
🌹🌹🌹
#part 135#
setelah percakapannya dengan Alvaro selesai, Alberto memilih untuk mengajak pulang mereka bertiga.
lagian pekerjaannya sudha selesai, dan ia juga ingin bermain sepuasnya dengan Beby twins nya.
di mension utama.
tampak seorang wanita cantik tersenyum memandangku foto seorang pria dengan terlukis sebuah senyuman indah di wajahnya.
Aurel.
wanita itu tak sabar menanti hari pernikahannya dengan pria yang di cintainya. awal untuk menjauhi asisten kakaknya karna adiknya menyukai Alvaro, namun kini ia rela berhenti mengalah, ia harus mendapatkan orang yang dicintainya.
tok...tok...tok
tiba tiba seseorang mengetuk pintunya, membuat ia menghentikan aktivitasnya menatap foto itu, dan kini ia beralih menatap pintu.
"masuk, pintu saya tidak di kunci" ya meski di awal ia pikir seorang pelayan, namun ternyata adik kembarnya.
"kak ayo kita jalan²"
"tidak bisa Aurora, kakak harus banyak istirahat karna besok lusa pernikahan kakak, dan nanti kakak juga harus fitting pengantin dengan momy" senyuman yang terukir di wajah Aurora sirna sudah, namun gadis itu tetap menunjukkan senyumannya, meski itu adalah sebuah senyuman dipaksakan.
"baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, bye"
"byee"
setelah Aurora menutup pintu, tampak senyuman sinis di wajah Aurel. Aurel tau jika Aurora kecewa padanya, karna pria yang di cintai adiknya akan menikah dengannya. dan apalagi Aurel tau, jika Aurora lebih kecewa saat tau Alvaro lebih mencintainya dan memilihnya dari pada dirinya.
__ADS_1
"kali ini aku tidak akan mengalah padamu lagi Aurora, karna aku lelah mengalah padamu, semuanya lebih sayang padamu, sementara aku? aku hanyalah seorang gadis yang selalu mengalah pada semua orang"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
di mall terbesar di kota.
Aurora tampak memesan banyak makanan, jika ia sedang setres ia akan memakan dengan cukup banyak.
namun mati Matian ia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh juga.
saat sedang menggerutu, tiba tiba saja seorang pria datang begitu saja, membuat ia semakin kesal.
"hai nona cantik, bolehkah aku berkenalan denganmu"
"huh, kau membuatku terkejut" ketus Aurora mengelus dadanya.
"hehe, maaf kan aku, oh ya, mau kah kau berkenalan denganku?"
"tidak!"
"ohh ayolah, kita bisa saja berteman"
"no need for newcomers" balas Aurora jutek, karna ia sedang kesal pria itu mengacaukan segalanya membuat emosinya bertambah naik level.
__ADS_1
"perkenalkan, namaku Ivan, and you?"
Aurora tak menjawab, ia malah menatap ivan dengan tajam. "why? apa kau memiliki masalah sehingga kau menjadi kesal?"
"ya, karna pria yang aku cintai akan menikah dengan kakakku" ketus Aurora tanpa sadar curhat dengan pria tersebut.
"ouhh, tak apa mungkin kau bukan jodohnya, melainkan jodohku" ucap ivan tersenyum manis.
"cihh, aku tidak butuh gombalanmu"
"ayolah kita kenalan, barangkali aku bisa menghiburmu" ucap ivan dengan tulus.
'ada bagusnya juga, pria ini bisa menjadi teman ku untuk menghibur, tapi apakah dia berbahaya? aku rasa dari tatapannya ia benar benar pria baik' batin Aurora menatap Ivan dengan intens.
ivan melambaikan tangannya di wajah Aurora, membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.
"hai nona, apa kau baik baik saja?"
"yah, aku baik baik saja"
"syukurlah"
"siapa namamu?"
"namaku Aurora"
"nama yang indah, seperti orangnya, dan kau memakai lensa apa? mengapa matamu indah"
"aku tidak memakai lensa mata, ini mata asliku"
"are you serious?"
__ADS_1
"yes"