
🌹🌹🌹
#part 117#
setelah kepergian Alberto, Ariana segera masuk ke dalam, ia memilih untuk menyalakan televisi untuk menghilangkan rasa jenuh nya.
tiba tiba berita muncul yang membuatnya menjadi sedikit tegang.
ya, berita itu menayangkan jika keluarga Valentine menghilang tanpa jejak, bahkan tuan tiba saja saham dan juga perusahaan milik Mr.viano berbalik nama menjadi atas nama Chelsea putri dari nyonya felica dan tuan David.
dan rumah besar milik keluarga Valentine juga telah di jual oleh seorang pria tua untuk tempat tinggal.
ya, Ariana tau jika itu kelurga Elina yang baru saja alberto kirim ke pulau yang sangat menyeramkan.
tiba tiba ponselnya berdering membuat ia menoleh kearah ponselnya, seseorang menelfonnya membuat ia tersenyum sumringah.
"Lisa.!!!"
"Ariana aku berada di Indonesia, bisakah kau menemuiku?"
"kau berada dimana?"
"aku berada di bandara X, kau tidak perlu kemari lebih baik kita bertemu di cafe tempat kita dulu saja"
"baiklah jika kau berada disana maka hubungi aku ya"
__ADS_1
"baik"
dengan penuh semangat Ariana bersiap siap, namun sebelum itu ia akan meminta izin pada suaminya terlebih dahulu.
wanita itu menghubungi suaminya, sekalian ia keluar mension untuk mencari perlengkapan yang harus ia siapkan, pikir wanita itu
di kantor albert.group
"bangunan harus terbuat dari bahan yang kuat, aku tidak ingin kalian mengkhianati ku, dan pembangunan akan dilaksanakan Minggu depan, dan asistenku yang akan memantau pergerakan kalian, apabila melakukan kesalahan sedikit saja, maka harus tau konsekuensinya apa, dan aku tidak membutuhkan orang bodoh dalam kerja sama ku"
"baik tuan"
tiba tiba ponselnya berdering, membuat ia menghentikan rapatnya sebentar, para klien merasa heran, karna biasanya Alberto hanya menatap ponselnya jika ada yang menghubunginya, namun kali ini ia mengangkatnya bahkan menghentikan rapatnya.
Alberto keluar ruangan dan digantikan oleh asisten Alvaro.
"Deddy bolehkah aku keluar mension"
"tidak, kau tidak boleh keluar selain bersama ku"
ya, yang menghubunginya istrinya, dan itu membuatnya sangat senang dan menghentikan rapatnya, hanya demi anak dan istrinya.
"aku janji tidak akan lama Dedy, bahkan kau boleh mengirim banyak pengawal untukku"
"sayang diluar berbahaya, kandunganmu sudah semakin besar, aku takut kau dan anak kita kenapa napa"
__ADS_1
"aku hanya pergi ke cafe bertemu dengan Lisa, aku mohon"
ucap Ariana memohon agar Alberto mengizinkannya, alberto menghela nafasnya sejenak, "baiklah, tapi aku hanya memberimu waktu 2 jam untuk berbicara dengan lisa"
"mengapa sebentar? aku ingin bermain dengan Lisa dedy"
"2 jam atau tidak sama sekali"
"baiklah² 2 jam" ucap Ariana dengan cemberut namun tak terlihat oleh alberto.
"good girl, baiklah hati hati aku akan menyuruh pak Wisnu untuk menemanimu"
"iya deddy"
setelah mematikan sambungan telfonnya, alberto kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda karna istri kecilnya tadi.
tak lama Lisa menghubunginya dan mengatakan jika ia telah berada di cafe
sesuai perkataan Alberto, Ariana diantar oleh pak Wisnu menuju cafe tempat Ariana dan Lisa beristirahat.
namun sebelum itu, Ariana dan pak Wisnu menyiapkan semua perlengkapan yang di butuhkannya nanti malam.
"pak, bagaimana caranya agar Alberto terpikat denganku" tanya ariana pada pak tua itu.
"maksudnya nona?"
__ADS_1
"karna pak Wisnu dan Bu asih sudah aku anggap sebagai orang tuaku, maka dari itu aku meminta pak Wisnu saran yang tepat agar Alberto menyukaiku nanti malam"