
🌹🌹🌹
#part 22#
Alberto pamit pada ibunya untuk kembali pulang karna hari sudah malam, awalnya Olivia menyuruh mereka menginap namun Alberto menolaknya.
"hati hati di jalan nak"
"yes mom, jaga diri baik baik karna alberto tidak bisa terlalu sering kesini" ujar Alberto mencium pipi ibunya.
Ariana menyalimi Olivia dan kemudian Ariana dan Alberto keluar dari mension Kenzo.
diperjalanan.
hanya ada keheningan, Ariana menatap jendela mobil menatap jalan jalan kota yang tampak ramai meski sudah malam.
Alberto menghentikan mobilnya di pinggir jalan membuat Arian kebingungan.
"turun..!!!" ucapnya membuat Ariana semakin bingung.
"APA KAU TULI? AKU BILANG TURUN" bentak Alberto membuat Ariana terkejut.
Ariana segera membuka pintu mobil dan turun dari mobil Alberto, tanpa pikir panjang Alberto meninggalkan istrinya di pinggir jalan membiarkannya berpakaian terbuka seperti itu.
Ariana berjalan menyusuri jalanan kota, ia menenteng hig heels nya karna kesulitan berjalan dan tumitnya lecet dan terluka.
__ADS_1
Ariana sama sekali tidak meneteskan air mata meski hatinya kini terasa sangat sakit.
"akan aku jalani ya tuhan sampai pria itu benar benar Bosan padaku dan menceraikanku" ujar Ariana menatap kosong kearah jalanan kota.
pakaiannya yang minim membuat kulit putihnya itu menggigil, kaki putihnya melangkah sedikit lebih cepat ia bingung harus pulang bagaimana sebab mension suaminya masih jauh dari kota.
langit mendung selalu olah paham apa yang dirasakan oleh Ariana, hujan mulai turun dengan derasnya membuat Ariana mau tidak mau berteduh di sebuah pondok kecil.
Ariana memeluk kedua bahunya karna merasa sangat dingin akibat hujan yang sangat deras nya.
awan sudah sangat gelap tidak ada satupun taksi yang lewat.
namun sama saja Ariana sama sekali tidak membawa uang sepeserpun.
"ya tuhan aku harus bagaimana" Ariana mulai menangis karna merasa takut.
tiba tiba mobil hitam mewah berhenti di depannya membuatnya ketakutan.
"Ariana apa yang kau lakukan disini" ujar seorang pria yg Ariana kenal.
"arka" ucap bibir kecil itu.
arka turun dari mobil dan berlari menghampiri Ariana. "Ariana apa yang kau lakukan disini" arka menatap manik coklat itu. mata yang terlihat sayu dan berkaca kaca
"apa yang terjadi padamu" arka memeluk tubuh kecil yang menggigil itu membuat kini tangisan Ariana pecah.
__ADS_1
"cerita padaku Ariana" ujar arka namun Ariana msih tak bergeming.
"baiklah aku akan mengantarmu pulang, kita cerita di dalam mobil saja" arka membawa Ariana ke dalam mobilnya.
ia pun mulai menyetir mobilnya dan memberikan Ariana selimut yang ia bawa.
"mengapa kau berada disitu, dan pakaianmu sangat minim" ujar arka penasaran.
"aku tidak apa apa Arka kau tidak perlu khawatir"
"benar kau tidak apa apa"
"ya aku tidak apa apa" ujar Ariana tersenyum
arka merasa yakin jika kini Ariana tengah berbohong kepadanya, dan Arka akan mencari tau nya nanti.
"lalu apa yang kau lakukan di tempat sepi seperti itu"
"aku hanya menunggu taksi, aku sehabis dari rumah temanku" ujar Ariana lagi lagi berbohong.
"rumahmu dimana"
"kau ikuti saja jalanan panjang ini hingga menemukan mension yg besar"
"apa kau saudara nya tuan Alberto" ujar arka mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"tidak² aku hanya pelayannya saja"
"ohh baiklah" arka tidak ingin banyak bertanya, namun ia akan mencari tau semuanya nanti