ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 63


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#part 63#


"dan juga, menurut informasi dari mata mata black Devils kelompok mafia red bat, ingin menghancurkan black Devils tuan" ucap alvaro, membuat Alberto langsung menatap ke arahnya.


"apa kita pernah berurusan berurusan dengan red bat, aku rasa aku tidak mengenalnya"


"tuan Dirga adik dari tuan Araf tuan, menurut informasi ia ingin balas dendam atas kematian kakaknya" ucap Alvaro.


"menarik" Alberto menyeringai penuh, ia senang karna akan merasakan segarnya darah lagi nanti.


"akan tetapi tuan, tuan Dirga sedang mengincar nona muda" ucap Alvaro membuat seringai di wajah pria itu menghilang seketika.


"apa maksudmu...???"


"tampaknya tuan Dirga tertarik pada nona Ariana" Alberto menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya, hatinya terbakar entah mengapa ia menjadi marah saat tau istrinya sedang di incar.


"serang markasnya sekarang, siapkan penerbangan ku aku akan berangkat besok"


"baik tuan"


Alberto melangkahkan kakinya menuju kamarnya, dengan langkah cepat takut terjadi sesuatu pada Ariana.


saat membuka pintu, ia tidak mendapati istrinya di dalam kamar, dan itu membuatnya sangat panik, Alberto berlari menuruni tangga mencari istrinya di dapur.


namun, saat langkahnya melewati ruang tamu, ia melihat istrinya sedang terlelap di sofa dengan tv menyala.

__ADS_1


ia bernafas dengan lega, saat melihat wanita itu, ia melangkahkan kakinya mendekat ke arah Ariana dan berjongkok untuk mensejajarkan dengan tinggi sofa


ia mengelus dengan perlahan rambut hitam Surai yang tergerai indah, terukir senyuman tipis di wajah Alberto.


"gadis bodoh" ia mengangkat tubuh kecil Ariana kedalam gendongannya, ia pun memindahkan istrinya kedalam kamar.


sesampainya di kamar.


Alberto membaringkan tubuh Ariana dan menyelimuti tubuhnya, ia mengecup kening wanita itu dan ikut berbaring di sampingnya.


Alberto memeluk erat membuat Ariana terbangun karna merasakan sesak di dadanya.


"tuan" ujarnya sembari mengusap ngusap mata.


"tidurlah, ini sudah malam, kau sangat bandel dan susah di bilangi ya, bukankah aku menyuruhmu untuk tidur" ucap Alberto kini naik di atas tubuh istrinya.


"kau harus di hukum sayang" bisiknya membuat Ariana bergidik


"tu-tuan mau apa" ujar Ariana kini ketakutan melihat seringai di wajah tampan suaminya.


Ariana merasa was was, ia mencoba mendorong tubuh suaminya namun Alberto memeluknya hingga kini ia tidak bisa bergerak.


Alberto membungkam bibir istrinya, bibir yang membuatnya ketagihan dan pasti sulit untuk di lupakan.


malam ini Alberto ingin merasakan tubuh istirnya sebab besok ia harus pergi ke negara Italia untuk melakukan penyerangan terhadap red bat.


*

__ADS_1


*


*


*


keesokan harinya.


Ariana terbangun dari tidurnya, ia tidak merasakan suaminya di sampingnya.


ia pun bangun dan mencari cari keberadaan suaminya, ia turun menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


ia menyeret selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


20 menit kemudian.


ia keluar dari kamar mandi setelah menggunakan pakaian lengkap.


ia menatap secarik surat di atas nakas, ia pun mengambilnya.


'pagi gadis kecil, aku pergi keluar kota untuk beberapa hari, aku minta kau jangan keluar dari mension, atau aku akan menghukummu hingga sulit untuk berjalan'


Ariana mendengus dengan kesal, suaminya itu keluar kota pasti untuk berlibur, sementara Ariana di kurung di mension seperti burung dalam sangkar.


Ariana menghentak hentakan kakinya menuju dapur, hanya bi asih yang bisa menghibur nya.


"bibi" panggilnya pada wanita tua yang sedang menghidangkan makanan untuknya.

__ADS_1


"non sudah bangun, ayo makan bibi buat sup kesukaan nona"


__ADS_2