ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 118


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#part 118#


"bukankah tuan alberto sudah menyukai non Ariana"


"bukan begitu pak, maksudnya bagaimana caranya agar nanti malam aku terlihat menawan di depan alberto"


"ohh nona tidak berbicara jelas dari tadi"


"non pakai lingerie aja" ujar pak Wisnu dengan enteng.


"hah? lingerie itu apa?" tanya Ariana dengan polos.


"dulu pas bapak masih muda dan pertama kali nikah dengan bi asih, nah orang tua bapak memberikan lingerie pada istri bapak"


"jadi?"


"anda akan tau sendiri nona muda"


"baiklah kalau begitu apa bapak mau membelikannya untukku" permintaan Ariana yang polos itu sungguh membuat pria tua itu menggeleng kan kepalanya.


"saya tidak tau nona, sebaiknya anda menyuruh pengawal itu saja"


"baiklah"


pak Wisnu menghela nafas dengan lega, bisa bisa otak nya akan kemana mana jika membeli lingerie untuk majikannya.

__ADS_1


setalah membeli semua yang Ariana butuhkan, sesuai janji ia kini berbincang bincang dengan Lisa di cafe.


"wihh udah gede aja"


"iyalah kan pertumbuhan, jika kecil terus itu anaknya balon berarti"


"apa tuan Aneh itu memperlakukan Lo dengan baik?"


"baik, malahan aku dimanja manja"


"baguslah"


"apa kamu ga mau aku kenalkan sama asisten alberto"


"ga usah, aku ga mau menjadi pasangan hidup orang yang kaya asisten Alvaro, tampan sih, tapi sifatnya Sama kaya atasannya, sama sama menyebalkan, dingin kaya kutub utara" ketus Lisa membuat Ariana tertawa lepas.


"yakin ga mau? nanti bucin gimana"


Lisa dulu berpacaran dengan Irfan namun hubungan mereka tak berlangsung lama karna Irfan memilih keluar kota untuk melanjutkan sekolahnya.


"pesan gih apa yang mau kamu makan"


"aku udah kenyang rin"


"ohh iya, kamu kesini mau ngapain?"


"aku ada urusan sama orang, jadi sekalian aja aku mampir kesini ketemuan sama kamu"

__ADS_1


"widihh kaya lo"


"kaya berkat bantuan suami mu haha" tawa Lisa pecah.


ya, Lisa kini menjadi wanita pengusaha karna hotel yang diberikan alberto ia jual, dan ia membangun perusahaan miliknya, dan hotel yang Lisa jual milik Alberto itu harganya lebih dari miliaran.


"ya udah semoga kamu semakin sukses"


"amiin rin"


saat asik berbincang, tiba tiba pak wisnu datang menghancurkan pembicaraannya. "maaf nona, waktu anda habis dan tuan memerintahkan agar anda segera pulang"


"huh! baiklah"


"kamu mau kemana Ariana?"


"aku cuma dikasih waktu 2 jam ngobrol sama kamu"


"ya elah posesif amat itu orang ya sudah bye"


Ariana dan Lisa pun saling berpelukan dan kemudian mereka pun berpisah, Ariana kembali kemension dengan sedikit cemberut namun seketika senyumnya terbit membayangkan wajah alberto nanti malam.


Ariana masuk kedalam, saat ia ingin membawa barang barangnya, para pengawal meminta agar mereka yang membawanya. awalnya Ariana menolak karna merasa tak enak, namun para pengawal itu meyakinkan dan Ariana pun menyetujui nya saja.


setelah barang barang nya di dalam kamar, Ariana pun mulai membuka nya satu satu. Ariana menatap ke atas, yakni ia melihat kearah cctv yang memantaunya.


'jika begini aku tidak bisa berbuat apa apa, aku yakin ia memantauku dari sana' batinnya mencoba mencari cara agar tidak ketahuan.

__ADS_1


tiba tiba melintas ide gila, Ariana mengirim pesan singkat pada Alvaro. pria itu memang sudah tau jika Ariana ingin memberi kejutan pada Alberto tentang uang tahunnya.


maka dari itu Alvaro mematikan seluruh akses kamera cctv di dalam kamar Alberto agar pria itu tidak bisa memantau Ariana.


__ADS_2