ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 85


__ADS_3

#part 85#


jaya mengernyitkan dahinya, melihat istrinya yang terlihat sangat marah.


"ada apa denganmu ma"


"papa tau tidak, Ariana baru saja mencaci maki Mama"


"apa!! berani sekali anak itu, dia harus di beri pelajaran" ujar jaya hendak menemui anaknya langsung.


namun dengan segera Laura menahan tangannya. "jangan kau lakukan itu, kita harus tetap sabar menghadapi sikapnya, jika kau langsung datang memarahinya maka dia akan membencimu"


"kau benar, lalu apa yang harus kita lakukan"


"tenanglah, biar aku yang akan mendatanginya"


Laura menyeringai, tampak memikirkan sesuatu, satu satu nya cara ia harus menjebak Ariana agar wanita itu menyesal.


ia tertawa sinis membuat jaya merasa bingung.


*


*


*


*


tampak wanita cantik sedang duduk dengan bermain ponsel. tiba tiba ia melihat suaminya langsung masuk kedalam kamar tanpa berbicara apapun padanya.


"sayang ada apa dengan mu"


"diamlah bela, aku sedang ingin beristirahat"

__ADS_1


bela terdiam ia mendudukan tubuhnya di bibir ranjang, tepat di samping suaminya. "ada apa, mengapa aku tiba tiba marah"


"kau telah menghabiskan uang ku di rekening"


"aku hanya belanja tas branded dan sepatu hells" ucap bela dengan santai membuat Alfian marah.


"hanya? kau kira barang barang tak berguna itu murah!!" ujar Alfian dengan tinggi membuat bela terkejut


"sayang, mengapa kau jadi marah padaku"


"kau tidak tau? perusahaan ku sedang gulung tikar, aku bingung harus mencari pekerjaan di mana" bela yang mendengarnya sangat terkejut.


"maksudnya?"


"kau tau? perusahaan ayahmu dan milikku sekarang bangkrut, karna tuan Alberto yang mengambil seluruh saham sehingga langsung menurun drastis"


"bagaimana mungkin? aku yakin ini pasti Ariana yang memintanya pada suaminya" ujar bela dengan marah dan menanam rasa benci yang sangat besar pada adiknya itu.


"kau jangan selalu menyalahkan, ini juga salahmu yang tidak bisa berhemat dengan uang"


bela pun bergegas meninggalkan suaminya untuk menuju kerumah ibunya. ia melajukan mobilnya hingga Sampai ke rumah ibunya.


Bili yang melihat kedatangan kakaknya tentu saja merasa senang sebab sudah 5 bukan kakaknya tidak pulang. ia pun mendekati kakaknya dan memeluknya.


"kak, aku merindukanmu"


"Bili di mana mama"


"mama di kamar"


"ohh baiklah"


dengan segera bela menemui ibunya.

__ADS_1


"mama"


"bela ada apa kau kemari"


"ma, perusahaan Alfian hancur ma, gara gara suami Ariana" ujar bela dengan penuh kekhawatiran.


"cihh, ini tidak bisa dibiarkan, sekarang ayo ikut mama"


Laura menarik tangan bela menuju mobil. Ki ini Laura sudha tidak tahan untuk menahan semuanya.


ia akan menghabisi anak itu sekarang juga, tidak perduli hidupnya akan hancur berantakan.


mereka mengendarai mobilnya dengan cepat. hingga kini mereka sampai di mension Alberto.


Laura sudah berusaha membujuk para pengawal agar memberinya masuk.


"maaf, tuan alberto saat ini tidak ada di negara ini, dia keluar negri jadi saya harap mohon jangan mengganggu ketenangan nyonya Elina"


Laura yang mendengarnya tentu saja terkejut. seketika ia memiliki ide cemerlang untuk mendapatkan harta nya.


"kalau begitu aku ingin bertemu dengan nyonya Elina kebetulan kami ada janji"


"baiklah,saya akan menghubungi nyonya Elina terlebih dahulu"


pengawal tersebut menelfon Elina. hingga kini ponsel pengawal terhubung dengannya.


"permisi nyonya, ada yang ingin bertemu dengan anda"


"aku? siapa?" tanya Elina merasa heran.


"saya tidak tau nyonya"


"hmm suruh dia masuk, dan suruh sedikit cepat aku ingin beristirahat dan tak ingin di ganggu"

__ADS_1


"baik nyonya"


__ADS_2