
๐น๐น๐น
#part 109#
masih di ranjang.
Alberto sedari tadi tak henti hentinya menjahili istrinya, hingga kini membuat Ariana sangat kesal.
"Deddy aku ingin memakai pakaianku..!!!" pekiknya memukul alberto, sementara pria itu malah tertawa senang melihat wajah Ariana yang kini merona merah.
tiba tiba, hujan turun dengan derasnya, terlihat tampak jelas sekali lewat jendela kaca besar.
membuat suasana menjadi sunyi hanya terdengar suara hujan.
"Deddy...di luar hujan, kita juga belum makan siang,sebaiknya aku menyiapkan makan siang dulu"
"ada pelayan sayang, biarkan mereka yang membuat makan siang"
__ADS_1
"tapi aku kasihan pada Bi asih, dia sudah tua"
"BI asih ada pak Wisnu, tenang saja"
"ohh iya, malam ini kita tidak bisa makan di restoran sayang, momy mengundang kita untuk makan malam di mension utama"
"baiklah aku setuju"
Alberto menarik Ariana untuk masuk kedalam pelukannya, Ariana tersenyum menatap lembut wajah tampan suaminya. tatapan yang dulunya seram bagaikan raja iblis kini berubah menjadi seekor anak kucing di matanya.
"mengapa kau menatapku terus, aku tau aku tampan sayang jadi berhenti memandangi ku"
"ahh..!!!" Ariana berteriak saat melihat suaminya kini mengungkungnya. "kau berani menggodaku sayang, maka dari itu kau harus mendapatkan hukumannya" Alberto segera mencium bibir itu dengan buas, dan tak memberikan celah untuk bernafas.
"hmmpp...alberto lepaskan aku ingin membersihkan diri dulu" ucapnya dengan manja, alberto pun melepaskan ciumannya dan beralih mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi.
Alberto menaruh perlahan Ariana di dalam bet up besar itu, ia pun ikut masuk kedalam nya dan memeluk Ariana dari belakang.
__ADS_1
Ariana menutup matanya kala tak sengaja melihat senjata api milik suaminya yang selalu memasukinya.
memang mereka sudah melakukan malam panas beberapa kali, akan tetapi Ariana belum pernah melihat dengan jelas milik suaminya itu.
dan saat kini ia melihatnya dengan jelas membuatnya syok.
"sayang...apa kau masih malu? aku ini suamimu dan kau istriku, kita akan sering melihat di masa depan yang akan mendatang,jadi jangan malu jika di hadapanku" bisik alberto menyeringai nakal ketika menyadari istrinya malu sekali. tampak jelas sekali pipi Ariana yang merona karna menahan malu.
"tentu saja aku malu, aku tidak bisa menahannya" balas Ariana menutupi wajahnya menggunakan telapak tangannya.
"pfftt.... menggemaskan sekali istriku" bisik alberto sembari mencium tengkuk istrinya dan tangannya bermain di area favoritnya dengan sangat nyaman.
"aku rasa ukurannya semakin besar sejak terakhir kali, aku harus sering memainkan kesukaanku ini agar lebih membesar" alberto mengatakan sesuatu yang membuat Ariana begitu malu dan ingin menghilang saja dari muka bumi ini.
"akh.!!! astaga apa yang baru saja ia katakan? ukurannya semakin besar? ya tuhan aku...kenapa aku malu sekali, rasanya bahkan tak bisa untuk bergerak sedikitpun" batinnya dengan pipi bersemu merah padam.
Ariana sudah tak bisa menahan semua ini lagi, tangan suaminya yang besar memenuhi dadanya.
__ADS_1
walaupun rasanya hangat, akan tetapi tetap saja memalukan baginya.
mereka menghabiskan waktu di dalam kamar mandi, alberto tak henti hentinya menggoda Ariana, sesekali ia memegang benda sensitif ariana hingga membuat wanita itu terasa sangat kesal dan ingin keluar dari kamar mandi