
๐น๐น๐น
#part 32#
hari sudah gelap.
Ariana kini sudah mengenakan pakaian tidurnya.
ia menuju sofa untuk beristirahat karna ia lelah melakukan aktivitas seharian di mension suaminya.
"mengapa aku merasa seperti wanita simpanannya, aku tidak pernah di publik" ucap Ariana dengan sendu
"sudahlah Ariana tak apa, tetap semangat meski harus penuh dengan kesedihan" kemudian gadis itu membaringkan tubuhnya di sofa.
...****************...
...****************...
...****************...
keesokan harinya.
Ariana kini bersiap siap menuju restauran.
ia berangkat dengan di antar pak Wisnu, sebab Alberto yang memerintahkan pak Wisnu agar Ariana tidak kabur darinya.
"pak sampai sini saja"
"memangnya kenapa nona"
"aku takut, teman temanku akan curiga jika aku istrinya tuan Alberto"
__ADS_1
"baik nona"
pak Wisnu menepikan mobilnya dipinggir jalan, kemudian Ariana pun segera turun dari dalam mobil tersebut.
"terimakasih pak wisnu"
"sama sama nona"
pak Wisnu kemudian kembali kemension, sementara kini Ariana masuk kedalam restauran dan segera mengerjakan pekerjaan nya.
"tumben lu telat"
"iya Lis soalnya aku tadi bangun kesiangan"
"ya udah deh, nanti lo keruang tuan arka ya, dia nyuruh aku kasih tau Lo tadi"
"ok"
Ariana kemudian kembali melap meja dan melayani pelanggan dengan baik. meski masih pagi banyak pelanggan yang makan di restauran besar itu.
pandangannya berhenti pada 2 pasang sejoli yang mengkhianatinya namun, Ariana kini hanya menatap mereka dengan tatapan datar saja.
"ehh ada babu pagi pagi sudah kerja" ujar bela dengan senyuman meledek.
Ariana masih diam tak menanggapi, sekilas Ariana menatap wajah Alfian dengan tatapan datar membuat ada rasa sedikit tak terima dihati Alfian
tatapan yang selalu menunjukkan tatapan memuja padanya kini seolah olah hilang lenyap tak berbekas, kini tatapan mata lembut itu menjadi tatapan datar dan memicing tajam.
menggambarkan rasa marah bercampur kecewa. membuat Alfian sedikit sakit melihatnya.
"silahkan duduk, kalian berdua ingin pesan apa" ujar Ariana berusaha menahan emosi dihatinya.
__ADS_1
"ohh aku ingin makanan paling mewah direstoran ini, dan aku tidak ingin berlama lama disini" ketus bela tak suka, saat melihat suaminya menatap adik tirinya terlalu lama.
Ariana kemudian meninggalkan mereka untuk menuju chef bagian dapur memberikan buku catatan yg ia bawa.
hatinya sudah tertutup, dan tidak akan terbuka untuk siapapun.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
di negara Amerika.
tampak seorang pria di sebuah apartemen mewah masih tertidur pulas. tubuh atletisnya terkena sinar matahari membuat ia sedikit merasa terganggu.
Alberto, pria itu kini mulai terbangun dari tidurnya dan mengerjapkan beberapa kali matanya.
mata biru itu memicing tajam menatap keseluruh ruangan.
"ouh shittt sial! bagaimana aku bisa lupa jika kini aku berada di negara lain"
pria itu selalu memikirkan keadaan Ariana membuat ia sangat kesal, bahkan saat mandi pun ia memikirkan istirnya.
bibir ranum yang sangat manis saat ia rasakan kini terngiang ngiang dikepalanya. bahkan ia ingin selalu merasakan lagi dan lagi, namun gengsi mengalahkannya.
ia mengenakan setelan jas abu abu, membuat ia sangat tampan dan menawan.
ia turun kebawah untuk sarapan, beberapa pengawal dan pelayan membungkukkan badannya
__ADS_1
"selamat pagi tuan" sapa mereka.
"hmm" alberto hanya berdehem saja, ia duduk dikursi dan menyantap makanannya, hanya keheningan memenuhi ruangan. bahkan para pelayan pun tak ada yang berani mengeluarkan suara sepatah pun