
๐น๐น๐น
#part 101#
hari telah siang.
Ariana tertidur pulas di Ranjang, alberto melepaskan pelukannya dari istrinya. sesuai rencana ia mengganti pakaiannya dan hendak menuju ruang bawah tanah.
ia berjalan dengan tegas, terdengar langkah kakinya menggelegar di seluruh ruangan. tidak akan ia memberi ampunan untuk kali ini, mereka sudah kelewat batas.
Alberto menatap orang orang yang menyakiti istrinya selama ini.
Alberto duduk di kursi kebesarannya, menatap hina mereka semua.
tangan mereka diikat dengan kuat, sementara mulutnya di sumpal dengan kain, karena sedari tadi mereka berteriak meminta di lepaskan, membuat telinga para pengawal kebisingan.
tubuh mereka meringkuk di lantai dingin, tak henti hentinya meronta ronta meminta untuk dilepaskan.
para pengawal itu melepas kain yang berada di mulut mereka, sehingga kini mereka bisa membuka suara.
"apa hak mu mengurung kami di sini" ucap jaya dengan tatapan nyalangnya pada Alberto membuat pria itu tertawa sinis.
__ADS_1
"Katakan saja, apa yang telah di perbuat oleh istrimu"
"memangnya apa yang ingin di lakukan oleh nya, hah..!!!" teriak jaya dan langsung mendapatkan tendangan di perutnya sehingga pria itu terpental kebelakang dan menabrak dinding.
"Alberto, kau tidak bisa berbuat sesuka mu, meski kau pengusaha di negara ini" ujar Alfian marah pada pria itu.
"heh! kenapa? apa hak mu melarangku" ucap Alberto menyeringai sinis dan meminum wine di tangannya.
mengingat pria itu mantan kekasih istrinya,membuat pria itu marah bercampur cemburu.
Laura dan bela hanya diam.
Alberto menatap ke arah kandang besi yang di mana di sana istrinya berada dengan keluarga mereka.
"apa kabar nyonya valentine yang terhormat" ujar Alberto tertawa sinis, sementara valentine hanya diam dan menundukkan kepalanya.
"Alberto aku mohon lepaskan keluarga ku" ucap Elina memohon pada pria itu namun yang ia dapatkan hanyalah tatapan hina dari pria itu.
"bawa wanita itu ke markas back Devils, biarkan para pengawal itu menikmati tubuhnya" pekik Alberto menunjuk Billi adik bela.
"saya mohon jangan sakiti adik saya tuan" ujar bela.
__ADS_1
tiba tiba air matanya itu mengalir, penyesalan itu berada di pelupuk matanya, namun ego mengalahkannya, ia tidak mau terlihat lemah di mata semua orang.
dia harus bisa melawan demi menjaga kehormatannya sebagai wanita angkuh.
Alberto yang mendengarnya tertawa sinis, Alberto memerintahkan pelayan agar membawa istirnya ke ruang bawah tanah.
"nyawa kalian hanya ada pada keputusan ISTRI ku, jika istriku tidak memaafkan kalian maka tamat lah riwayat kalian" ujar Alberto menekan kata istri
"tuan Alberto aku mohon maafkan saya dan anak istri saya" ujar Mr. viano suami valentine.
Alberto hanya diam tak menjawab, ia menatap ke arah jaya yang kini kerap mendapatkan siksaan dari para pengawalnya bersama Alfian.
"buka penutup kandang itu, agar mereka melihat siapa di dalam nya"
pada pengawal itu menurut, mereka membuka penutup kandang, mereka semua yang melihatnya terkejut, sama halnya dengan Elina wanita itu lebih terkejut.
"Zoya" pekik Elina menangis menggelengkan kepalanya.
"Elina..." lirih wanita itu lemas tak berdaya
Dirga, adik Aron, pria itu kini hanya diam dan menundukkan kepalanya, penyiksaan setiap hari selalu ia dapatkan, setalah di lukai ia kerap di obati dan akan di siksa kembali, sama hal nya dengan zoya.
__ADS_1