
๐น๐น๐น
#part 96#
Ariana kini sedang melakukan aktivitas paginya, ia meminum susu ibu hamil dan memakan salad buah.
ia duduk di teras sembari memainkan ponselnya.
"anak momy jangan bikin momy lelah ya, momy berjanji akan menjagamu" ucapnya mengelus pelan perut nya yang buncit itu.
usia kandungannya memasuki usia 4 bulan, dan itu membuat Ariana semakin bertambah senang.
"aku bosan seharian di kost terus, sebaiknya aku jalan jalan saja ke taman kota" ucap Ariana sumringah dan hendak bersiap siap.
cuaca yang sedikit mendung, angin berhembus kencang menerpa dedaunan, serta kicauan burung merdu menambah suasana semakin menyegarkan.
tampak orang orang menjalankan aktifitas paginya, bahkan ada yang lari pagi serta bersepeda.
Ariana mengenakan sial di lehernya dan tidak mengenakan pakaian yang terlalu ketat, sebab bisa membahayakan buah hatinya.
ia memilih untuk berjalan kaki, kebetulan taman kota tidak terlalu jauh dari butiq sehingga ia bisa cepat sampai ke sana.
ia memakan jajanan di pinggir jalan yang di sediakan para penjual. ia tidak terlalu takut untuk berbicara pada mereka, karna ia sudah fasih dalam berbahasa Inggris.
banyak pria yang menatap kagum kearahnya, namun banyak yg tidak tau jika ia kini sedang mengandung anaknya.
kulitnya yang seputih salju menambah aura kecantikan nya, yang dapat memikat para kaum Adam.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...
...----------------...
"mama, aku takut kita akan tertangkap"
"tidak akan, setelah kita mencelakainya, kita akan membuang mobil ini ke laut" ujar Laura menatap tajam wanita yang berjalan mengelilingi taman kota.
"bagaimana cara nya, sedangkan dia berada di dalam taman"
"Kita akan tunggu sampai dia keluar"
mereka menepikan mobilnya di pinggir jalan, mereka telah membuang plat mobilnya sehingga tidak ada yang tahu identitas mobil mereka.
"ma, lihat wanita itu keluar dari taman"
"bersiap lah, kita akan menjalankan rencananya"
bela dan Laura menyeringai licik, Laura menekan pedal gasnya dengan kecepatan penuh dan dengan hari yg di isi oleh dendam yang membara, mereka akan menghabisi ariana hari ini juga.
dan....
BRAK!!!
darah mengalir memenuhi jalanan aspal, semua orang bergerumbul memenuhi jalanan kota.
setelah melakukan rencana Laura tiba tiba merasa ketakutan yang teramat dalam, ia pun segera meninggalkan tempat itu, namun kemudian banyak mobil hitam menyusul mereka membuat Laura dan bela menjadi semakin ketakutan.
"ma lebih cepat"
__ADS_1
"sial, siapa mereka"
sementara,
tampak seorang wanita menangis histeris melihat pria yang melindunginya kini terbaring lemah di aspal.
"Alberto aku mohon jangan seperti ini" ucap Ariana memegang wajah suaminya yang bersimbah darah
Alberto tersenyum, tangannya itu perlahan menyentuh wajah wanita yang ia cintai sehidup semati.
"sayang, maafkan aku jika aku memiliki salah terhadap mu"
"aku akan memaafkan jika kau masih bertahan untukku..."
"aku mohon terima aku kembali" ucap Alberto di sela sela nafasnya yang tersengal sengal .
"aku akan menerima mu kembali, asalkan kau mau bertahan untukku dan anak kita" ujar Ariana masih di iringi tangisnya.
tak lama, ambulans datang diiringi para pengawal yang mengangkat tubuh Alberto.
ariana segera mengejar suaminya yang kini di bawa ke rumah sakit.
...โ๏ธโ๏ธโ๏ธ...
"bodoh!!!" teriak seorang wanita di depan layar.
"dasar manusia tidak berguna!, menjalankan rencana saja tidak becus"
Elina, wanita itu tampak marah melihat kebodohan yang di lakukan Laura, bisa bisanya wanita itu malah menabrak suaminya.
"bagaimana ini, negara Amerika menutup akses jalan untukku, aku tidak bisa kesana" lirih Elina merasa khawatir dengan suaminya.
__ADS_1