ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 21


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#part 21#


felica terdiam menatap kearah Ariana.


"sebaiknya kini kita makan bersama karna pada pelayan sudha menyiapkan makanan nya" ujar Olivia tersenyum meskipun Ariana yg mencelakai menantu nya, namun Ariana tetap menantunya juga.


semua pergi menuju meja makan, kini tinggalah Alberto dan Ariana berdua di ruang tamu.


"jika kau melakukan kesalahan sedikit saja maka bersiap siap masuk keruang bawah tanah" bisik Alberto mencengkram kuat dagu Ariana dan menghempaskan nya dengan kasar sehingga membuat gadis itu menoleh ke samping


Alberto meninggalkan Ariana dan gadis itu segera mengikuti langkah kakinya.


di meja makan, ia hanya terdiam memakan makanan yang dihidangkan pada pelayan.


ingin sekali ia berlari keluar sebab tak kuat menahan rasa malu yang ia hadapi.


apalagi sedari tadi adik iparnya menatapnya dengan tak suka.


"siapa namamu" tanya Olivia pada Ariana.


"na-nama saya Ariana nyonya"


"ohh namamu Ariana, tidak perlu memanggilku nyonya karna aku ibu mertuamu panggil aku momy saja" uajr Olivia tersenyum.

__ADS_1


Ariana mengangguk dan tersenyum, kemudian ia menunduk sebab Alberto menatap tajam kearahnya.


tanpa mereka semua sadari Ariana menggenggam erat pergelangan tangannya di bawah meja, menahan rasa pedih di hatinya.


mereka semua memakan makanannya tanpa bersuara, hanya terdengar pembicaraan kecil dari mom Olivia dan ded Kenzo.


mereka tetap romantis meski sudah berumur sangat matang.


sementara felica sibuk dengan suaminya jadi tidak memperdulikan di sekitarnya. sementara Devano adik Chelsea hanya sibuk dengan ponselnya.


sementara Chelsea sedari tadi mengajak bicara Alberto.


Alberto memang sudah akrab dengan Chelsea sehingga ia menjawab setiap pertanyaan adiknya.


berbeda dengan Ariana ia melihat keakraban suaminya dengan adiknya, ada rasa iri dihatinya mengapa semua orang selalu mendapatkan kebahagiaan.


semua orang di meja makan tertawa menikmati makanannya, berbeda dengan Ariana gadis itu hanya diam menundukkan kepalanya sembari memakan makanan yang ada.


seusai makan.


kini mereka kembali berkumpul di ruang tamu.


"Olivia aku duluan kekamar ya karna aku sangat mengantuk" ujar felica pada sahabatnya itu.


"baiklah"

__ADS_1


felica menyusul suaminya yang sudah berada dikamar duluan.


sementara kini hanya tersisa Olivia dan Ariana sebab twins A berada dikamarnya masing masing sementara Alberto kini berbincang diruang keluarga bersama Chelsea sembari tertawa.


"katakan pada ku, apa alasanmu menabrak mobil anakku" ujar Olivia to the poin.


"maafkan saya sebelumnya nyonya, saya tidak sengaja karna saya memiliki masalah" ujar Luna menundukkan kepalanya.


"masalah apa, maaf kalau aku terlalu lancang bertanya padamu"


"tidak nyonya, tidak apa. sebenarnya, saya memiliki kekasih yang saya cintai namun ia kini bertunangan dengan kakak tiri saya"


"karna saya kecewa saya meninggalkan restauran karna pertunangan mereka di adakan direstoran, hingga tanpa sengaja saya menabrak mobil tuan Alberto"


"maaf karna saya, tuan Alberto harus berpisah dengan istrinya" lirih Ariana menahan tangisnya.


Olivia dapat melihat dengan jelas ada rasa kekecewaan yang mendalam saat Olivia berterus terang menceritakan permasalahan yang di alaminya.


"sudahlah lupakan, sekarang yang harus kau lakukan buatlah Alberto jatuh cinta padamu aku yakin kau bisa merubah sikapnya yang dingin itu"


"apa aku pantas dicintai dan mencintai tuan alberto..???" tanya Ariana merasa tak yakin karna saat ini dihari Alberto hanyalah Elina,Elina, dan Elina.


"aku yakin kamu bisa nak, dan jangan panggil aku nyonya panggil aku ibu jika kau tidak terbiasa memanggilku momy" ujar Olivia tersenyum hangat


Olivia yakin pasti Ariana tak mungkin sengaja melakukan itu, karna Olivia tau jika Ariana hanyalah gadis lemah lembut yg berkata jujur.

__ADS_1


__ADS_2