
🌹🌹🌹
#part 133#
kini mereka sampai di kantor Alberto.
Ariana membawa Beby twins masuk kedalam, tampak semua karyawan tercengang melihat wanita cantik yang membawa Beby kembar, bahkan wajahnya jelas sekali mirip dengan boss mereka.
mereka yang tau karna itu anak dari Alberto, langsung memberi penghormatan seperti mereka menyambut kedatangan Alberto.
Ariana hanya tersenyum ramah, jujur saja hatinya terasa tak nyaman mendapat perlakuan seperti itu.
Maxim dan Alvaro membawa ariana dan Beby twins memasuki lift khusus CEO. mereka pun naik ke lantai 24.
ting!
pintu lift terbuka, Alvaro menunjukkan jalan arah ruangan alberto. karna memang Alberto pindah ke ruangan yang baru, ruang lama miliknya masih di renovasi.
tok..tok..tok
"masuk"
setelah pintu terbuka, Ariana mendorong stroller anaknya masuk kedalam, dan memanggil suaminya.
"Deddy"
Alberto menoleh kearah istrinya, pria itu menghentikan aktivitasnya dan berdiri menghampiri anak dan istirnya.
"sayang kau sudah datang"
"eumm, ini makan siang mu, cepat makan nanti dingin"
__ADS_1
Ariana menghidangkan ke dalam piring yang ia bawa di dalam tas makan. Ariana juga membawa botol susu milik Beby twins, karna ia yakin suaminya akan menyuruh nya hingga sore di sini.
"Deddy apa kami tidak mengganggumu"
"tentu saja tidak sayang, justru kalian membuatku semakin bersemangat"
Ariana menyodorkan piring berisi makanan pada suaminya, namun bukannya mengambil, alberto malah tersenyum tidak jelas.
"Deddy mengapa tidak dimakan?"
"aku ingin kau menyuapiku" ujarnya tersenyum jahil.
"Deddy, kau ini sudah menjadi seorang ayah, tetapi masih saja bersikap seperti anak kecil"
"aku tidak mau tahu, jika kau tidak menyuapiku, maka aku tidak ingin makan"
"ck menyebalkan"
Ariana pun menyuapi suaminya yang posesif itu. sementara Alvaro yang merasa menjadi obat nyamuk mereka, memutuskan untuk keluar dari ruangan.
"asisten Alvaro, apa kau ingin mencoba makananku? aku membawa banyak hari ini"
"ti-" belum sempat menjawab, Alberto memutus pembicaraan mereka.
"tidak usah sayang, dia sudah makan di rumah, benarkan alvaro" ujar alberto penuh penekanan dan menatap tajam asistennya.
'huhft, padahal aku ingin mencobanya, ck dasar pria pelit' pria itu mengumpat dalam hati.
"yang dikatakan tuan alberto benar nyonya, saya juga sudah kenyang, kalau begitu saya permisi" ucapnya membungkukkan badan.
Alberto tersenyum senang, ia kembali memakan makanan yang disodorkan istrinya. Ariana hanya diam dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
suaminya bukan hanya kejam, melainkan pelit.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
setelah makanan habis.
Ariana kembali mengemasi bekas makan suaminya.
Alberto bermain dengan Beby twins di sofa dalam ruangannya, sekalian menunggu meeting 20 menit lagi.
Ariana mendekati suami dan anak² nya, dengan senyuman cerah ia duduk di samping suaminya.
"Deddy, bolehkah aku bekerja?"
"what? bekerja? lalu siapa yang mengurus Beby twins nanti sayang"
"bukan begitu maksudku, aku hanya ingin memiliki karir saja"
"kau menginginkan menjadi seorang pengusaha begitu?"
Ariana menganggukkan kepalanya dan tersenyum mengembang, namun Alberto malah menolaknya.
"tidak! apa semua yang aku berikan padamu kurang sayang? bagaimana mungkin seorang istri bekerja, apa kata seluruh dunia nanti, seorang istri Alberto Aroon Chaiden Smith bekerja"
"bukan begitu deddy"
"tidak sayang, jika aku bilang tidak berarti tidak, jika kau melanggar maka aku akan menghukummu"
__ADS_1
"huft, baiklah"
Ariana hanya bisa pasrah, sebenarnya ia hanya merasa bosan saja jika tidak melakukan apapun, apalagi anaknya ada Beby sister nya.