ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 31


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#part 31#


"ti-tidak perlu tuan, saya tidur di sofa saja"


"bisa tidak kau tidak membantah perkataan ku, jika aku menyuruhmu tidur diranjang maka tidur diranjang" gumam Alberto marah.


"awas saja jika aku tak melihatmu tidur diranjang ku, maka habis dirimu" ketusnya dan beranjak dari duduknya.


ia meninggalkan Ariana sendirian didalam kamar.


"ada apa dengan nya? mengapa dia sangat marah"


Ariana tidak terlalu memikirkan itu, ia pun memutuskan untuk tidur dari pada pusing memikirkan hal yang tidak penting baginya.


...----------------...


...----------------...


di ruang kerja.


tampak Alberto mondar mandir tak jelas membuat Alvaro asistennya merasa pusing menatapnya.


"bagaimana mungkin aku merasa bersalah padanya? tidak! ingat Alberto dia pembunuh istrimu dan kau tidak boleh merasa kasihan padanya" ujar Alberto dengan pelan.


"tuan, apa kita tidak jadi" tanya Alvaro membuat Alberto menghentikan langkahnya.


"tidak! kau kembalilah, aku akan kekamar saja" ujar Alberto kemudian keluar dari ruang kerja.

__ADS_1


tadi Alvaro dan Alberto ingin membahas tentang keberangkatannya menuju Australia, menyerang markas black lion.


Alberto segera menuju kamar hendak melihat keadaan istrinya, ia bingung dengan dirinya sendiri mengapa ia menjadi tak tega untuk menyakiti gadis itu.


ia masuk kedalam menatap wanita cantik yang kini tertidur pulas.


dengan langkah kecil ia mendekati ranjang dan kemudian naik keatas tidur disamping istrinya.


"maaf tapi kau yang membunuh istriku, tidak mungkin aku tidak membalaskan dendamnya" kemudian Alberto menutup matanya.


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


seperti biasa, Ariana menyiapkan sarapan suaminya. semalam ia belum makan malam maka dari itu ia merasa sangat lapar sekarang.


"nona, tuan muda tidak mengizinkan anda bekerja hari ini" ujar pak Wisnu membungkuk hormat.


"tapi pak, saya belum izin dengan bos saya"


"soal itu saya tidak tau nona"


"mohon izinkan saya pergi kerestoran pak, saya takut di pecat"


"jika aku bilang tidak berarti tidak..!!!" ujar Alberto yang tiba tiba muncul dari atas tangga.

__ADS_1


"tapi tuan, aku nanti bisa dipecat" ujar Ariana menunduk ketakutan.


"itu biar aku yang mengurusnya, aku akan menyuruh asisten Alvaro untuk mengatasinya kau diam saja di rumah, dan jangan kemana mana" tegasnya kembali dan ia pun kemudian keluar dari mension meninggalkan sarapannya.


"oh ya tuhan, semoga arka tidak memecatku" gumamnya pelan.


Alberto menyetir Lamborgini itu menuju kantor, memecah jalanan kota yang sangat padat dengan kendaraan lain.


namun, kendaraan lain memberinya akses jalan dan tak ada yang berani menghalangi jalannya


karna dia seorang tuan penguasa di negara ini, termasuk beberapa negara lainnya. ia dikenal sebagai pemilik berbagai negara.


di dunia mafia ia dijuluki sebagai raja iblis yang tidak berperikemanusiaan.


ia memarkirkan mobilnya di lobi perusahaan.


ia memasuki gedung kantor yang sangat besar itu.



semua karyawan membungkukkan badan, memberi penghormatan kepadanya. banyak wanita yang tergila gila padanya, selain memiliki paras yang tampan dan menawan ia juga memiliki kekuasaan.


"oh ya tuhan, kapan dia akan menikahiku" ujar salah salah satu karyawan berbisik kegirangan.


"tidak! tuan alberto milikku, aku harus bisa mendapatkan hatinya selagi nyonya Elina sudah tidak ada disini" ujar salah satu karyawan dengan bangga


semetara, Alberto tak memperdulikan bisikan para karyawan nya mata tajam itu memicing kearah mereka,membuat mereka menunduk ketakutan.


lebih baik diam, dari pada salah berbicara sepatah saja dan membuat mereka ditendang dari perusahaan terbesar di dunia.

__ADS_1


__ADS_2