ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 53


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#part 53#


bela memalingkan wajahnya, bara api dan dendam kini memenuhi hatinya.


mengapa selalu Ariana yang lebih unggul darinya, ia ingin dia lebih unggul,cantik, dan menawan.


"baiklah, aku melepaskan kalian semua, tapi..kau harus meminta maaf pada istriku" ujar Alberto menatap nyalang kearah mereka, membuat mereka bergetar ketakutan.


"ma-maafkan kami Ariana..ibu tidak akan mengulanginya lagi" ujar Laura pada Ariana.


Ariana memilih untuk diam, ingin rasanya ia berlari namun tidak bisa, sebab kini Alberto memeluk nya kuat sekali.


Alberto memerintahkan pengawalnya melalui isyarat mata dan para pengawal itu segera melepaskan ibu dan kakak tiri ariana.


Bili hanya diam, sebenarnya ia juga masih merasa benci pada Ariana, namun ia tak dapat melakukan apa apa.


sementara Alberto, kini pria itu membawa istrinya masuk kedalam mension.


Ariana merasa tubuhnya sangat lemas.


sebenarnya apakah suaminya merupakan komplotan kriminal, ia tidak berani macam macam pada suaminya.


"aku akan berangkat bekerja, dan ingat! kau tidak boleh masuk bekerja untuk hari ini" ujar Alberto menangkup wajah Ariana yang sehabis menangis itu.


"tapi tuan, mengapa aku tidak boleh bekerja?"


"kau masih membantah ya! kau ingin aku membuatmu tidak bisa berjalan dulu agar bisa membuatmu tidak pergi hmm"


"tidak tuan, baiklah saya akan berada dirumah"

__ADS_1


Alberto tersenyum senang mendengarnya, kemudian ia pun meninggalkan istrinya. Ariana menatap punggung kekar itu, ada sedikit perasaan nyaman di hatinya.


"apa aku masih menyukainya? seharusnya perasaan ini sudah lama hilang tetapi sepertinya takdir tidak akan membiarkan perasaan ini hilang" ujar Ariana dengan perasaan berkecamuk.


*


*


*


di perusahaan Albert.group


pria tampan itu memasuki kekuasaannya, dengan tatapan tajam membuat semua gadis akan tergila gila kepadanya


"ohh ya tuhan, ciptaan mu sungguh menakjubkan, pasti akan menakjubkan malam pertama dengannya" teriaknya kecil agar tidak terdengar.


"ohh meli sadarlah, tuan Alberto tak pantas denganmu pantasnya denganku" ujar teman satunya dengan bangga.


"cihh percaya diri sekali anda" ujarnya kembali nyelot.


"maaf tuan, kami tidak sengaja" ujar karyawan tersebut dengan perasaan takut.


Alvaro meninggalkan mereka dengan cepat, menyusul tuannya yang sudah berada di lift.


"Alvaro suruh pak Wisnu untuk mengunci gerbang agar wanita itu tidak bisa keluar"


"baik tuan"


Alberto masuk kedalam ruangannya.


namun saat masuk, ia melihat seorang wanita cantik sedang duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


"hai Alberto"


"Zoya, apa yang kau lakukan disini" ujarnya menatap dingin wanita itu.


"Alberto kapan kau berubah? aku ini sahabat istrimu dan aku ditugas kan untuk menjaga mu" ujar Zoya dengan wajah kesal.


"lalu? pergilah, kau tidak perlu menjagaku dan satu lagi, kau tidak usah datang lagi kesini apa kau tidak malu ketempat pria"


"tega sekali kau berbicara seperti itu padaku, aku hanya-"


"sudahlah Zoya, alvaro!!"


"iya tuan"


"bawa pergi wanita ini"


"baik tuan"


Alvaro pun mendekati Zoya dan memegang pergelangan tangan wanita itu. "lepaskan, kau tidak berhak menyentuh ku"


"saya pun tidak Sudi menyentuh anda nona"


"kalau begitu lepaskan"


"saya akan lepaskan jika anda keluar"


mau tidak mau pun Zoya keluar dari ruangan, dari pada ia harus dipermalukan di depan karyawan.


"cari asal usul kematian istriku"


"tapi tuan, bukankah kematian nyonya muda murni, karna kecelakaan yg tidak di sengaja"

__ADS_1


"apa kau yg menggajiku"


"tidak tuan, baik akan saya cari"


__ADS_2