
๐น๐น๐น
#part 108#
air kolam yang jernih dan tenang, serta angin yang bertiup kencang diiringi kicauan burung berterbangan.
bangunan kota yang indah di pagi hari membuat alberto dan Ariana semakin menikmati keromantisan mereka di atas balkon kamar.
"Deddy, apa kau tidak lelah memeluk ku seharian"
"buat apa lelah , justru aku ingin terus menerus seperti ini"
"aku bahagia bisa bertemu dengan mu sayang, awalnya aku kira kira akan terpisah selamanya, namun ternyata Tuhan sangat baik padaku, aku memiliki seorang anak dari wanita yang bertahta di hatiku"
"aku juga senang jika tuhan mempersatukan kita" ujar Ariana memeluk leher alberto dan menyentuhkan hidung kecil nya dengan milik Alberto yang mancung itu.
"bahkan hidungku hanya separuh dari mu" ujar Ariana cemberut membuat alberto merasa gemas dengan istrinya.
"kau ingin jalan jalan hmm??"
"mauu, tapi kemana?"
"mau tau hmm?" ujar alberto di balas anggukan oleh wanita itu.
"ke nirwana surga dunia"
"memangnya ada ya surga di dunia?" tanya Ariana dengan polosnya menatap wajah alberto.
"kamu sangat polos sayang" perkataan alberto membuat Ariana tidak mengerti, wanita itu mengernyitkan keningnya, merasa bingung dengan suaminya.
"maksudnya..???"
__ADS_1
"surga yang membuatmu tak berhenti bersuara di bawahku" ujar alberto mengedipkan sebelah matanya.
Ariana yang seolah olah mengerti, memukul pelan bahu Alberto, pipinya merona merah sungguh, suaminya itu sempat sempat nya mesum di waktu seperti ini.
"dasar pria mesum"
"I just **** you mommy" ujar alberto terkekeh pelan.
Alberto mengangkat pelan tubuh istrinya agar tidak menyakiti bayinya, ia membaringkan perlahan tubuh istrinya di ranjang.
ia menahan tubuhnya dengan menopang kan kedua tangannya pada ranjang agar Tidak menekan perut istrinya.
sudah berapa lama ia menahannya, kali ini ia akan mendapatkannya.
"Deddy...pelan pelan yah, aku takut"
"aku akan berhati hati my wife" Alberto melanjutkan aksinya dan membuka seluruh pakaiannya dan juga pakaian Ariana.
hingga kini mereka tak mengenakan sehelai benang pun.
Alberto membawa Ariana memasuki nirwana tertinggi, kenikmatan tiada Tara, mengeluarkan seluruh peluh keringat mereka yang kini membasahi ranjang.
bahkan pendingin ruangan tidak mampu mendinginkan suhu tubuh mereka, dengan penuh semangat alberto bermain dengan tubuh istrinya.
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
hari sudah siang.
Ariana terbangun dari tidurnya, permainan panas di pagi hari membuatnya sangat kelelahan.
ia melihat kesamping, alberto tidur dengan memeluk tubuhnya.
Ariana menatap wajah suaminya, alberto terlihat sangat tampan jika dari dekat, sangat membuatnya meleleh.
pipinya memerah mengingat permainan suaminya. pria itu sangat mesum, ia bermain tidak merasakan lelah sama sekali, sudha berapa kali ariana meminta untuk berhenti, pria itu selalu melakukan sekali lagi namun ternyata berkali kali.
"apa aku sangat tampan" suaranya serak,khas bangun tidur.
"ck, aku melihat ada nyamuk lewat tadi" udah Ariana berusaha mengelak.
"benarkah? kalau begitu mana nyamuknya" tanya alberto mendekatkan wajahnya membuat Ariana semakin salah tingkah dan memundurkan kepalanya.
"tentu saja sudah pergi" ketus Ariana Merona, sedari tadi suaminya itu tak berhenti menggoda nya.
Alberto melihat ke arah benda sensitif favoritnya, benda yang empuk di kepalanya saat bermain tadi.
Ariana yang di tatap seperti itu segera menutup kedua bahunya menggunakan kedua tangannya, ia menarik selimut agar lebih tertutup.
"tidak perlu di tutupi sayang, aku sudah merasakannya tadi" ujar Alberto mengedipkan matanya.
__ADS_1