
๐น๐น๐น
#part 90#
cukup lama keduanya masih dalam diam, sibuk dengan pemikiran sendiri. Alberto merasa sangat bodoh karna tidak tau apapun.
apakah ini karmanya? karna selalu menghina gadis cupu hingga kini tuhan menjodohkannya dengan Ariana?
maka dari itu kita jangan lah menghina fisik seseorang, bisa jadi itu nanti jodoh yang di pilih tuhan untuk kita~ author.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
"lepaskan saya tuan, saya ingin istirahat" lirih Ariana lelah, kepalanya terasa sakit akibat terlalu banyak setres dan berpikir yang tidak tidak .
Alberto menganggukan kepalanya dan melepaskan pelukannya, ia membaringkan tubuh istrinya namun masih tetap membawa nya kedalam pelukannya.
Ariana hanya diam, ia lelah terus menolak, apalagi kini kepalanya terasa sangat sakit, maka dari itu ia lebih memilih untuk tidak menganggap pria itu ada disampingnya
Alberto mengelus perut buncit itu dengan diiringi senyuman di wajahnya.
"jangan nakal di perut momy ya, Dedy janji akan merebut hati mom Ariana" gumam Alberto pada anaknya.
__ADS_1
Ariana yang masih bisa mendengar meski sedikit samar samar merasa sedikit terenyuh
namun sebisa mungkin ia untuk tidak memasukkannya kedalam hati. ia tetap memejamkan matanya dan memilih untuk beristirahat.
Alberto masih tersenyum saat melihat istrinya tertidur pulas, ia menarik selimut dan menutupi seluruh tubuh istrinya agar tidak kedinginan.
ia mengecup pelan kening itu dengan lembut, serta menyisihkan rambut indah Ariana yang menutupi wajahnya.
"tidur yang nyenyak sayang, i love you"
Alberto ikut memejamkan matanya, menikmati hari yang indah bersama istrinya meski istrinya itu sangat menolaknya.
bagaikan mimpi indah, Alberto terus tersenyum hingga kini ia ikut tertidur pulas di samping istrinya.
(5 star hotels)
"hah! sudah cukup Javier aku tidak ingin lagi" ucap elina dengan nafas berseru dengan cepat.
pria yg kini sedang bermain di bawah seolah olah tidak merasakan kelelahan.
Elina mencengkram kuat sepreinya hingga kini keduanya merasa sama sama mencapai puncaknya.
Javier ambruk di samping tubuh Elina, ia memeluk tubuh seksi itu.
masih dengan nafas yang saling bersahutan sehingga lupa akan waktu. "menyingkirlah Javier aku harus kembali, aku takut ketauan Alberto" ujar Elina dengan khawatir.
__ADS_1
"tidak akan, kau tau? dia saat ini berada di Amerika" ucap Javier dengan santai membuat Elina membelalakkan matanya.
"apa yang ia lakukan disana?"
"menurutmu apa lagi? tentu saja untuk mengejar istri keduanya" ucap Javier terkekeh merasa lucu sebab Elina yang istri nya sendiri tidak tau.
"ini tidak bisa dibiarkan"
"tentu saja bisa, kau tau? Alberto tidak akan perduli padamu jika kau mengejarnya kesana, jadi sebaiknya kau bersama ku sana" bisiknya menyeringai setan
"tidak Javier, hatiku hanya untuk alberto" Javier yang mendengarnya tertawa keras, ia mengetatkan rahangnya.
"cihh cinta? jika ia mengapa kau merelakan tubuhmu demi pria lain" ucap Javier tersenyum sinis.
"karna kau selalu mengancamku"
"aku tidak perduli Elina, kau harus tetap menjadi milikku"
Javier turun dari ranjang hendak membersihkan diri, sementara Elina ia bergegas mengenakan pakaiannya dan hendak pulang.
ia tidak ingin terlalu lama di sini takut para pengawal Alberto mencari nya.
Elina keluar dari gedung dan menuju parkiran mobil untuk mengambil mobilnya. dengan langkah cepat ia keluar dari sana, tiba tiba seorang wnaita menabraknya.
"maafkan saya nyonya Elina mohon ampuni saya" ujar penjaga parkiran hotel itu meminta maaf.
__ADS_1
"ck, lain kali kalau jalan pake mata" bentak Elina dengan keras membuat orang tersebut semakin bergetar ketakutan