
๐น๐น๐น
#part 105#
hari sudah malam.
tampak Alberto makan dengan di suapi Ariana yang duduk di pangkuannya. pria itu memaksa hingga mau tidak mau Ariana harus menurut.
"Deddy, apa kau tidak merasa berat memangku diriku terus"
"tentu saja tidak, karna yang aku pangku itu orang yang aku cintai" ucap ya mengedipkan sebelah matanya.
"mesum!!!" ujar Ariana merona dan menghindari tatapan suaminya.
Alberto yang melihatnya terkekeh, merasa lucu dengan sikap istrinya dan berakhir mencium pipi merah itu.
Ariana menatap tajam suaminya yang tiba tiba menciumnya.
"sayang apa kau berniat untuk kencan besok"
untuk pertama kalinya alberto meminta pendapat Ariana"
"emm, aku ingin tapi aku bingung akan kemana"
"bagaimana kalau besok malam aku akan mengajakmu makan di restoran"
"baiklah, aku mau"
Alberto memeluk tubuh istrinya dengan posesif, dan mengusap lembut perutnya yang kian hari semakin membesar.
__ADS_1
sungguh malam ini, adalah malam yang terindah bagi Alberto.
ia sadar, betapa bodohnya ia memilih Elina, anda saja Elina tidak kembali sudah di pastikan Alberto akan terus bersama Ariana selamanya.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
keesokan harinya.
Ariana terbangun lebih dulu, ia melihat Alberto yang masih tertidur dengan pulas di ranjang.
wanita itu turun perlahan agar tidak membangunkan pria itu.
apalagi terkadang Beby Alberto menendang perut ibu nya.
Alberto perlahan terbangun.
ia meraba ke samping mencari keberadaan Ariana, namun ia tidak menemukan siapapun di sampingnya.
Alberto langsung membuka matanya dan menoleh kesana kemari mencari keberadaan Ariana di setiap sudut.
"sayang..."
ia turun dari ranjang dan mencari Ariana, hingga tak lama terdengar suara gemercik air, menandakan seseorang di dalam kamar mandi sedang membersihkan diri.
__ADS_1
Alberto langsung masuk begitu saja sebab pintu kamar mandi tidak di kunci.
"akhhh!!! Alberto apa yang kau lakukan" pekik Ariana terkejut menutupi seluruh tubuhnya dengan kedua tangannya.
Alberto mendekati istrinya dengan tersenyum nakal, membuat Ariana sedikit memundurkan tubuhnya ke belakang.
dengan cepat, Alberto melepas seluruh pakaiannya dan mendekati istrinya. "Alberto apa yang kau lakukan! keluarlah, aku berjanji akan mandi lebih cepat" teriak Ariana membuat Alberto kebisingan.
"shtt...diamlah sayang, kau itu berisik sekali"
Alberto menggendong lembut istrinya dan menaruhnya ke dalam bet up. membuat mereka kini berada di dalam bet up berisi air hangat.
tangan kokoh Alberto melingkar di perut buncit itu. merasakan air hangat dan rasa hening itu sungguh menghilangkan lelah.
"sayang..." panggil alberto lembut sekali sembari mengelus perut Ariana.
"nanti malam aku akan menunggumu di luar, jadi kau bersiap siaplah aku akan menyuruh Alvaro membelikan gaun untukmu"
Ariana hanya menganggukkan kepalanya, sementara Alberto tak berhenti menciumi rambut istrinya dengan mesra.
"Deddy..." panggil Ariana pelan.
"katakan sayang, jangan takut padaku"
"hubby, haruskah kau membunuh orang dengan kejam seperti itu, tidak bisakah kau memaafkan mereka"
Alberto menarik dagu Ariana agar menatap ke arahnya, ia melihat bola mata hitam itu yang berbeda dengan miliknya.
"aku jadi ingin tahu sayang, kau itu terlalu bodoh atau naif,mencelakai orang orang yang menyiksamu dan menjebakmu"
__ADS_1
"bukan begit dedy, hanya saja mereka tidak terlalu melakukan kesalahan"
"bagiku, mencelakai istriku sudah termasuk kesalahan terbesar sayang, jadi tidak ada alasan untuk aku membalas perbuatan mereka" ujar alberto sungguh keras kepala