ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 43


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#part 43#


"kau tidak pantas berada di hidupku karna kau hanya akan ku jadikan tameng pemuas nafsuku" bisiknya di telinga gadis itu.


Ariana menatap matanya sebentar, lalu ia menatap kearah manik biru itu dan berusaha memantapkan hatinya.


"jika tuan bisa meluapkan amarahmu dengan cara menyakiti aku, maka lakukanlah tuan....pada dasarnya aku memang bukanlah seseorang yang berharga untuk di perhitungkan keberadaannya"


"hidupku sendiri adalah luka di hati semua orang,mudah sakit dan sangat lemah, merepotkan semua orang, aku juga sebenarnya tidak ada harapan untuk terus berjuang" ujarnya menahan air mata yang sebentar lagi tumpah.


"cihh, berpura pura kuat dihadapan ku? tidak akan membuatku bersifat empati terhadapmu, jika kau memang sadar siapa posisimu maka kau jangan menolakku.


Alberto mendorong kasar tubuh kecil Ariana hingga gadis itu terlentang, sehingga memudahkan nya mengungkung di atasnya.


Ariana memejamkan matanya, rasanya enggan untuk melihat nya karna sangat sakit melihat suaminya memperlakukan nya Seperti seorang jal*ng tak berguna"

__ADS_1


Alberto menyeringai, ia membuka satu persatu pakaian istrinya dan mengecupnya sana sini.


cahaya rembulan yang menerangi lewat jendela yang sengaja di buka.


Ariana dapat merasakan tangan suami nya yang semakin naik ke atas perutnya. sebisa mungkin ia tidak menangis, alberto memulai penyatuan membaut Ariana sesak dan tak dapat berbicara.


"ha..ah.... tu-tuan, bisa kau hentikan sebentar ini sangat sakit"


namun, alberto tak dapat mendengarnya dengan jelas, kepalanya pusing tatapannya yang sendu itu membuat penglihatan hanya sedikit buram.


"ah...mengapa dia sangat nikmat" batinnya tak kuat menahan gairahnya.


Alberto memegang tangan Ariana dengan kuat ia menatap wajah istrinya yang di penuhi air mata membuatnya menjadi tak tega.


"****...sial, di saat seperti ini dia berani menolakku" ujarnya dan kemudian menarik miliknya dan turun dari tubuh istrinya.


Alberto berbaring di samping tubuh istrinya, rasanya sangat aneh dan sangat membuatnya melayang, ia tak pernah merasakan sensasi seperti ini.

__ADS_1


sementara Ariana sepelan mungkin menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, namun Alberto merasakan pergerakan dan menoleh kearah istrinya. membuat ariana terkejut.


"cihh kau tidak usah menutupi tubuhmu yang pas Pasan itu, aku tidak doyan merasakannya" ketusnya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Ariana segera memunguti pakaiannya dan segera memakainya, namun ia sedikit merasa sakit di area sensitifnya. "apa ia sudah mengambil mahkota ku" lirihnya dan menatap seprei yang ada sedikit bercak darah.


Ariana ingin menangis rasanya, ia mencengkram kuat selimut yang menutupi tubuhnya.


tiba tiba pintu kamar mandi terbuka menunjukan seorang pria tampan yang memakai handuk sepinggang.


"apa yang kau lakukan, mengapa kau tidak memakai pakaian mu..!!!" ketusnya dengan marah.


bagaimana tidak marah, gairahnya kembali naik menatap tubuh polos istrinya membuatnya mau tidak mau harus menuntaskan hasratnya.


maaf tuan, saya ingin ke kamar mandi namun Anda masih berada di dalam" tunduknya san melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Ariana segera menutup pintunya saat berada di dalam kamar mandi. sementara Alberto berjalan melangkahkan kakinya menuju ruang ganti, namun tiba tiba tatapannya menuju ke arah seprei yang berdarah.

__ADS_1


"apa aku yang pertama menyentuhnya" lirihnya pelan dan kemudian timbul rasa bersalah pada istrinya.


__ADS_2