
๐น๐น๐น
#part 91#
Elina pergi begitu saja tanpa memperdulikan orang itu, dengan tergesa gesa ia segera menuju mobilnya.
"ini tidak bisa dibiarkan, aku harus menyusul Alberto" gumam Elina pelan dan melajukan mobilnya menuju mensionnya.
"erick"
"ya nyonya"
"siapkan pesawat pribadi Alberto aku akan menuju Amerika untuk menyusulnya"
"baik nyonya"
pengawal Elina menurut, Elina bersiap siap. BI asih yg melihatnya menjadi bingung, namun ia tidak berani membuka suara, ia menatap kepergian nyonya nya itu di balik pillar besar.
"ya ampun nona muda, BIbi sangat merindukanmu" lirih bi asih dengan sedih, selama 2 Minggu lebih tidak ada yang menghiburnya, ia sudah menganggap Ariana seperti anak sendiri.
nyonya nya ini terlalu sombong, dan sangat tidak memiliki perasaan terhadap orang lain, dengan mengandalkan kedudukannya ia menyiksa para bawahan yg lalai dalam pekerjaan.
berbeda dengan Ariana gadis itu hanya diam dan tidak berkata apa apa jika ada yang lalai bekerja.
...โ๏ธโ๏ธโ๏ธ...
__ADS_1
kost Ariana.
Alberto kini terbangun namun, ia masih berada disamping istrinya. ia terbangun sebab mendengar suara ponselnya berdering, menandakan ada panggilan lewat.
"halo"
"halo tuan, bisakah anda ke hotel"
"tidak bisa, katakan disini saja" Alberto tidak ingin meninggalkan anak dan istrinya, meski harus rela tinggal di tempat yg cukup kecil seperti ini.
"tuan, nyonya Elina menyiapkan pesawat pribadi untuk menyusul anda ke sini" ucap Alvaro membuat alberto sedikit terkejut, namun seperkian detik wajah tampan itu menyeringai setan.
"urus keberangkatan namun, suruh pilot pribadi ku itu mengantarnya ke sebuah pulau terpencil, aku menutup akses jalan baginya untuk ke negara Amerika, dan jangan biarkan negara ini menerimanya"
"baik tuan"
namun, ia teringat jika istrinya pasti belum makan siang, jadi ia memesankan makanan untuk istrinya.
setelah memesan, ia kembali memeluk istirnya dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Ariana.
ia mengelus pelan perut yang sedikit membuncit itu dan menciumi pipi Ariana.
Ariana merasa terganggu, ia membuka matanya perlahan. yang pertama ia lihat adalah tangan kekar yg memegang perutnya saat ia menoleh ke belakang, kini hidungnya bersentuhan dengan hidung mancung Alberto.
"Alberto lepaskan, aku ingin membersihkan diri"
__ADS_1
"tidak, kau tidak boleh kekamar mandi sendirian, aku takut lantai jelek itu licin dan membuat kau dan anakku terjatuh"
..."cihh sombong sekali, aku tau kamar mandinya dari mermer mewah" gumam Ariana menatap tajam suaminya....
"jangan mengumpatku dalam hati sayang"
"bagaimana bisa kau tahu?" ucap Ariana dengan polosnya membuat Alberto kini membuka matanya dan menatap kearahnya.
"apa kau sungguh mengataiku hmm?"
"tidak, aku salah bicara" ucap Ariana mulai merasa tak enak.
saat asik mengganggu istrinya, tiba tiba pintu kost di ketuk seseorang, membuat Alberto menghentikan aksinya.
Alberto melepaskan pelukannya dan turun dari ranjang, ia membukakan pintu.
ternyata pesanan alberto telah sampai di kost Ariana, namun saat ia mengeluarkan kartu black card nya,pria yg mengantar makanan pesanan nya malah tertawa geli.
"excuse me sir, is there no cash"
(maafkan saya tuan, apakah tidak ada uang cash)
"ouh all right, take the change"
(ouh baiklah, ambil kembaliannya) ucapnya dengan dingin setelah memberikan uang berwarna merah pada pengantar makanan itu.
__ADS_1
Alberto membawa masuk makanan nya, dan menuju dapur untuk menyajikannya kedalam piring.