
๐น๐น๐น
#part 14#
Di perusahaan Albert. Group
Pria tampan yang bengis dan kejam itu kini berdiri menatap bangunan kota, ia sulit melupakan kenangan bersama istrinya.
Hal itu membuatnya semakin membenci keberadaan Ariana dan selalu ingin membuat gadis itu menderita karnanya.
"Tuan, hari ini tidak ada jadwal apapun" ujar Alvaro memberi hormat.
"Baik kalau begitu ayo ke markas, aku ingin menyiksa para pengkhianat itu"
Alvaro menunduk dan kemudian mengikuti langkah Alberto menuju lobi parkiran.
Alvaro mengendarai Lamborgini mewah itu, sementara alberto duduk di belakang dengan menghilangkan kedua kakinya.
"Liat saja, kau harus merasakan hal yang menyakitkan dari istriku" Alberto menatap benci saat mengingat wajah Ariana di hadapannya.
Tak lama Lamborgini mewah itu sampai di sebuah markas besar.
__ADS_1
Ia masuk kedalam dan di sambut hormat oleh puluhan orang berkas hitam dengan kacamata hitam.
Seperti sebuah pimpinan Yakuza.
Alberto melangkahkan kakinya menuju orang orang yang berjerit meminta ampun dengan anggota tubuh yang sudah tak utuh.
Alberto menatap sinis ke arah mereka dan menendang ketua mereka dengan kuat hingga membuat pria itu terpental ke dinding.
"Siapa yang menyuruhmu untuk membakar markas milikku"
"Ampun tuan, tuan Aron yang memerintahkan kami untuk membakar markas ini"
"Apa kah pria tua itu kurang cukup pelajaran yang aku berikan, sehingga memancing emosiku"
"Maafkan kami tuan, mohon ampuni kami"
Alberto yang sudah di bukakan oleh kemarahan ia mendekatkan kakinya ke arah ketua yang sudah lemas tak berdaya di lantai dingin itu.
Alberto menebas kepada itu dengan sekali tebasan hingga kepala itu menggelinding di lantai.
Semua orang yang melihatnya bergidik ngeri, namun tidak anda yang berani bersuara.
__ADS_1
"Kirim itu kepada Aron sebagai hadiah jika dia tidak berhasil menghancurkan markas ku" ujar Alberto dengan lantang membuat semua orang ketakutan.
Lucas mengangguk hormat dan kemudian menyuruh pengawal itu menaruh kepala pria yang sudah mati tadi di dalam kardus dan membungkusnya seindah mungkin.
Alberto tertawa sinis dan duduk di kursi kebesarannya.
"Jika ada yang berani mengusik ketenangan ku, maka tidak segan segan aku mengirimnya ke neraka" Alberto duduk dengan angkuh dihadapan mereka
Lucas menyuruh bawahannya untuk mengirimnya ke kediaman Aron, sementara sisa pengawal yang sudah cacat itu kini merelakan hidupnya dan menyerah apa yang akan dilakukan Alberto padanya.
Alberto meminum wine yang di sediakan di atas nakas untuknya, menyeringai bak setan yang kehausan darah.
Alberto memerintahkan para pengawal itu untuk memberikan mereka ke santapan ikan hiu peliharaannya
ia tidak akan pernah memberi ampun pada semua musuh yg berani mengusik ketenangannya apalagi sampai ingin menghancurkan miliknya itu sudah kesalahan terbesar bagi Alberto.
dan jika masalah ini terulang kembali Alberto tidak hanya membunuh, melainkan langsung menghancurkan hingga keluarga mereka satu persatu
tak perduli jika kini mereka meminta ampun seribu kali, Alberto tetap menghukum mati para orang orang penggangu kehidupannya.
Alberto menikmati kesengsaraan mereka dengan segelas wine di tangannya, sembari mengotak ngatik ponselnya dan tersenyum smirk.
__ADS_1
"saya mohon ampuni kesalahan kami tuan"
"heh! mengampuni? tidak ada kata mengampuni untuk para baj*Ngan seperti kalian" teriak Alberto marah karna lagi lagi ketenangannya terganggu