ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 116


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#part 116#


keesokan harinya.


Ariana terbangun dari tidurnya, ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


setelah itu ia menyiapkan pakaian Alberto dan bergegas turun untuk menyiapkan sarapan.


"BI Ariana bantu yah"


"tidak usah non, sebaiknya nona istirahat saja, dan anda juga harus menjaga kandungan anda"


"ga papa ko bi, aku baik baik saja"


"ohh iya bi, nanti malam ulang tahunnya alberto, bolehkan aku meminta tolong padamu untuk membantuku"


"boleh nona"


"baik bi, dan jangan sampai ada yang membocorkan nya ya bi"


"tenang saja nona"


setelah mempersiapkan rencana Ariana juga meminta asisten Alvaro yang duduk di ruang tamu menunggu tuannya dengan laptop di tangannya.


Alvaro mengangguk menyetujuinya, membuat Ariana semakin senang.


Ariana masuk kedalam kamar, hendak membangunkan suaminya. saat masuk, ia melihat sudah tidak ada alberto di ranjang, ia membersihkan ranjang nya dan menaruh pakaian yang sudah ia siapkan di ranjang.

__ADS_1


tak lama alberto keluar hanya menggunakan handuk sepinggang, menunjukkan tubuh atletisnya yang kekar itu.


"morning deddy"


"morning to dear, i love you" ucap alberto kini menempel manja pada istrinya.


"sayang nanti aku akan pulang lebih larut"


"iya deddy"


'dan ini kesempatan emas buat ku' batin Ariana tersenyum mengembang.


ya, Alberto nanti malam akan bertemu dengan mr.janson dan putrinya yang akan dikenalkan pada Alberto.


Alberto akan memanfaatkan putrinya untuk merebut kembali saham milik pamannya Xavier.


"iya bumil pemarah" ujarnya mencium bibir itu dengan gemas, bibir yang Bernai mengomelinya barusan.


"Deddy nanti malam aku tidur lebih dulu, aku mengantuk jika harus menunggu mu"


"tak perlu menungguku sayang, aku malah lebih senang kau tidur lebih dulu, aku takut kau sakit jika tidur terlalu larut"


mereka pun turun untuk sarapan, tampak jelas asisten alvaro yang masih menunggu Alberto di sofa.


"selamat pagi tuan" ucapnya membungkukkan badan.


"emmm kau urus semuanya nanti malam"


"baik tuan"

__ADS_1


Alvaro pun menuju Lamborgini, menunggu Alberto disana. sementara kini Alberto duduk di kursi.


Ariana mulai melayani suaminya dengan baik, dan Alberto sudah terbiasa akan hal itu, ia terbiasa di layani istrinya bukan pelayan lagi.


"Deddy apa kau mau ini" ucap ariana menunjuk Romesco de peix, kuah yang terbuat dari kaldu ikan.


"Fish and chips?" tanya nya dan dibalas anggukan oleh pria itu. ikan yang dihidangkan dengan kentang.


akhir akhir ini Alberto makan sangat banyak, namun itu tidak membuatnya memiliki perut buncit, malahan tubuh Alberto semakin kekar dan besar.


Ariana saja tak mampu mengimbangi suaminya saat bermain, ia selalu kalah jika suaninya yang memimpin.


mereka pun makan dengan tenang, hanya candaan kecil di antara mereka menjadi semakin romantis suasana sarapan pagi.


setelah makan, Ariana mengantar alberto samapi depan pintu mension. Alberto mengecup keningnya dengan lembut. "aku berangkat dulu ya sayang , jangan keluar mension ataupun hanya di taman saja"


"tapi aku bosan" ujar Ariana mengerucut kan bibirnya.


"jika aku bilang tidak berarti tidak"


"aku ingin bermain"


"baiklah, nanti siang kau antarkan makan siangku ok?"


"baiklah"


"Alvaro akan menjemputmu nanti"


setelah itu, alberto pun meninggalkan istirnya dengan berat hati. namun ia tidak bisa meninggalkan tanggung jawabnya di perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2