
๐น๐น๐น
#part 39#
hari sudah siang.
Alberto tampak uring uringan di dalam kantor.
ia merasa kesal karna terus memikirkan Ariana yang tanpa mengenakan pakaian tadi.
"alvaro..!!!"
"ya tuan"
"dimana gadis itu"
"nona muda berada di tempat kerjanya tuan"
"kita kesana sekarang" Alvaro membungkukkan badannya, Alberto mengambil jas nya yg ia taruh di kursi kemudian melangkah keluar dari ruangannya.
tampak para karyawan langsung berdiri dari duduknya dan memberi penghormatan.
Alvaro membukakan pintu untuk alberto dan kemudian ia pun ikut masuk kedalam
Lamborghini mewah itu menuju arah restauran, kebetulan Alberto merasa lapar jadi ia akan makan disana.
"Alvaro menurutmu apakah istriku masih ada disini"
"saya kurang tau tuan, kata nyonya Amanda ibu dari nona Elina bahwa kini nona Elina sudah di makamkan"
Alberto menghela nafasnya, ia bingung dengan perasaannya sendiri. jika sendiri ia akan merindukan wanitanya sementara jika ia berada di dekat Ariana jantungnya terasa tidak normal.
__ADS_1
"menurutmu penyakit apa jika jantung tidak bisa berdetak dengan normal"
"apa anda mengalaminya tuan"
"ya, akhir akhir ini jantungku selalu berdetak sangat cepat jika berada di dekat gadis bodoh itu"
Alvaro menahan tawa, sebisa mungkin ia menenangkan dirinya.
"itu tandanya Anda sudah jatuh cinta pada nona muda tuan" batin Alvaro.
"mungkin anda mulai menyukai nona muda tuan"
"apa kau ingin melihat neraka..!!!" geram Alberto membuat Alvaro langsung bungkam.
"cihh mana mungkin aku menyukai gadis bodoh itu, dihatiku hanya untuk Elina seorang tak ada yang lain"
"saya pegang ucapanmu tuan, tetapi jika anda jatuh cinta pada nona muda, maka anda kalah"
setelah perbincangan tak penting itu usai, kini Lamborgini mewah itu berhenti didepan restauran.
banyak karyawan yang mengejar Alberto.
namun segera asisten Alvaro menanganinya.
Alberto masuk dengan angkuh dan disambut hormat oleh pelayan pelayan restauran.
"Ariana...!!! lihatlah tuan penguasa itu kesini lagi aaaa mengapa dia sangat tampan andaikata aku jadi istrinya" ujar Lisa kesenangan.
"kau belum tau menjadi istrinya, aku saja istri sahnya tersiksa berada di dekatnya" batin nya.
Ariana kemudian berlari menuju dapur agar tidak bisa bertemu dengan suaminya
__ADS_1
namun, tanpa ia sadari alberto melihatnya dan pria itu pun tersenyum sinis
"heh! kau mencoba untuk berlari dariku? baiklah kita lihat siapa yang menang nanti" gumamnya kecil dan menatap tajam kearah nya
"permisi tuan, ada yang anda pesan"
"saya minta agar pelayan Ariana yang melayaniku" ujar alberto membuat Elvia terkejut.
bagaimana bisa pria itu tau nama Ariana? namun ia menurut saja dari pada ia akan kena masalah.
"baik tuan"
Elvia pun mencari Ariana untuk memberitahu gadis itu.
"Lisa Dimana Ariana?"
"dia berada di ruang masak, mungkin untuk membantu para chef"
"bisa minta tolong kau panggilkan dia? tuan Alberto meminta ia dilayani oleh Ariana"
"what? kau serius, apa tuan alberto menyukai Ariana?" pekik Lisa terkejut.
"entahlah, yang terpenting sekarang panggil Ariana dan suruh ia ke meja tuan alberto aku ingin melayani pelanggan yang lain"
jujur, Elvia merasa kesal sebab Alberto lebih memilih Ariana dibanding dirinya. namun ia pun hanya diam dari pada teman temannya mencapnya sebagai perempuan murah nantinya.
Lisa menemui Ariana yang sedang mencuci piring. "Ariana Lo di suruh Elvia ke meja tuan alberto tuh"
"loh, apa yang aku lakukan kesana?"
"tuan alberto meminta mu untuk melayaninya"
__ADS_1