikit pun.
"Dan kau! Kau hanyalah pelayan disini dan jangan pernah berlagak seperti ratu disini, karna yang berhak menjadi ratu adalah istri pertamaku" bentak Alberto pada Ariana.
Ariana menatap Alberto, pria bertubuh besar dan mata biru seperti lautan. Bahkan tingginya melebihi tinggi badannya. Mata menyala seperti iblis namun ada kesedihan di dalamnya. Ariana tersenyum tulus ia merasa bersalah andai kata kekasihnya tidak menghianati nya, dia pasti tidak akan mengalami kejadian mengerikan malam itu
"Saya akan melakukan apa yang kau inginkan tuan, namun jika anda bosan memakai saya, maka segera ceraikan saya" gumamnya dengan bibir bergemetar menahan nyeri di dada.
Alberto menatap sinis kearah nya dan mendekatinya.
Alberto mencengkram rambutnya hingga ia mendongak keatas menatap wajah tampan suaminya.
Alberto meninggalkan Ariana yang masih bersimpuh di lantai. Gadis itu menangis sesegukan. Ia di permalukan di hadapan seluruh pelayan sama saat ibu tirinya mempermalukannya di depan semua orang karena ia lebih unggul dari kakak dan adik tirinya.
Ibu nya menyebarkan fitnah tentang kejelekan dirinya. Dan kini suaminya melakukan hal yang serupa.
Ariana berdiri melangkahkan kakinya keluar dari ruang makan. Ia bingung melakukan apa maka dari itu ia mendekati wanita parubaya yg sedang membersihkan meja dan mengepel lantai bersama beberapa pelayan lainnya, karna mension yang besar itu tak cukup 1 orang untuk dibersihkan.
"Permisi bibi" ujar Ariana dengan sopan.
"Iya nona"
__ADS_1
"Bibi, bolehkah ariana membantu karna Ariana bingung mau melakukan apa" ujar Ariana lembut.
Sekilas pelayan tersebut menatap wajah Ariana yang terdapat lebam di sudut bibirnya dan dahinya.
Ia pun menjadi tak tega
"Tak apa nona, saya bisa melakukan tugas saya"
"Tidak apa bi, aku mohon sebab tuan Alberto bisa marah padaku nanti" lirihnya sedikit ketakutan.
Karna kasihan pelayan tersebut memberikan alat pel yang ia pegang. Ariana menerimanya dengan senang hati dan tersenyum tulus, meski wajahnya di penuhi dengan luka.
"Nama bibi siapa kalau Ariana boleh tau"
"Perkenalkan nona, saya bi asih kepala kebersihan disini dan pak Wisnu kepala pelayan disini jika nona butuh bantuan, nona bisa panggil pak Wisnu" ujar BI asih tersenyum hangat.
Baru kali ini ada gadis yang bersikap sopan dengan pelayan. Karna istri Alberto yang meninggal bersikap layaknya raja manusia, semua harus menghormatinya dan tidak boleh membantah perkataan nya.
Istri Alberto bernama Elina. Elina memerintah pelayan sekenanya tak memperdulikan pelayan itu sedang kesakitan atau tidak.
Bahkan tak segan segan menghukum para pelayan yg tidak bekerja.
__ADS_1