
๐น๐น๐น
#part 55#
"hmpp..."
Alberto merebahkan tubuh istrinya hingga kini ia menindih istrinya.
mulutnya tak henti hentinya mengecupi tubuh istrinya hingga kini tangan nakalnya itu berada di area sensitif istrinya.
saat hendak melepaskan pakaian dalam istrinya, tiba tiba ada yang mengetuk pintu membuat mereka menghentikan aktivitasnya.
"**** .berani beraninya mengganggu waktuku" geramnya marah dan menutupi tubuh istrinya dengan selimut.
ia melangkah menuju pintu dan membukanya secara otomatis
"ada apa" ujarnya dingin menatap pria tua yang membawa makanan.
"maaf tuan muda, nona muda tadi memesan makan malam untuk anda" ucap pak Wisnu menunduk hormat.
Alberto mengambilnya dan kembali menyuruh pak Wisnu untuk kembali, pria itu mengunci pintunya secara otomatis dan ia menaruh makanannya di atas nakas.
"tuan, sebaiknya anda makan" ujar Ariana mencari alasan agar terlepas dari cengkraman suaminya.
"makannya nanti saja, karna ada hal penting yang harus aku kerjakan" seringainya nakal dan kembali menindih tubuh istrinya.
hingga mereka pun kini menghabiskan waktu berdua di dalam kamar semalaman.
*
*
__ADS_1
*
Alvaro kini berada di mension utama.
tiba tiba Aurora muncul mendekatinya.
"kak Alvaro, apa yang kau lakukan disini?"
"aku ingin menemui tuan kenzo"
"ded Kenzo bersama momy di dalam kamar, katanya dia sedang tidak ingin di ganggu" ucapnya
"baiklah aku akan menunggu di ruang kerja, katakan padanya" ucapnya dan meninggalkan Aurora.
"baik kak" Aurora menatap punggung Alvaro dengan tatapan kagum, dari dulu ia menyukai pria itu.
saat Alvaro hendak menuju tangga, tiba tiba ia berpapasan dengan Aurel, namun gadis itu menatap datar ke arahnya.
Alvaro memberi penghormatan namun malah di pandang rendah oleh gadis itu.
"selamat malam nona"
"buat apa kau kemari"
"saya ada urusan dengan tuan kenzo nona"
Aurel menatap kearah adiknya yang tampaknya sangat terpesona pada Alvaro. wanita itu kemudian mengajak tajam pria itu.
"jangan mengganggu dad dan momy ku, atau kau tau akibatnya"
"saya tidak menggangu saya hanya akan menunggu di ruang kerja"
__ADS_1
"cihh dasar keras kepala" ucap Aurel langsung meninggalkan tempat itu.
Alvaro menatap kepergian Aurel dan kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Kenzo.
ia tidak terlalu memasukkan hati atas sikap Aurel terhadapnya, maka dari itu ia memilih untuk diam.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
di mension Alberto.
pria itu kini sedang makan malam di samping suaminya, takhenti hentinya Alberto menatap nya sedari tadi.
pipinya yang menggembung dan rasa gugup membuatnya terlihat menggemaskan di mata pria itu
Ariana yang tau jika suaminya kini sedang menatapnya, ia pun berusaha mengalihkan perhatian nya kearah lain.
Alberto berpangku tangan dan menatap lekat istrinya itu.
"kau ternyata penyihir kecil penggoda, kau sangat nakal sayang" ujarnya membuat Ariana tersedak dan Alberto langsung memberikannya segelas air putih.
"pelan pelan saja, tidak akan ada yang mengambilnya darimu" ucap pria itu sembari memberikan segelas air pada istirnya.
Ariana menunduk, sebab ia merasa sangat malu akan hal itu.
ia berusaha untuk tetap tenang agar tidak gugup.
"setalah ini, aku akan membiarkanmu istirahat namun besok malam kau harus kembali bekerja untukku, mengerti?" bisiknya membuat Ariana menelan salivanya dengan kuat.
__ADS_1
"tuan, aku lelah bisakah untuk tidak melakukan hal itu dulu" jujur, Ariana sangat ingin istirahat, suami mesumnya itu terlalu buas hingga kini membuat pinggangnya terasa sangat sakit.