
๐น๐น๐น
#part 18#
di kantor albert.group
"apa jadwal ku hari ini"
"tidak ada jadwal hari ini tuan, dan besok kita akan membangun proyek di kota Q"
"hmm persiapkan semuanya, dan saat ini ikut aku keluar aku ingin makan siang di luar"
"baik tuan"
Alberto menutup laptopnya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan. seluruh karyawan membungkukkan badannya.
banyak karyawan wanita yang berusaha menggoda Alberto dengan tampil secantik mungkin.
namun semua usaha yang mereka lakukan sia sia, karna hati alberto hanya untuk Elina seorang.
tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi Elina di hati Alberto.
Alvaro menyetir mobil menuju restoran terbesar di kota.
Alberto duduk di kursi belakang menatap bangunan kota, Alvaro bisa melihat perubahan pada diri tuannya semenjak kepergian Elina hidup Alberto menjadi sangat dingin dan bertambah kejam.
__ADS_1
Alvaro memarkirkan mobilnya.
ia membuka kan pintu Alberto dan mempersilahkan turun.
Alvaro berjalan di belakang Alberto memasuki restoran tersebut.
bela dan Alfian masih berada didalam restoran, bela sengaja memperlama makannya agar bisa bermesraan dengan Alfian dan membuat Ariana cemburu.
seluruh karyawan restoran segera memberi hormat dan melayani Alberto dengan sangat baik.
arka memberi salam pada alberto dan menyiapkan tempat duduk yang paling nyaman.
"apa yang ingin anda pesan tuan" ujar pelayan menunduk hormat.
pelayan tersebut meninggalkan meja makan Alberto menuju bagian dapur dan memberikan daftar makanan pada chef.
"Ariana kau tau? tuan penguasa datang kerestoran ini" ujar stela tersenyum melebar.
"ha? tuan penguasa siapa?" ujar Ariana dengan bingung.
Lisa menarik tangan Ariana agar melihat pria itu, lisa mengintip di balik tembok besar dan Ariana pun mengikuti arahannya.
Ariana menutup mulutnya, merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
suami iblis nya kini berada ditempat ia bekerja, ia merasa bingung harus bagaimana ia ingin sekali pergi namun tidak bisa, karna kini Elvia memanggilnya dengan nampan berisi makanan.
__ADS_1
"Ariana bantu aku memberikan ini pada tuan Alberto tanganku sudah penuh"
Ariana bingung harus bagaimana namun ia harus tetap melakukannya. "aku harus mencari cara agar tuan Alberto tidak mengenali ku" Ariana kemudian tersenyum lebar, ia meminta masker dengan alasan ia batuk dan takut terkena tuan penguasa.
Ariana mengantarkan makanan pesanan Alberto dengan hati hati. ia tidak ingin suaminya tau jika ia bekerja di restauran ini.
"permisi, ini pesanan anda tuan" ucap elvia menunduk hormat.
Ariana hanya diam dan menaruhnya ia menyusul Elvia meninggalkan meja makan Alberto.
"apa dia bekerja disini" ujar Alberto menatap datar kearah sang asisten
"iya tuan, nona muda sudah bekerja selama 2 hari disini" ujar Alvaro
"cihh apa dia pikir aku akan peduli padanya? meskipun ia menjadi pengemis di dalam restauran ini, aku tidak peduli"
Alberto memakan makanan nya tanpa memikirkan Ariana. sementara Ariana, wanita itu kini tengah menarik nafas sebanyak mungkin, ia merasa jika berada didekat suaminya ia tidak bisa bernafas.
"Ariana, ada apa denganmu mengapa sepertinya kau memiliki penyakit"
"tidak ada, aku hanya gugup tadi"
"aku tau, kau pasti gugup karna melihat wajah tampan tuan Alberto kan" ujar Lisa mengedipkan sebelah matanya.
"cihh bukan gugup karna melihat wajah tampannya, melainkan gugup takut amarah nya keluar, jika dia marah dia seperti iblis yang baru bangun tidur" batin Ariana
__ADS_1