
๐น๐น๐น
#part 12#
Hari sudah sore.
Alberto kembali ke mension megahnya di sambut seluruh pelayan yg terbilang ratusan itu.
Alberto melangkahkan kakinya menginjak lantai yang terbuat dari mermer mewah berdesain sangat elegan.
Pandangannya mengedarkan keseluruh ruangan namun tak menemukan istrinya
"Di mana wanita itu"
"Bukankah nona muda dengan anda tuan" ujar BI asih dengan hati hati
Alberto baru teringat jika ia mengunci istrinya di ruang bawah tanah, dengan segera ia menuju ruang bawah tanah.
Ia membuka pintu dan melihat ariana tergeletak tak berdaya di lantai granit itu
Alberto segera mengangkat tubuh kecil istrinya menuju kamar, ia juga merasakan tubuh Ariana yang demam karna menggigil.
"Suruh dokter dony kesini dan beberapa perawat lainnya dan juga suruh para pelayan untuk membawakan makan dan minuman untuknya" ujar Alberto menelpon pak Wisnu
"Siap tuan muda" pak wisnu pun menyuruh para pelayan untuk membuatkan makanan dan minuman untuk Ariana serta pakaian ganti gadis itu
Alberto menatap wajah pucat yg terbaring lemah, ia menatap wajah Ariana seolah olah teringat akan sesuatu.
__ADS_1
Wajah cantik natural tanpa mek up cukup membuatnya sangat cantik.
"Ck mengapa dia sangat lemah hanya karna belum sarapan" Alberto meninggalkan Ariana karna sudah ada dokter dony dan beberapa perawat.
Ia menunggunya di luar dan juga tak berapa lama beberapa pelayan membawa makanan dan minuman serta pakaian Ariana.
Alberto hanya diam, pikirannya tertuju pada sang istri yang sudah tiada, namun ia tidak ikut ke makam sang istri.
Tak butuh berapa jam.
Dokter dony keluar dari kamar Alberto.
"Bagaimana keadaannya"
"Nona muda baik baik saja tuan, hanya saja nona membutuhkan vitamin untuk kesehatan tubuh nona, dan sebaiknya nona harus makan dengan teratur"
"Kau boleh pergi"
Alberto menuju ruang kerja diikuti Alvaro sang asisten, ia membiarkan Ariana beristirahat malam ini namun tidak untuk malam berikutnya.
Sementara itu, ariana baru saja tersadar dari pingsannya.
Ia menatap para pelayan di sampingnya dengan menundukkan kepala
"Ini makanan anda nona, dan tuan menyuruh anda untuk mengganti pakaian" ujar pelayan tersebut.
"Baiklah terimakasih"
__ADS_1
"Sama sama nona, kalau begitu kami permisi"
Pelayan tersebut meninggalkan Ariana seorang diri di dalam kamar. Ariana kembali teringat undangan pernikahan kakaknya Minggu depan, ia harus datang dengan cara apapun.
*
*
*
Keesokan harinya.
Seperti biasa Ariana bangun pagi dan menyiapkan sarapan suaminya, meski terkadang kepalanya terasa sangat sakit dan ia selalu hampir pingsan.
Alberto turun dengan jas yang melekat di tubuhnya, ia terlihat semakin tampan meski umurnya terbilang cukup matang.
Pria itu mendekati meja makan dan melihat ariana sedang menyiapkan sarapannya.
"Selamat pagi tuan" Ariana membungkukkan badan dengan sopan
Alberto tak menggubrisnya, ia memakan makanannya dengan beberapa berkas yang ia periksa.
Alberto tampak sibuk beberapa hari ia tidak suka meninggalkan pekerjaan.
Tiba tiba asisten Alvaro datang kearahnya dengan membawa map berwarna coklat.
"Tuan, musuh yang kemarin mencoba menghancurkan markas black devil mengaku bahwa mereka di bawah pimpinan black rose"
__ADS_1
"Cihh ternyata pria tua itu lagi, aku ingin dia merasakan hal yang seharusnya ia dapatkan, lakukan penyerangan terhadap markas black rose dan suruh Lucas untuk menghimbau para musuh kita" ujar Alberto menggunakan bahasa Itali agar tidak di kenali istrinya.
Ariana hanya terdiam karna tidak tau bahasa apa yang mereka bicarakan, ia hanya diam dan menunduk