
🌹🌹🌹
#part 34#
tiba tiba asisten Alvaro datang dan memberi hormat pada Alberto.
"selamat pagi tuan"
"kita berangkat sekarang" Alberto membenarkan jasnya dan kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu.
Alvaro hanya diam dan kemudian mengikuti langkah kaki pria itu.
"suruh Lucas segera kemari"
"Lucas sudah sampai di sini tuan, ia masih dalam perjalanan menuju kemari"
3 jam setelah perjalanan.
kini Alberto dengan para anak buahnya berkumpul dalam suatu tempat persembunyian mereka.
dimana pimpinan mereka akan berkerja sama dengan kelompok mafia gangster.
tak lama beberapa mobil hitam berhenti di markas mereka.
masimo selagi ketua mafia menghampiri Alberto dan memberinya salam.
"salam perkenalan tuan Alberto mungkin anda sudah tau apa maksud kedatangan kami disini"
Alberto menyeringai tajam, lagi lagi ia mendapat kesempatan emas untuk menghancurkan black lion yang telah berani mengganggunya.
__ADS_1
"karna kita sudah bekerja sama maka kau harus mematuhi setiap kata yang ku buat"
"baik aku setuju" ujar masimo tanpa penolakan.
"black lion telah melakukan banyak perjualan gadis² yg tak bersalah dan itu, adalah kesalahan yang fatal. dan sudah banyak anak kecil yang mereka ambil ginjalnya untuk beberapa bahan percobaan mereka" jelas Alvaro
"menurutmu rencana apa yang akan kita lakukan"
"tidak sulit! kita kemarkasnya sekarang dan menghancurkan mereka semua"
mereka pun sepakat menuju markas Balck lion dengan mobil masing masing. Alberto dan Alvaro berada di depan.
semetara mobil pada bawahan mereka berada di belakang diikuti mobil pada kelompok gangster.
di negara Indonesia.
tepatnya di restauran, ariana kini sedang menikmati makan siangnya bersama Lisa. namun, Elvia mengatakan jika arka ingin bertemu dengannya dan mau tidak mau Ariana harus keruangan pria itu.
"ada apa kau memanggilku"
"kemarilah, aku ingin berbicara sesuatu"
Ariana pun duduk dihadapan arka, ia tersenyum membuat pria itu sedikit terpaku.
"ck kau tidak usah menunjukkan senyum itu padaku" ujar arka mengacak ngacak rambut Ariana dengan gemas.
"apa yang ingin kau katakan"
"apa kau istri tuan Alberto"
__ADS_1
Ariana terdiam ia menundukkan kepalanya dan menggenggam erat pergelangan tangannya.
"tidak perlu takut untuk berkata jujur padaku, aku hanya ingin mendengar kejujuran darimu"
"apa setelah ini kau akan memecatku?" tanya Ariana takut takut
"buat apa aku memacatmu? hanya karna itu tidak mungkin aku memecatmu"
perlahan gadis itu menganggukkan kepalanya dan tetap menundukkan kepalanya. ia enggan menatap wajah arka, ia merasa malu pada dirinya sendiri.
"mengapa kau tidak bilang dari awal" tanya arka namun tak dijawab oleh wanita itu.
"maafkan aku, pernikahan kami sangat privasi dan tidak ada yang boleh tau"
"mengapa begitu?"
"tidak mungkin aku memberitahukan tentang apa yang terjadi padanya, bisa bisa tuan Alberto akan menghukumku" batinnya
"Ariana" panggil arka saat melihat gadis itu melamun.
"eh..aku..aku dia memang sudah sepakat untuk merahasiakan pernikahan kami, karna kami dijodohkan" ujar Ariana terpaksa berbohong.
"mengapa kau mau menerima perjodohan ini? apa kau mencintai alberto" tanya arka begitu penasaran.
"apa aku pantas mencintai pria seperti iblis itu, ya sikapnya itu membuatku semakin ingin merubah tuan Alberto" batinnya kembali.
"aku...aku tidak tau, yang jelas aku menerima perjodohan ini karna paksaan" ujarnya kembali berbohong.
arka menghela nafasnya dengan panjang, sebenarnya ia terlanjur jatuh hati pada Ariana namun saat pria itu mencari identitas gadis itu, membuat ia merasa kecewa
__ADS_1