
๐น๐น๐น
#part 37#
"terimakasih berkat bantuanmu aku bisa mendapatkan kembali permata peninggalan ayahku" ujar masimo pada Alberto.
"kau tidak perlu berterimakasih karna aku juga ingin menyelamatkan anak anak yg tak berdosa dari bahaya nya"
"apa kau tidak ingin mampir ke markas kami"
"tidak perlu, setelah ini aku akan langsung kembali ke Indonesia"
masimo mengangguk, mereka pun berpisah kembali ke tempat kediaman mereka masing masing.
"apa pesawat ku sudah siap"
"sudah tuan kini pilot menunggu anda"
"baiklah segera kesana"
"tuan, apa kau tidak membersihkan diri di apartemen " tanya Alvaro karna kini jas Alberto di penuhi darah dan berbau amis.
"aku akan membersihkan diri di pesawat saja"
"baik tuan"
mereka pun segera menuju bandara dan kembali kenegara Indonesia.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
di mension alberto.
tampak gadis cantik berkulit putih sedang memasak.
ia menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri, ia berfikir alberto tidak akan kembali malam ini maka dari itu ia memasak untuk dirinya sendiri.
"apa perlu saya bantu nona" ucap bi asih padanya.
"tidak perlu bi, aku bisa sendiri"
"baik nona"
Ariana menghidangkan makanan di atas meja, ia pun langsung menyantap makanan tersebut setelah memasak.
"hmm aku sangat cocok menjadi seorang chef" ujar Ariana tersenyum senang
...โ๏ธโ๏ธโ๏ธ...
Ariana menuju kamar untuk beristirahat, sudah 5 hari suaminya tidak pulang.
dan itu membuatnya sangat merindukan pria itu.
"meski ia sangat kejam, mengapa hatiku tidak bisa menghilangkan perasaan ini terhadapnya? aku ingin bebas dan hidup bahagia dengan melupakan cintaku padanya" lirihnya berdiri di balkon dengan menatap rembulan yang menyinari malam.
Ariana melangkahkan kakinya menuju sofa untuk beristirahat, ia memejamkan matanya dan mulai tertidur.
seluruh pelayan mension menyambut kedatangan Alberto, pria itu mengedarkan pandangannya berharap menemukan wanita yg berhasil mengobrak Abrik pikirannya dan selalu memikirkan keadaan wanita itu.
"dimana wanita itu" ujarnya menatap tajam kearah pelayan yg kini sedang menundukkan kepalanya.
"nona muda berkata untuk beristirahat di kamar tuan"
Alberto segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya, dengan langkah cepat itu menuju kamarnya.
__ADS_1
ia membuka pintu dengan tergesa gesa, ia menatap keseluruh ruangan hingga tatapan nya berhenti pada sofa yg terdapat gadis cantik.
Alberto mendekati Ariana, entah mengapa ada perasaan lega di hatinya.
"ck, Alberto buat apa kau senang berada di dekatnya, bukankah dia pembunuh istrimu" gumam Alberto berdecak kesal.
namun jujur, perasaan Alberto pada Elina mulai memudar, ia mulai terhibur dengan gadis yg berada di sisinya sekarang.
namun tanpa Alberto sadari ia mulai menyukai sikap Ariana yg apa adanya dan selalu menurut.
Alberto menuju ranjang untuk beristirahat, ia membiarkan Ariana tidur di sofa ksrna ia masih enggan satu ranjang dengan wanita itu.
...****************...
...****************...
...****************...
matahari bersinar cerah memenuhi bumi.
kicauan burung merdu membuat suasana di pagi hari sangat indah, di tambah angin segar yg menerpa dedaunan dan membuat daun tersebut sedikit bergoyang.
seorang wanita cantik terbangun dari tidurnya, ia merenggangkan otot otot tangannya dan mengerjapkan matanya beberapa kali.
"hoammm, tidur ku sangat nyenyak" gumam nya kecil dan berusaha mengumpulkan nyawanya Kembali untuk mengerjakan aktivitas kembali.
tiba tiba ia terkejut saat menatap seorang pria tampan duduk di bibir ranjang dengan koran ditangannya.
kakinya ia silangkan dan mata birunya menatapnya dengan sangat tajam.
"puas tidurnya kelinci kecil?"
"tu-tuan, sejak kapan anda kembali" ujar ariana berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1