ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 104


__ADS_3

🌹🌹🌹


#part 104#


setelah kepergian jaya, Ariana melihat seorang pria yang pernah menempati hatinya. pria itu menatapnya dengan iba, ingin sekali Alfian melap air mata Ariana.


"Ariana bolehkan aku menghapus air matamu itu" ucap Alfian berhasil memancing emosi Alberto.


Alberto mendekati Alfian dan membogem mentah wajah pria itu.


Ariana terkejut, ia menarik tangan suaminya agar tidak membunuh pria itu. "Deddy, tahan emosi mu, biar aku yang memberi pelajaran pada dua orang ini, kau tidak perlu mengotori tanganmu dengan melukai mereka" ucap Ariana menatap keluarga Valentine.


"tidak sayang, aku tidak ingin kau berdekatan dengan pria ini"


Alberto masih enggan untuk pergi dari tempatnya, malahan kini alberto menarik tangan istrinya agar menjauh dari pria itu.


"seret dia, dan bawa ke ruang penyesalan" titah Alberto tak main main.


bela hanya diam menangis dengan pilu, lagi lagi ia kalah telak oleh kekuasaan Alberto. bela menatap suaminya yang kini di seret keluar dari ruangannya dan di bawa menyusuri lorong sempit dan berdinding basemant bercat hitam.

__ADS_1


Alberto menatap tajam kearah Elina, wanita itu menunduk ketakutan membuat alberto menyeringai sinis melihat musuhnya lemah di hadapannya.


"mengapa kau menunduk? mana kesombongan yang selalu kau tunjukkan kepada orang orang termasuk istriku"


"maafkan aku alberto,aku tak bermaksud mengkhianati mu"


"heh! aku tak peduli kau bermain bersama para lelaki hidung belang di luaran sana, justru aku malah senang dan aku bisa bersatu dengan istriku, yang sehati denganku"


"aku bahkan telah kalian bohongi berkali kali, dengan berita hoaxs tentang kematian anak kalian, maka akan ku buktikan ucapan kalian, putri kalian yang tidak berharga itu akan mati sungguhan" bantah Alberto dengan keras.


Ariana mengelus lengan suaminya agar meredakan emosinya. "tahan emosimu dedy"


"Mengekspresikan kemarahan adalah bentuk membuang sampah sembarangan di depan umum, maka dari itu jangan membuang buang emosi mu pada mereka"


alberto merasa sikap istrinya terlalu baik kepada semua orang, dan itu salah satu sikap yang di sukai alberto, namun Alberto tidak akan membiarkan orang orang yang hidup bahagia di atas penderitaan istrinya, akan hidup dengan tenang, ia akan membabat habis orang² tak berguna seperti mereka.


"ikat mereka, besok adalah hari terakhir mereka" ujar alberto membuat mereka kini ketakutan.


mereka takut kematian menghampiri mereka, bahkan Alberto pria itu tidak memiliki hati sama sekali.

__ADS_1


"Deddy, aku mohon jangan bunuh mereka"


"sayang, aku tidak akan mendengarkanmu kali ini, karna aku sudah lelah dengan mereka"


Alberto membawa tubuh istrinya keluar dari ruang bawah tanah.


saat keluar, Ariana merasakan seperti baru saja keluar dari lubang neraka.


"kamu istirahat dulu ya, aku akan membersihkan diri terlebih dahulu"


Ariana menganggukkan kepalanya, saat suaminya meletakkan tubuh nya di ranjang besar itu.


Alberto memasuki kamar mandi meninggalkan Ariana, wanita itu menatap punggung suaminya yang perlahan menghilang dari balik pintu.


"apa aku membiarkan dia untuk memberi pelajaran pada mereka, tapi aku tidak kuat melihat orang yang tersakiti, aku harus memaksa Alberto agar tidak membunuh orang dengan mudah seperti itu, aku takut anakku akan menurun sikapnya itu"


"aku rasa ded Kenzo tidak sekejam seperti nya"


karna bingung, Ariana memutuskan untuk menunggu suaminya selesai membersihkan diri.

__ADS_1


__ADS_2